
... HAPPY READING...
... :...
...----------------...
Teriknya matahari, tidak membuat Alanaka menghentikan pekerjaannya dalam menyapu halaman. Halaman yang sang luas, hampa, dengan satu pohon mangga tertanam. Sayang sekali bukan?.
Kruyukkk
Suara itu berasal dari perut kecilnya Alanaka, di iringi rasa sakit menyerang. Mungkin ini adalah akibat dari dia yang tidak sarapan serta makan siang!.
Sebetulnya Alanaka bukan tidak ingin makan, tapi peraturan yang dibuat Nexlon yang menjadikannya seperti ini. Tidak boleh makan . Jika semua pekerjaannya belum selesai!. Peraturan macam apa itu?! Sungguh kejam!!.
"Sttttsss" ringisan lirih akibat rasa sakit menyerang perut Alanaka. Jika begini Alanaka jadi merasa, ini semua sama saja dengan dia tinggal bersama keluarganya. Tidak ada makanan, jika semua pekerjaan belum selesai!.
Ini semua bukanlah seperti yang dia harapkan! Dia hanya berharap mendapatkan kebahagiaan dan hidup penuh keindahan, setelah lepas dari keluarganya dan memilih menikah.
Terkadang Alanaka sering bertanya dan selalu mengulangi pertanyaan yang sama pada dirinya. Apakah setiap seorang wanita menikah, dia akan menjadi pembantu dirumah suaminya? Apakah hidupnya hanya ditakdirkan untuk menjadi seorang pelayan?Kenapa tidak ada kebahagiaan dalam hidupnya? Pertanyaan itu semua! Bukan menggambarkan dia itu mengeluh, namun hanya saja dia binggung dan butuh semua jawabannya.
"Sayang aku sangat senang kamu mengajakku untuk makan siang diluar" perkataan yang dilontarkan dengan nada lembut itu, membuat lamunan Alanaka buyar seketika.
Mencari-cari dimana sumber suara itu berada, hingga dia menemukan sepasang kekasih saling bergandengan mesra dengan sangat serasi. Dan yah... sepasang kekasih itu siapa lagi jika bukan Nexlon dan Nayla. Pemandangan pasangan serasi itu membuat hati Alanaka teriris, tidak cukup apa perutnya saja yang sakit karena diserang lapar. Terus kenapa? sakitnya harus bertambah dengan kali ini tepat dibagian uluh hati terdalam.
"Aku tidak menyangka kamu akan sangat romantis padaku, meluangkan waktumu yang sibuk untuk bisa makan siang bersama denganku" Nayla terus berbicara dengan bangga, dan Nexlon hanya diam seperti biasa. Oh... tidak lupa ekspresi datarnya.
'Berbicara denganku saja dia terlihat enggan, apalagi jika dia mengajakku makan bersama. Mungkin itu sangat mustahil! ' batin Alanaka.
Menatap sepasang kekasih itu dengan lekat meskipun ada jarak diantara mereka, tapi itu tidak menjadi penghalang buat Alanaka. Namun, bagaikan mendapatkan sebuah keberuntungan tatapan Nexlon dan tatapan Alanaka bersitatap, walaupun sekilas karena Nexlon harus masuk kedalam mobil. Akan tetapi itu berhasil membuat Alanaka sedikit bahagia di tengah-tengah rasa cemburunya.
Kepergian Nexlon dan Nayla menjadi rasa iri sendiri buat Alanaka. Dia jadi berandai-andai.
Alanaka pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Jika ditanya apakah dia tidak lelah? Maka jawabannya dia sangat-sangat lelah!. Apalagi tidak ada istirahat untuknya selama seminggu berturut-turut, yah... dia telah melakukan seluruh pekerjaan para pelayan. Dan itu adalah perintah dari sang Tuan Muda! Yang tak bisa dibantah.
📝📝📝
Detik berlalu begitu cepat, berganti dengan menit lalu menit berganti dengan jam. Yah sesingkat itulah waktu berlalu begitu cepat dan terasa singkat.
Meskipun malam sudah mengambil peran bahkan sekarang sudah tengah malam, seluruh pekerjaan para pelayan yang telah dikerjakan Alanaka sama sekali belum selesai.
Hal itu adalah suatu yang wajar. Karena dia melakukan pekerjaan itu sendiri tanpa ada bantuan.
Tapi yang tidak wajar itu adalah rasa lapar hebat yang sedang diderita Alanaka. Hal ini tidak sekali atau dua kali terjadi, namun sudah terjadi selama satu minggu berturut-turut sejak perintah dari Nexlon turun.
Pekerja Alanaka saat ini adalah sedang mengepel lantai untuk kedua kalinya, yang pertama pagi dan yang kedua adalah malam. Luas mansion ini sangat besar dan Alanaka sendiri tidak dapat memperkirakannya, jadi wajar saja Alanaka membutuhkan waktu sangat banyak hanya untuk mengepel lantai saja.
Alanaka sebenarnya cukup heran. Dia disini atau dirumah suaminya sendiri diperlakukan sebagai pelayan. Lantas kenapa? Dia juga tidak tinggal dikediaman para pelayan. Kenapa juga dia harus tidur terpisah? Ah tidak... lebih tepatnya digudang. Serendah itukah dirinya daripada para pelayan lainnya?.
Bisa jadi fakta bisa jadi tidak. Namun hal itu berhasil membuat Alanaka sakit hati dan berusaha keras untuk mempertahankan kewarasannya.
'Ah... Aku sangat lapar' batin Alanaka.
Mengepel lantai! AH... banyak lantai lagi yang harus dia pel, dia ingin menyerah, dia ingin beristirahat tubuhnya sangat lelah, dan perutnya sangat lapar! Tapi... Apa pun hal itu tidak bisa menjadikannya untuk lari dari pekerjaan itu.
Mata Alanaka berkaca-kaca. Dia berusaha keras menahan air matanya untuk tidak jatuh.
'Aku tidak lemah! Yah.. Aku tidak lemah!! ' membatin untuk menguatkan dirinya akan tidak mengeluarkan air mata yang memang tidak pantas untuk dikeluarkan.
Ting
Disaat Alanaka berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Tiba-tiba lift berbunyi yang kemudian disusul Nexlon yang berjalan keluar dari lift. Sangat kebetulan sekali Alanaka sedang mengepel lantai disekitar lift.
Dengan tampang tidak peduli serta seolah tidak mengenalnya. Nexlon berlalu melewati Alanaka bahkan lantai yang sudah kinclong di pel Alanaka harus terinjak sepatu mahal milik Nexlon. Sebegitu rendahkan jerih payah seorang pelayan? Sebegitu tidak pedulinya Nexlon padanya? Bahkan disaat berpapasan dia tidak mau menoleh atau memanggil istrinya sendiri.... Tapi ah perlu diperbaiki. Istri yang berkedok pelayannya! Baru benar.
Air mata yang berusaha ditahannya meluncur bebas membasahi pipi cacatnya. Wangi parfum seorang wanita sangat menyengat di indra penciuman Alanaka disaat Nexlon melewatinya.
Alanaka tidak naif! Dia tau bahkan sangat tau wangi parfum itu pasti milik Nayla selingkuhan atau kekasih baru suaminya.
Tidak salahkan jika dia menangis? Dia sadar posisinya adalah seorang istri yang tidak dianggap, dia juga sadar belum ada cinta untuk suaminya. Tapi wajar kan sebagai seorang istri walau dianggap ataupun tidak dianggap dia itu menangis?!.
Dimansion mewah milik suaminya dia menjadi seorang babu yang tak ada harganya. Tapi suaminya! Menikmati waktu yang bahagia bersama selingkuhannya. Bolehkan dia berfikir itu selingkuhan suaminya.
'Aku sangat menyedihkan! Tidak hanya perut yang sakit, tapi.... hati pun ikut sakit'
... :...
... TO BE CONTINUE...
...----------------...
YEAY! Akhirnya cerita Alanaka bisa update hari ini.
Walaupun updatenya tengah malam, tapi... semoga para pembaca pada suka sama episode kali ini.
Sekali itu author sempat udah jarang update karena kehabisan ide, tapi beberapa hari author udah rajin update. Syukur! Yah... itu semua karena doa kalian, thankyou semuanya 💜💜.
Oh ya, untuk pembaca setia cerita Alanaka. Makasih banyak yah, karena sejauh ini kalian masih bertahan. Walau terkadang alurnya pada gak jelas yah.