Alanaka

Alanaka
Puisi Malam



...HAPPY READING...


...:...


...----------------...


...Dari satu kesalahan, kita jadi tau untuk kembali membuat kesalahan....


...Alanaka...


Sore telah berganti malam. Kini saatnya sore berganti tugas dengan malam yang kelam.


Danau yang di terangi gelapnya malam, di tambah mendapatkan cahaya sang bulan. Kini danau itu terlihat indah dan sempurna, Dan Alanaka sang penikmat danau itu pada saat ini.


Alanaka tak tau danau ini milik siapa, tapi satu yang pasti dia tau bahwa danau ini masih bagian dari mansion Nexlon.


"Malam yang gelap, mari kita membuat kesepakatan! Aku akan dengan senang hati menikmati peran mu dan kau! Senang hati menyampaikan kemarahan, kesedihan, dan ketidakberdayaan ku untuknya"


Kata-kata itu singkat, tapi menyiratkan semua keinginan hati dalam keputusasaan. Tidak ada yang paham arti kata-kata itu kecuali dia yang juga merasakan.


Setetes air mata jatuh ke pipi melepuh Alanaka. Tatapannya yang datar menjadi penguat dalam dirinya.


Hei malam


Apa kau tak lelah menjadi bayang-bayang sore? Apa kau tak lelah selalu berganti tugas dengan sore dan pagi?


Aku saja sudah lelah berganti peran dalam hidup


Bahkan terkadang hati ini ingin sekali menuntut


Untuk mu malam tidak kau pernah berfikir untuk menuntut sang takdir yang tak pernah adil pada mu?


Malam dari mu aku belajar bahwa hidup ini selalu memiliki tugas. Entah itu berganti peran atau menjadi bayang-bayang.


Tapi wajar kan jika hati ini menuntut?


Menuntut atas ketidakberdayaan yang tak berujung pada kepuasan.


Air mata yang awalnya hanya setetes, kini menjadi tetesan yang tak terhitung. Alanaka tak peduli bahwa air matanya itu menyakiti dirinya karena wajahnya yang melepuh, dia hanya ingin melepaskan beban hati yang dia sendiri tak tau itu terjadi karena apa.


"Dan malam selalu lah temani bulan, bulan sama seperti mu sama-sama kesepian. Yah mungkin tanpa ku bilang kalian sudah selalu ada satu sama lain"


'Tapi ini bukan tentang malam dan bulan! Tapi ini tentang seseorang yang ingin merasakan dan menjadi malam yang selalu ada untuk bulan. Dan bulan yang selalu ada untuk malam'


📝📝📝


Seseorang melangkah dengan pelan. Melintasi halaman mansion yang luas, tak ingin ketahuan dia berusaha menciptakan langkah tanpa jejak dan suara.


Seseorang itu melangkah tanpa pencahayaan bantuan, dia hanya memanfaatkan malam yang di sinari sang bulan. Langkahnya melewati berbagai tempat hingga dia sampai ke tempat yang menjadi tujuannya.


Tempat itu adalah sebuah ruangan kecil meskipun di lihat dari luar. Ruangan itu terkunci dan dengan inisiatifnya sendiri seseorang itu mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya, dengan pelan-pelan membukanya tanpa menimbulkan suara. Dan tek... Pintu terbuka.


Dari luar pintu seseorang itu atau bisa di katakan penyusup itu dapat melihat di dalam berisikan seseorang yang sedang terlelap beralaskan sebuah kasur kecil.


Dengan langkap pelan tapi pasti penyusup masuk kedalam ruangan. Menghampiri seseorang yang tertidur itu, memandang wajahnya dengan jongkok dan ke terdiaman.


Detik demi detik, hingga beberapa jam telah terlewati hanya untuk penyusup memandang wajah seseorang yang telah tidur. Merasa waktunya telah habis penyusup itu pergi dari ruangan itu, meninggalkan kesunyian yang terus-terusan terjadi.


...:...


...TO BE CONTINUE...


...----------------...


Gimana-gimana untuk part kali ini? Ada yang penasaran gak?


Menurut kalian seru gak? Atau membosankan yah?


Mohon di jawab 🙏 Agar author dapat bertindak.


Oh yah maaf juga untuk part kali ini pendek, dan itu semua memang sengaja. Karena di bagian part ini semua alur yang di tulis memang semestinya.


Susah memahaminya yah?


Sekian dan Terimakasih


SEE You Next Time Chapter :)