Alanaka

Alanaka
Mimpi Nexlon



...HAPPY READING...


... : ...


...----------------...


"Apa kau percaya pada cinta? "


"HAH. Mimpi itu!? " Nexlon betapa terkejutnya dia ketika mimpi itu kembali terulang. Kejadian itu sebenarnya terus menghantuinya dalam mimpi, meskipun dia sudah menebak mimpi itu akan terulang kembali tapi tetap saja setiap kejadian itu terulang ke mimpinya dia akan tetap terkejut.


Sepenggal kalimat itu merupakan seperempat adegan dalam mimpinya. Yang membuatnya terus bertanya-tanya, apakah dia percaya pada cinta?.


Kejadian itu terjadi di saat masa terpuruknya dimana dia tak lagi mempercayai siapapun. Tapi! Semenjak orang itu bertemu dengannya dia seakan menemukan warna baru dalam hidup.


"Kau dimana? " tanya Nexlon, namun tak ada satupun yang menjawab karena disana hanya ada dia. Berada di posisi duduk menyandar ke tempat tidur, Keringat-keringat membanjiri wajah tampannya dan ekspresi aneh yang ditujukannya yaitu datar.


📝📝📝


"Bibi Naka boleh tidak jika berkunjung ke rumah orang tua Naka?... "


"...Soalnya Naka rindu sama mereka"


"Maafkan Bibi Naka, karena Bibi sendiri tidak pantas mengatakan iya atau tidak"


"Tuan Muda lah yang dapat memutuskan" Niat Bibi Leni untuk berkata seperti itu tidak lah ada, namun jika tidak di katakan seperti itu. Hal tersebut dapat menjadi boomerang padanya dan bisa jadi Alanaka sendiri.


"Begitu kah.Tapi Bibi bagaimana Naka bisa meminta ijin jika bertemu dengan Tuan saja sangat jarang" ucap Alanaka yang dalam hati sebenarnya sedikit kesal, karena masa suami sendiri sangat jarang bertemu dengannya.


"Sebentar lagi Tuan Muda akan turun untuk sarapan, mungkin saat itu kamu bisa meminta ijinnya" ucap Bibi Leni penuh usulan.


"Baik lah Bibi. Bibi Leni memang lah yang terbaik" ucap Alanaka penuh kelebayan.


Seorang pelayan yang lain menghampiri mereka berdua yang berada di dapur "Bibi Leni anda di panggil Tuan Muda" ucap seorang pelayan yang bernama Sinta. Apa yang di katakannya sungguh kebetulan.


"Wah sungguh kebetulan sekali Bibi , kalau begitu Naka boleh ikut kan? " ucap Alanaka dengan mata berbinar-binar.


"Ayo kau bisa ikut. Tapi saat ingin menyampaikan niat mu tunggu dulu terlebih dahulu Tuan Muda selesai sarapan, karena Tuan Muda akan sangat marah jika seseorang mengajaknya berbicara di saat makan "


"Naka mengerti Bibi"


Pelayan yang datang tadi hanya menyimak apa yang mereka dia katakan, hingga mereka menuju ke meja makan yang di mana menampakkan Nexlon sedang makan.


Ada satu peraturan dari mansion ini yaitu ketika Tuan Muda mereka sedang makan tidak ada yang boleh mengajaknya berbicara kecuali Tuan Muda mereka sendiri yang memulai pembicaraan saat sedang makan. Peraturan yang sedikit aneh.


Sebenarnya dari tadi Nexlon telah melihat kedatangan Bibi Leni, serta pelayan yang dia suruh dan Ah istri yang di bencinya itu.


"Ada apa Tuan Muda memanggil saya? " Bibi Leni bertanya dengan tutur bahasa sesopan mungkin.


"Malam nanti datang lah ke ruang kerja saya" singkat, padat, dan jelas. Jika hanya menyuruh keruang kerjanya kenapa coba harus menghadap?.


"Baik Tuan Muda" ucap Bibi Leni dengan nurut.


Memberikan kode tangan seakan mengusir. Bibi Leni seketika mengerti memilih berjalan ke posisi awalnya.


"Katakan lah ini adalah waktu yang tepat Naka" Bisik Bibi Leni kepada Alanaka yang berada di sampingnya.


Alanaka yang mendengarkan bisikan Bibi Leni mengangkat kepalanya dari menunduk, lalu dia berpindah posisi tepat di posisi Bibi Leni yang menghadap ke Nexlon beberapa waktu lalu.


"Maaf mengganggu anda Tuan" kedua tangan Alanaka mengepal seakan orang yang dia aja mengobrol adalah setan.


"Tuan saya ingin meminta ijin untuk mengunjungi rumah orang tua saya... "


Gugup dan takut! Sungguh saat ini Alanaka sangat-sangat gugup serta takut "... Saya merindukan mereka Tuan"


"Maukah anda mengizinkan saya Tuan? " Alanaka bertanya dengan hati yang menyimpan harapan besar.


Hening beberapa saat, hingga suara serak dan berat milik Nexlon terdengar memecahkan keheningan "Tidak boleh!"


... :...


...TO BE CONTINUE ...


...----------------...


⚠Typo bertebaran, cerita akan id revisi jika sudah tamat.


JANGAN LUPA (VOTKS) :


VOTE


KOMEN


SHARE


SEE YOU NEXT TIME :)