Alanaka

Alanaka
Segala masalah



Hai semua 🖖


Selamat siang.....


Senja udah lama banget gak up. Kira-kira lebih dari tiga hari deh... Kalian pada rindu gak sih? Setia nungguin Senja up gak sih?


Jujur alasan Senja gak up itu, karena gak ada paket data dan sepala ada paket data. Senja malah ketagihan untuk gak up, sebenarnya Senja ngerasa gak nyaman. Terlebih Senja merasa udah menggantung rasa penasaran kalian....


Maafin Senja yah 🙏


OH. Senja juga pengen ngasih tau kalian bahwa cerita ini telah Senja ganti covernya. Menurut kalian bagusan cover sekarang atau yang sebelumnya?


WAJIB JAWAB YAH!!


Anggap kalau Senja lagi ngadain voting, hehhehe...


...HAPPY READING...


...:...


...----------------...


...Taukah sakit yang tak terobati...


...Belum sempat sembuh...


...Tertikam lagi...


...Muak... aku muak...


...'Muak' Aruma...


"Jaga batasan mu Leni! "


Terduduk tenang ditaman rumah sakit dengan segala pemikiran-pemikiran yang melayang entah memikirkan apa. Tiba-tiba perkataan Nexlon yang paling membekas menghantui pikiran Bibi Leni.


Meskipun selintas perkataan Nexlon menghantui dirinya. Bibi Leni tidak tau harus berbuat apa, dia hanya bisa terjebak dalam pikiran-pikirannya yang tidak menemukan jalan keluar.


Berharap kepada sang Pencipta? Bibi Leni sudah melakukannya, tapi lihatlah sekarang! Harapan Bibi Leni sama sekali belum di jamah sang pencipta. Jika ditanya apa harapan Bibi Leni itu? Maka jawabannya Bibi Leni ingin sekali Alanaka bisa sembuh dari semua penderitaannya, Alanaka bisa menemukan kebahagiaannya dan Alanaka memiliki seseorang yang bisa selalu ada untuknya.


Jika kalian berpikir pada harapan Bibi Leni yang terakhir itu, kenapa tidak Bibi Leni saja yang menjadi seseorang yang bisa selalu ada untuk Alanaka? Maka jawabannya hanya Bibi Leni dan Tuhannya yang tau.


Mungkin beberapa hari ini Bibi Leni berubah, dia seolah ingin sekali menjauhi Alanaka. Tapi asalkan kalian tau! Bibi Leni melakukan itu semua bukan karena tidak memiliki sebab dan penyebab, justru sebaliknya dia memiliki kedua hal itu! Bibi Leni sendiri justru merasa dirinya ini bagaikan orang bodoh... yang tak tau harus melakukan apalagi. Dan lebih bodohnya lagi dia hanya berpasrah pada keadaan serta berfikir 'biar waktulah yang menjawab semuanya'.


Bibi Leni menundukkan kepalanya, setetes air mata jatuh mengalir di pipinya. Seharusnya dimasa tuanya ini dia tidak usah lagi menangis, dan seharusnya lagi dia hanya perlu menikmati hidupnya dengan segala kebahagiaan dihari tua. Tapi sekarang! Dia harus mengeluarkan air mata atas rasa kasihan pada kehidupan orang lain, dia harus menjadi seorang pelayan yang melayani orang lain demi bisa bertahan hidup untuk dirinya dan anaknya. Dan dia harus menyaksikan selama beberapa puluh tahun berapa kejamnya sang majikannya. Jika dikatakan Bibi Leni ingin menyerah? Yaps.... Jawabannya Bibi Leni ingin sekali menyerah!


Tapi menyerah bukannya menyelesaikan semua masalah justru memperumit masalah. Setidaknya pemikiran ini yang membuat Bibi Leni terpaksa bangkit dan tidak perlu memikirkan kembali pemikiran tentang menyerah.


Bibi Leni menghapus air mata yanga dia diwajahnya. Dia bangkit berdiri dan pergi menuju ruang rawa inap Alanaka.


Ceklek


Saat membuka pintu pemandangan menyakitkan dapat Bibi Leni lihat. Alanaka terbaring lemah di brankar rumah sakit dengan alat oksigen membantu dia untuk bernapas, jarum infus yang tertancap ditangannya serta cairan infus mengalir ditubuhnya. Dan beberapa alat medis yang ikut serta berfungsi pada tubuhnya.


Air mata Bibi Leni yang sempat berhenti kembali mengalir. Dengan langkah pelan Bibi Leni menghampiri brankar Alanaka mengelus kepalanya yang dibaluti perban, sambil berkata. "Naka ayo bangun.... kamu tidak sayang sama Bibi?! " nyatanya sudah seminggu lama Alanaka terbaring koma dirumah sakit. Nexlon? Apakah dia mengunjungi Alanaka atau menanyakan keadaannya sekalipun kepada Bibi Leni? Maka jawabannya adalah TIDAK!


Nexlon kejam bukan? Yaps.... dia memang kejam, bahkan sekalipun itu istrinya dia tidak peduli. Dalam pikirannya dia berpikir 'aku harus adil bukan untuk kejam kepada siapapun! '


"Naka apakah tidak lelah? Hanya berbaring selama seminggu. Hehehehe, mungkin kalau itu Bibi. Pasti Bibi akan ada lelah. "


"Jadi Naka temannya Bibi. Harus sadar yah... Bibi udah rindu sama Naka. Rindu Naka manggil nama Bibi, rindu Naka bercerita banyak hal dan rindu raut wajah ceria Naka. "


"Bibi.... Bibi! "


"Iya Naka. Ada apa? "


"Bibi gak percaya. "


"Naka gak bohong Bibi. Naka itu benar-benar sayang sama Bibi. "


Sekelebat kenangan indah bersama Alanaka, singgah dalam pikiran Bibi Leni. Membuat kedua sudut bibir Bibi Leni tersenyum.


"Naka pernah bilang sama Bibi. Naka itu sayang banget sama Bibi. Jadi kalau Naka sayang banget sama Bibi, Naka harus cepat bangun! Tidurnya jangan lama-lama.... "


"Karena Bibi rindu. "


📝📝📝


"Kak, apakah kau tidak mencintai istrimu? " seorang wanita muda bertanya kepada Nexlon. Wanita muda itu adalah Askaraya Argintara. Adiknya seorang Nexlon Bentala Argintara.


Kedua kakak adik ini sedang berada di sebuah restoran, menikmati waktu mereka yang sangat jarang sekali bisa bertemu.


"Kak... Jawab pertanyaan ku! " Raya mendesak Nexlon untuk menjawab pertanyaannya.


"Bukan urusanmu! "


"Maksudmu? Bukan urusanku! HEI kau itu kakak ku terlebih kau adalah kakak satu-satu ku, tidak mungkin aku membiarkan kakak ku ini salah jalan. "


"Mungkin menurutmu urusan rumah tangga mu adalah privasimu. Aku tau itu kak! Tapi aku juga bisa menilai bahwa kau sama sekali tidak menyukai istrimu, terlepas dari kau menikahinya atas dasar perjodohan. Darimana aku tau? Karena kau kakakku, meskipun kita selatan berpisah selama beberapa tahun, fakta bahwa kita adalah saudara bahkan kandung membuatku dengan cepat dapat memahami dirimu! "


"Itu bukan urusanmu! Raya... " tidak membentak dan tidak juga menunjukkan ekspresi marah, dengan Nexlon berucap menggunakan suara pelan serta wajah datarnya. Mampu menunjukkan bahwa Nexlon yang saat ini lebih menyeramkan.


"BERHENTI BERKATA SEPERTI ITU KAK! " Raya berucap dengan nada membentak. Sepertinya saat ini Raya sudah cukup emosi, karena melihat sikap tertutup kakaknya itu.


"JAGA BATASAN MU RAYA! " Nexlon tak urung juga menjawab perkataan adiknya dengan membentak.


"KAU MUNGKIN ADIKKU TAPI BUKAN BERARTI KAU BISA IKUT CAMPUR DALAM URUSAN RUMAH TANGGAKU! "


Melihat sifat beras kepala serta sifat tertutupnya kakaknya ini. Raya menghela napas, berusaha meredam emosinya yang hampir ikut meledak. "Kak kita sudah sama-sama dewasa sekarang. Mari kita berbicara dengan kepala dingin. "


"Aku tau kau menikah dengan kak Alanaka atas dasar perjodohan. Tapi kumohon, jangan jadikan hal itu sebagai alasan untuk kau tidak menyukai kehadirannya. Cinta bisa datang karena terbiasa, tapi rasa menerima tidak bisa didapatkan jika hatimu tidak terbuka. "


"Sudah beberapa bulan kalian menikah. Kau sama sekali tidak pernah membawa istrimu ke mansion keluarga. Kenapa kau melakukan hal itu? Bukan kah sewajarnya seorang suami harus membawa istrinya untuk mengunjungi mertuanya? "


"Aku tau kau masih menunggunya kan? " perkataan Raya kali ini, berhasil membuat Nexlon membangkitkan tatapan tajam dalam mata Nexlon saat memandang.


"Penyesalan selalu datang diakhir, jika diawal maka itu adalah permulaan! "


"Saran ku cuma satu untukmu kak. Terima kehadiran istrimu dan berhenti mencarinya?! atau cari dia dan tinggalkan istrimu?! "


"JAWABANNYA HANYA ADA DITANGAN MU NEXLON BENTALA ARGINTARA. SEMOGA PILIHANMU YANG TERBAIK! "


...:...


...TO BE CONTINUE...


...----------------...


Widiih.... Hati Senja akhirnya tenang karena akhirnya sudah bisa up...


Kalau kalian gimana senang gak...


Semoga iya deh...


Udh dulu yah readers. Jangan lupa (Vote and Komen)


Dadadadahhhhhh......