Alanaka

Alanaka
Tentu Aku Marah



...HAPPY READING...


...:...


...----------------...


...Marah? Tentu saja aku marah. Aku bukanlah orang munafik yang mengatakan tidak padahal iya. Aku adalah manusia biasa yang di takdir kan mempunyai perasaan. Jadi, wajar bukan? jika aku marah....


...Alanaka...


"Sekarang malam, apakah kamu tidak kedinginan duduk di sini? " tanya Alanaka pada Nexlon, entah bagaimana bisa saat ini Alanaka dan Nexlon berada di tempat yang sama bahkan duduk di satu bangku.


Kalian ingat taman tempat pertama kali Alanaka dan Nexlon berdua? Jika ingat maka di sini lah mereka sekarang.


"Aku saja merasa kedinginan, pasti kamu juga"


Hening beberapa saat, tidak ada lagi suara yang memulai pembicaraan. Mereka berdua sama-sama larut dalam pikirannya masing-masing.


Sang bulan yang indah bersinar terang di langit malam, dengan senantiasa menemani kedua insan ini.


Hingga, suara lembut Alanaka lagi dan lagi memecahkan kesunyian. "Wanita itu?! yang baru atau yang lama? " tanya Alanaka yang seketika langsung menghadapkan wajahnya menatap Nexlon dari samping.


Dari samping ini, dia dapat melihat betapa tampannya Nexlon. Wajah tampan itu andaikan Alanaka memilikinya, dia yakin mungkin dia tak akan mau berbagi dengan siapapun.


"Baru" ucap Nexlon yang langsung mengundang senyum manis dari bibir Alanaka. Kalian tahu? Alanaka sangat senang, karena akhirnya saat dia mengajak Nexlon berbicara ada respon yang diberikan pria itu untuknya.


Tapi. Senyum manis itu harus hilang di kala mengingat, yang untuk pertama kalinya Nexlon merespon perkataannya ada sangkut pautnya dengan wanita itu. Sekilas raut sedih dapat dilihat dari wajahnya.


"Baru yah. Selamat" ucap penuh selamat dari Alanaka. Saat ini bohong jika di katakan, apa dia tidak sakit hati? Karena jawabannya, hatinya saat ini sakit bahkan sakitnya bagaikan sedang di iris oleh pisau tajam sangat tajam yang kasat mata.


"Tidak marah? " tanya Nexlon dengan suara bas serta seraknya yang menjadi ciri khasnya.


Nexlon berinisiatif bertanya seperti itu? Ini adalah hal yang langka! Dan sayangnya Alanaka menyukainya.


"Tidak marah?! Munafik kalau aku katakan tidak, karena nyatanya diriku marah padamu. Lagian istri mana coba yang tidak marah jika suaminya selingkuh? Kecuali istri itu sama-sama selingkuh seperti suaminya"


"Nexlon bahkan mungkin istri yang tidak mencintai suaminya akan tetap marah jika mengetahui suaminya selingkuh! "


"Keduanya! " Tapi Alanaka ternyata memahaminya.


"Aku marah pada mu dan aku marah pada wanita itu. Tapi jika di tanya, marah yang lebih besar pada siapa? Maka aku akan menjawab padamu"


"Mau tau alasannya? " tanya Alanaka sambil menatap lekat wajah Nexlon dari samping. Dan suatu hal yang mengejutkan Nexlon membalas tatapan Alanaka, walaupun tak sedalam tatapan Alanaka.


"Ada dua kunci. Meskipun kamu pelakunya ataupun wanita itu pelakunya kamu tetap kamu yang salah! Dan untuk wanita itu?! Aku tak sepenuhnya menyalahkannya dan tak sepenuhnya marah padanya, karena seperti awal tadi kamu yang tetap salah apapun itu"


"Kalau kamu tidak mengundang wanita itu masuk kedalam hidupmu, mungkin wanita itu tidak akan masuk. Dan sebaliknya kalau wanita itu berusaha masuk kedalam hidupmu namun kamu membiarkannya masuk. Bukan kah aku betul jika apapun itu tetap kamu yang salah? " ungkap Alanaka melalui sudut pandangnya.


"Aku tak sama seperti wanita lain yang ketika suaminya selingkuh akan sepenuhnya menyalahkan selingkuhan daripada berfikir suaminya lah sumber utama yang harus mendapatkan amarah".


" Aku mungkin marah pada wanita itu, tapi aku berusaha berfikir positif. Bisa saja wanita itu tidak mengetahui bahwa kamu sudah menikah. Kenapa aku bisa berfikir seperti ini?Karena aku sadar dimana posisi ku" ucap Alanaka merasa sadar diri.


"Nexlon tidak bisakah kau memberitahu ku terlebih dahulu jika ingin selingkuh?! "


"A-kku adalah seorang wanita biasa yang mempunyai mimpi menjadi cinderela. Cinderela! Wanita yang paling beruntung, karenanya banyak wanita yang ingin mendapatkan hidup sepertinya. Setelah banyak menderita akhirnya dia menemukan cinta sejati yaitu sang pangeran lalu hidup bahagia selamanya" saat mengatakan ini Alanaka kembali mengingat tokoh favoritnya dalam dongeng yang membuatnya punya mimpi ingin merasakan kehidupan indah seperti itu.


"Siapa coba yang tak ingin sepertinya? Menderita dulu lantas bahagia selamanya bersama cinta sejatinya! "


...:...


...TO BE CONTINUE...


...----------------...


Segini dulu yah readers semoga suka ;)


Bay.... bay


Spam komennya yah


Eh! Btw readers wanita ada gak yang pengen jadi cinderela? Yang hidup bahagia selamanya setelah menemukan cinta sejatinya!.