
Sebenarnya ada muncul niat untuk gak up hari ini, karena binggung mau buat alurnya gimana. Takut buat alur asal-asalan yang berujung para readers tidak suka dan minggat dari cerita ini.
Tapi disatu sisi juga, Senja harus up. Karena cerita ini sudah dikontrak dan kalau gak up ada konsekuensinya.
Satu hari ini Senja sibuk banget tau.... Dan baru beberapa menit lalu bisa istirahat. Ada yang sama seperti Senja? Jawab jujur aja gak usah malu :).
Karena sangking capeknya mata Senja itu bawaannya pengen tidur, badan pengen direbahin dikasur, dan pengen banget kalau gak diganggu. Ada yang sama juga gak?.
Senja cuma curhat kok bukan apa-apa. Jangan berfikir yang enggak-enggak yah readers. Cukup pikiran dia aja! Dia siapa nih?...
Senja gaje (gak jelas) banget yah... Iya! Senja juga tau jawabannya koks.
Btw para readers apa kabar? Baik-baik aja kan? Gak ada yang sakit kan? Tetap baca cerita ini kan gak pindah ke lapak lain dan lupain cerita ini? Sebenarnya gak papa kalau readers punya lapak lain atau maksudnya punya cerita lain untuk dibaca. It's Okay! Itu hak kalian. Senja cuma berharap para readers masih setia baca cerita ini.
...HAPPY READING...
...:...
...----------------...
Pagi Alanaka tidak berjalan dengan baik dan tidak dilalui dengan baik. Bagaimana coba ingin baik? Jika pagi harinya harus diawali dengan melihat sepasang kekasih sedang makan bersama dimeja makan. Dan sialnya dia lah yang melayani sepasang kekasih itu makan.
'Ini sudah untuk kedua kalinya melihat mereka makan bersama. Kapan coba aku bisa seperti itu dengan Nexlon? ' batin Alanaka berkata menyedihkan.
Satu hal yang kalian harus tau! Alanaka itu sebenarnya sangat ingin berada diposisi Nayla. Bisa makan berdua dengan Nexlon, bisa bergandengan tangan dengan Nexlon, dan bisa berbicara banyak hal. Tapi sepertinya itu akan sangat mustahil untuk dia dapatkan.
'Sudah beberapa hari waktu ku terlewatkan untuk membuat Nexlon jatuh cinta! Alanaka... Alanaka... ternyata kau hanya tau membuang-buang waktu' tidak ada yang bisa dilakukan Alanaka selain berdiam diri bagaikan patung, menatap sepasang kekasih itu dengan dunia mereka dan berbatin dengan tidak jelas.
Melihat makanan lezat yang terhidang dimeja makan, membuat perut Alanaka berdenyut. Dan huntungnya hanya berdenyut tidak berbunyi seperti sekali itu. Jika iya, maka siap-siap lah Alanaka ditatap sangat tajam oleh Nexlon.
Tidak ingin kejadian perutnya berbunyi didepan sepasang kekasih itu terulang. Alanaka memilih menekan perutnya dengan kedua tangannya dan dalam hati dia membatin. 'Perut aku tidak boleh berbunyi yah! Kau harus diam okey! ' berkompromi dengan perut tidak lah salah bukan? Meskipun perut itu tidak mengerti dengan apa yang Alanaka katakan.
'Apakah wanita itu tidak lelah, jika harus datang pagi-pagi ke mansion ini hanya untuk sarapan bersama Nexlon? ' batin Alanaka tak habis pikir dengan kegigihan Nayla datang ke mansion Nexlon hanya untuk bisa sarapan bersama dengan Nexlon. Namun saat bertanya seperti itu pada dirinya, Alanaka tidak tau bahwa jika sudah cinta apa yang tidak bisa dilakukan. Pasti semuanya bisa!.
'Wanita itu beruntung bisa mendapatkan hati Nexlon dan diperlakukan dengan baik. Sedangkan aku yang istrinya tidak pernah diperlakukan baik, apalagi untuk urusan hati... Sudah jelas tidak mendapatkan' Alanaka menyedihkan bukan?.
Tiba-tiba Alanaka menggelengkan kepalanya. Lalu batinnya berkata. 'Kau sangat menyedihkan Alanaka' tidak perlu dikasihani orang lain. Karena saat ini Alanaka sendiri mengasihani hidupnya.
Untuk kejadian yang dirinya sempat difitnah dan dihukum. Alanaka sudah tidak memikirkannya lagi, baginya biarlah itu semua berlalu dan cukup dikenang didalam sebuah buku hariannya.
"Sayang bagaiman jika malam ini kita dinner?" Nayla memulai percakapan dengan Nexlon sesaat setelah selesai sarapan.
"Baik" singkat padat seperti biasa khas Nexlon.
Sedangkan Alanaka? Tiba-tiba matanya melotot mendengar Nayla berbicara seperti itu. 'Apa dinner? '.
'Ck... Dasar Nexlon! Coba aja jika aku berbicara padannya dia pasti akan diam atau bahkan tidak merespon apa yang aku katakan. Tapi dengan kekasihnya dia langsung menjawab' dalam hati Alanaka diam-diam menjulidtin Nexlon. Sungguh istri durhaka!.
"Baik" ucap Nexlon setuju
"Wah. Aku sangat senang nanti malam aku dan kamu bisa dinner. Aku sungguh tidak sabar... "
"....Nanti malam aku harus berpakaian seperti apa? " tanya Nayla pada Nexlon. Mana tau Nexlon ada request pada pakaian apa yang akan dia kenakan saat dinner nanti malam.
"Terserah" Nexlon tetaplah Nexlon! Pria yang datar dengan segudang kecuekannya.
"Kok terserah? Yah udah lah kalau begitu. Nanti siang temani aku ke butik untuk membeli pakaian. Malam ini aku sangat ingin tampil dengan terbaik, karena ini dinner pertama kita! Aku tidak ingin menyia-nyiakannya " Kedua sudut bibir Nayla tersenyum merekah, membuat dirinya semakin terlihat cantik.
'Sangat lebay! Padahal hanya dinner saja. Tidak perlu ke butik untuk membeli pakaian, memang dasar orang kaya hanya tau untuk membuang-buang uang! ' Alanaka membatin semakin julid. Malam ini adalah malam spesial buat Nayla, jadi wajar-wajar saja jika Nayla ingin tampil terbaik didepan Nexlon. Alanaka saja yang sangat sensi atau Alanaka sedang cemburu?.
"Malam ini aku berjanji akan membuat mu terpesona pada ku! " ucap Nayla dengan percaya diri.
"Baiklah "
'Ck... kasihan! Sudah sangat percaya diri, eh... malah hanya dijawab singkat oleh Nexlon. Sungguh Nexlon membuat anak orang kecewa' bolehkah jika Alanaka tertawa saat ini teman-teman? Sangking puasnya dengan respon Nexlon, hampir membuat Alanaka tertawa, tapi huntung saja Alanaka masih ingat nyawa.
"AH.... SAYANG! Aku sungguh tidak sabar untuk segera malam " sangking bahagianya Nayla sampai ingin malam segera tiba.
' Is.... Lebay tau. Padahal hanya dinner saja! Masak malam ingin cepat-cepat segera datang' Alanaka tetap bertahan dengan julidtannya dalam hati. Memang dasar Alanaka cemburu! Karena itu semua yang Nayla katakan selalu salah bagi Alanaka.
"Sayang kau tidak pergi kekantor? " tanya Nayla. Okey! Pembahasan tentang dinner sudah selesai, jadi Nayla memilih mengganti topik pembicaraan.
"Pergi! "
"Apakah aku boleh ikut kekantor mu? " tanah Nayla pada Nexlon dengan penuh harap. Sampai-sampai raut wajah Nayla dipasang seimut mungkin.
'Wajahnya sungguh tidak imut! ' Kali ini mata Alanaka ikut-ikutan julid.
"Boleh " ucap Nexlon mengizinkan. Yang langsung disambut senyum sangat manis milik Nayla.
"Terimakasih. Baiklah ayo kita berangkat " Kedua sepasang kekasih itu akhirnya pergi dari meja makan. Meninggalkan Alanaka sendiri dengan segala panas dalam hatinya. Atau bisa dikatakan Cemburu!.
...:...
...TO BE CONTINUE...
...----------------...
Menurut Senja Alanaka cemburu kesannya imut loh....
Apalagi karena cemburu Alanaka jadi julid...
Jangan lupa Likom (Like + komen) nya readers....