Alanaka

Alanaka
Kekasih



...HAPPY READING...


...:...


...----------------...


Saat ini Alanaka kebagian tugas dalam menjamu tamu yang katanya akan datang. Dan seperti kebetulan seorang pengawal menghampiri Bibi Leni, seperti mengatakan sesuatu yang Alanaka sendiri tidak tau. Tapi tiba-tiba Bibi Leni mengatakan bahwa tamu yang di tunggu-tunggu sudah datang.


Alanaka berbaur dengan beberapa pelayan yang memiliki tugas yang sama dengannya.


Saat sampai di ruang tamu Alanaka dapat melihat tamu yang di tunggu-tunggu itu adalah seorang wanita yang sepertinya memiliki umur tiga tahun di atasnya.


Wanita itu adalah wanita tercantik yang pernah Alanaka lihat. Wajah yang mulus bagaikan kulit bayi yang baru lahir, hidung mancung yang bagaikan bak prosotan anak-anak, body tubuh yang memiliki lengkungan indah dan bahkan kulitnya yang putih plus mulus tidak kalah degan wajahnya. Alanaka saja sampai iri pada keindahan wanita itu. Apalagi sekarang wajah Alanaka telah cacat, sehingga dia merasa dirinya ini tidak lebih seperti upik abu di bandingkan keindahan wanita itu.


"Sayang aku merindukan mu, kamu tahu? Saat di Spanyol aku merasa kesepian tanpa mu. Bahkan tiada hari ku jalani tanpa melupakan ada rindu yang belum tertuntas untuk mu " suara lembut penuh kesungguhan terlontar dari mulut wanita itu.


Alanaka? Kakinya yang awalnya melangkah seketika terhenti saat mendengar ada kata sayang terlontar dari mulut wanita itu.


'Sayang?! Apa maksudnya? Tidak...tidak pasti wanita itu salah berkata. Yah aku yakin wanita itu salah berkata' Batin Alanaka berusaha meyakinkan dirinya bahwa apa yang di katakan wanita itu adalah salah.


"Kamu tak merindukan ku sayang? " Kata Sayang itu telah kedua kalinya Alanaka dengar, jadi berati itu adalah benar?.


"Aku juga merindukan mu sayang" kali ini, perkataan ini terlontar dari mulut Nexlon. Dan untuk Alanaka, awalnya lagi dan lagi dia ingin mengatakan pada dirinya apa yang di katakan wanita itu pasti salah. Tapi! Saat kata Sayang terlontar dari mulut Nexlon sendiri mau tak mau pun dia harus sadar itu semua adalah benar.


Kenyataan ini? Sungguh Alanaka tidak siapa menerimanya.


"Wah aku senang mendengarnya. Bahwa kamu juga merindukan ku" ucap wanita itu dengan bahagia. Lagian siapa yang tidak bahagia? Bahwa orang yang dia rindukan juga merindukannya.


Wanita itu terus mengajak Nexlon mengobrol, tanpa dia perduli ada beberapa pelayan yang mendengar percakapan mereka.


Alanaka beserta pelayan lainnya mulai menyajikan makanan-makanan ringan serta minuman yang cocok untuk menjamu tamu.


Oh ya. Jika kalian tanya bagaimana Alanaka saat ini, apakah dia menangis? Apakah dia tidak sedih? Tentu jawabannya adalah dia sedih, tapi dia menangis. Kalian ingin tau apa alasannya? Jawabannya adalah Alanaka tidak ingin terlihat lemah di depan para pelayan yang datang bersamanya, karena pelayan-pelayan itu sudah mengetahui fakta bahwa dia dan Nexlon sudah menikah.


Serta Alanaka juga tidak ingin terlihat lemah di depan Nexlon. Dia ingin Nexlon tetap memandangnya adalah seorang wanita kuat meskipun telah di selingkuhi. Mungkin bisa jadi wanita itu adalah kekasih Nexlon sebelum menikah dengannya, tapi tidak bisakah Nexlon putus dengan kekasihnya itu? Karena sekarang dia telah menjadi suami orang.


Jika wanita itu adalah kekasih Nexlon sebelum menikah dengannya, anggap saja lah dia sebagai perusak hubungan mereka, namun kenyataannya dia tidak salah bukan?.


Setelah selesai dengan tugasnya Alanaka serta para pelayan mengundurkan diri untuk kembali ke dapur, walaupun sebenarnya Alanaka masih lah penasaran apa yang akan di lakukan sepasang kekasih itu.


"Ya Bibi" saut Alanaka dengan raut wajah polos.


"Apa kau baik-baik saja? " tanya Bibi Leni yang merasa khawatir pada keadaan Alanaka, setelah menyaksikan ternyata suaminya punya selingkuhan dan terang-terangan membawa selingkuhannya ke mansion.


Nexlon bisa di katakan selingkuh bukan?.


"Bibi lihat Naka baik-baik saja kan" jawab Alanaka memasang raut wajah senyum berusaha terlihat baik-baik saja.


"Syukurlah... Tapi Naka sebenarnya Bibi tidak pernah tau bahwa Tuan Muda punya wanita selain kamu istrinya, bahkan sebelum kalian menikah Bibi tidak pernah tau bahwaTuan Muda memiliki kekasih" tidak ingin ada kesalahpahaman Bibi Leni mencoba menjelaskan, padahal Alanaka sendiri tidak lah mempermasalahkannya.


"Mungkin Bibi tidak pantas mengetahui hal penting itu yang bersifat pribadi untuk Tuan Muda, tapi sejauh yang Bibi tau Tuan Muda tidak pernah membawa seorang tamu ke rumah ini, dan ini untuk pertama kalinya ada tamu yang datang kesini. Jadi wajar bukan jika Bibi berfikir Tuan Muda tidak pernah memiliki kekasih? "


"Bibi tenang aja Naka tidak apa-apa kok, bahkan jika Tuan berselingkuh. Lagian bukan kah kehadiran Alanaka tidak pernah ada untuknya? " perkataan ini tidak lah sebetulnya benar dari kenyataan.


Para pelayan dari tadi sudah berlalu menyelesaikan tugasnya yang lain, setelah sampai kedapur. Jadi Alanaka dan Bibi Leni mendapatkan keamanan dalam membahas hal pribadi ini.


"Bibi Alanaka masih mempunyai banyak bahkan sangat-sangat banyak pekerjaan yang belum selesai. Boleh kah Alanaka pamit undur diri?Untuk menyelesaikannya Bibi" ucap Alanaka dengan beralasan banyak pekerjaan yang belum selesai, padahal niat sebetulnya adalah ingin lari dari pembahasan ini.


"Baiklah Bibi juga masih memiliki pekerjaan yang belum selesai" ucap Bibi Leni yang sebetulnya sudah menebak niat Alanaka mengatakan itu.


Kedua wanita berbeda umur itu berpisah dengan menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. Alanaka yang sibuk mengalihkan kesedihannya dari kenyataan dengan cara sibuk bekerja dan Bibi Leni yang memikirkan tentang semua yang terjadi sambil bekerja.


Meskipun mereka bukan ibu dan anak, akan tetapi mereka sepertinya punya perasaan anatar ibu dan anak meskipun tidak sedarah.


...:...


...TO BE CONTINUE...


...----------------...


Sampai sini dulu yah untuk part ini, semoga kalian suka🙏.


Oh ya. Btw para readers apa kabar?


Sehat kan? Gak sakit kan?


Bay.... bay