
Hari Sabtu pukul 08.30 pagi. Nampak lalu-lalang mahasiswa memenuhi Aula membereskan persiapan untuk acara yang akan diadakan tepat hari ini, Acara seminar kali ini memilih tema mengenai “Achievement Is The Future Opener” dan akan mengundang beberapa alumni yang yang sudah menjadi seorang pengusahan dengan berbagai prestasi sebagai tamu VVIP dan juga Narasumber.
Puluhan kursi sudah berderet rapi disana dengan kursi VVIP yang di tempatkan paling depan bersama dengan para Pimpinan Kampus dan Dosen. Seminar lokal ini akan dimulai tepat pukul 10.00 dan masih tersisa satu jam lebih untuk membereskan persiapan yang belum sepenuhnya rangkum.
Panggung berukuran 8x4 meter itu sudah di sediakan podium minimalis berwarna hitam dengan bahan stainless sebagai tempat untuk berdirinya seorang Narasumber atau Keynote Speaker untuk menyampaikan pidato singkat, tak lupa juga satu meja panjang dan tiga kursi di belakangnya.
“Grey!”
“Iya, Pak?”
“Kamu sudah siap?”
Grey mengangguk mantap, gadis bernama lengkap Grey Diovanka Arum itu telihat begitu cantik dengan pakaian formal yang melekat ditubuhnya, blus berwarna peach dan celana berwarna putih nampak sempurna dipadukan oleh kitten heels berwarna senada dengan blus-nya yang menghiasi kakinya.
Grey yang dikenal memiliki ketegasan saat berbicara ditunjuk untuk menjadi Moderator dalam acara yang mana diapun sudah beberapa kali melakukan tugas tersebut. Bukan hal yang susah dilakukan baginya mengingat Grey yang memang memiliki pengetahuan yang cukup luas.
“Oh my God, ganteng banget!”
“Jodoh masa depan gue”
“Ya Tuhan, ganteng banget, Masyaallah”
“Itu manusia kah bukan sih? Unreal banget, ya ampun.”
Pekikan-pekikan itu terdengar dari para Mahasisiwi yang berada di ruangan saat dua orang pria dengan style blazer casual nampak memasuki ruangan, mereka berjalan bersampingan menuju kursi VVIP yang sudah ada Pak Monti yang menyambut disana.
Salah satu dari pria itu terlihat menyapu pandangannya pada seisi ruangan sedangkan yang satu lagi masih meladeni Pak Monti yang tak lain adalah salah satu Dosen itu berbincang. Dia adalah Argan Dyantara dan Dimas Pramuda alumni 6 tahun yang lalu.
Pekikan yang tadi terdengar mulai mereda ketika suara MC (Master Of Ceremony) mengenterupsi menandakan acara akan segera di mulai. Para peserta dan tamu utama mulai berfokus pada acara tak terkecuali kedua pria yang sempat menghebohkan ruangan.
Kata sambutan sebagai kalimat utama yang dia ucapkan, tidak terlalu banyak teks yang dia sampaikan hingga pada puncak acara yang ditunggu-tunggu yaitu tampilnya seorang Narasumber di atas panggung untuk menyampaikan suatu informasi sesuai materi atau tema pada acara tersebut.
“Pak Argan Dyantara, saya persilahkan untuk naik ke atas panggung.” Kata Grey mempersilahkan.
Suara tepuk tangan singkat mengiri langkah Argan yang sebelumnya sempat menunduk sopan kepada para Dosen dan peserta yang berada dia sana. Grey mundur tiga langkah memberi ruang untuk Argan berdiri di podium.
Argan mulai memperkenalkan diri kemudian melanjutkan pada pembahasan yang sudah menjadi tema acara. Sangat nampak pandangan kagum dari semua peserta yang berada disana, bagaimana seorang Argan Dyantara dalam menyampaikan materi, Berwibawa dan berkelas, tak hanya itu yang menjadi kekaguman akan pria yang memakai blazer berwarna navy dengan motif garis itu. Namun, juga Karena visualnya yang memukau.
Hanya sekitar 20 menit Argan berdiri sampai dia selesai pada materinya kemudian kembali duduk pada kursi yang di sediakan tepat di samping podium yang dimana Grey kini berdiri.
Argan sesekali melirik pada Grey yang tengah melanjutkan tugasnya mempersilahkan Narasumber kedua untuk ikut menyampaikan materi serta motivasinya yaitu Dimas Pramuda. Dia menyunggingkan senyum tipis yang
tertarik di ujung bibirnya. Entah apa yang ada di fikirannya saat ini.
“Nggak nyangka yah, ternyata kita punya senior yang secakep dia.” Celetuk salah satu Mahasiswi yang duduk di tengah barisan.
“Iya, sempurna banget.” Lainnya menimpali
“Lo tau BTS, nggak? Salah satu membernya itu mirip sama kak Argan”
“Yang mana?”
“Itu loh, yang dinobatkan sebagai pria tertampan didunia tahun 2019. Kim Taehyung Oppa.”
Yang lain menimpali seraya mengangguk antusias tanda setuju dengan penuturan temannya, memang tak bisa dipungkiri jika visual yang dimiliki oleh Argan bukanlah sembarangan. Dia memang memiliki darah keturunan Korea dari kakeknya-ayah dari bundanya, namun siapa sangka jika gen yang dia miliki lebih besar ke keluarga bundanya dari pada sang ayah yang pribumi asli Indonesia.
“Iya benar, ini mah namanya Kim Taehyung lokal.”