Alanaka

Alanaka
Pria Misterius



... HAPPY READING...


... :...


...----------------...


... Kau dimana?? Permata hatiku! Aku merindukanmu Dan maafkan aku. ...


"Belum menemukannya? " suara dingin pria yang baru saja berbicara tadi memecahkan keheningan. Pria itu sedang berada diposisi menatap jendela besar dalam ruangan kerjannya, raut wajah pria itu hanya datar tanpa ada ekspresi.


"Maaf Tuan" ucap seseorang pria dengan penjualan hormat. Sepertinya pria itu adalah bawahan pria yang berucap dengan dingin beberapa detik lalu.


Posisi kedua pria itu berbeda, pria yang dipanggil tuan berposisi menatap jendela besar dengan pemandangan indah, sedangkan posisi pria yang berbicara dengan penuh hormat atau yang sepertinya seorang bawahan berada jauh degan posisi dibelakang sang tuan. Dari tadi pria yang merupakan bawahan menatap lekat punggung sang Tuan.


"Saya tidak butuh maaf mu! " ucap pria yang merupakan sang tuan degan dingin. Kali ini posisi pria itu berbeda, sekarang dia telah berhadapan dengan sang bawahan namun ada jarak jauh yang memisahkan mereka.


Mendengar perkataan sang tuan. Tangan pria itu seketika gemetar, sepertinya dia tau akan apa yang terjadi selanjutnya.


" Setiap segala sesuatu... "pria itu menjeda perkataannya, membuat tangan pria yang merupakan bawahan semakin gemetar ditambah berkeringat dingin.


" Ada konsekuensinya ZIEL" sedikit penekanan yang diberikan pria itu dalam menyebutkan nama anak buahnya dengan sengaja.


"Mohon maaf kan saya Tuan" Pria yang merupakan bawahan itu bernama Ziel. Ziel berusaha memohon maaf dari pria yang merupakan tuannya. Ziel tau konsekuensi apa yang dimaksud dari tuannya itu.


"Tuan saya mohon maaf..."


"S-saya akan lebih berusaha lagi untuk menemukan permata anda" ucap Ziel dengan nada tegas. Permata yang dimaksud Ziel bukanlah sebuah barang melainkan seorang spesial milik tuannya.


Dor


"AH! "


"AKU TIDAK BUTUH UCAPAN BUSUK MU!! "


Dor


Dua tembakan dengan kejam pria itu berikan pada Ziel. Lihatlah? Betapa kejam bukan pria itu!.


Karena mendapatkan tembakan mendadak pada bahunya, terlebih lagi dua tembakan. Membuat tubuh Ziel syok dan lemas seketika. Sehingga membuat kedua kakinya berlutut dilantai. Bahkan raut wajah Ziel terlihat sangat terkejut.


Mendapatkan tembakan mendadak membuat Ziel tidak berani berbicara, bahkan untuk mengeluarkan ringisan sekali pun. Meskipun tuannya hanya menunjukan raut wajah datar, Ziel dapat menyimpulkan bahwa tuannya ini sebuah dalam mode senggol bacok. Canda readers ✌.


'Tuan sangat seram! ' batin Ziel ketakutan. Saat ini dipikiran Ziel bukanlah tentang arsa sakit, melainkan tentang kekejaman sang tuan.


"Keluar! " ucap pria itu degan nada tetap sama yaitu dingin.


Ziel yang masih fokus dengan fikirannya, tidak mendengar apa yang dikatakan tuannya. Pikirannya tetap sama, sedang membayangkan betapa kejamnya tuannya itu.


"KELUAR! " Hingga nada bentakan dari pria itu berhasil membuat Ziel sadar dan kalang kabut.


"Baik Tuan" Ziel bangkit berdiri dari posisi berlututnya. Dengan penuh hormat Ziel menundukkan kepalanya. "Saya mohon pamit Tuan" setelah berkata seperti itu barulah Ziel pergi keluar dari ruangan kerja tuannya. Dan akhirnya dia bisa bernafas lega, karena telah berhasil keluar dari lubang neraka yang pintu keluarnya sangat sulit ditemukan.


Dengan bibir sedikit terangkat, Ziel terus melanjutkan langkahnya. Namun saat ingin menaiki lift menuju lantai bawah, Ziel melihat seorang pelayan berjenis kelamin perempuan yang memiliki tubuh kurus, serta wajah penuh luka sedang melaksanakan tugasnya. Dengan penuh perihatin Ziel menggeleng-geleng kan kepalanya, dan dalam pikirannya dia sudah tau. Apa penyebab pelayanan itu bisa mendapatkan semua luka pada wajahnya.


Tapi tunggu dulu! Wajah pelayan itu sangat tidak asing bagi Ziel. Apakah sebelumnya Ziel pernah bertemu pelayan itu? Bukan! Bukan bertemu sebagai pelayan di mansion besar tuannya, melainkan bertemu disebuah tempat atau yang lainnya.


📝📝📝


Subuh tadi akhirnya Alanaka dibebaskan, setelah dua hari lamanya berada diruangan terkutuk tanpa makan dan tanpa minum. Bahkan sampai sekarang Alanaka belum mendapatkan kedua hal itu, namun dia sudah dipaksa untuk bekerja. Alanaka hebat bukan!.


Tapi! Sehebat apapun Alanaka, sekuat apapun tubuhnya bukan berarti Alanaka tidak bisa merasakan sakit. Meskipun tubuh Alanaka tidak pingsan atau semacam apapun, namun saat ini Alanaka merasakan sedikit pusing pada kepalanya. Mungkin itu adalah salah satu efek dari dia tidak makan selama dua hari?.


"Tubuhku lelah! Badan ku sakit semua! Perut lu lapar! Dan kepala ku sakit" ucap Alanaka dengan lirih. Semoga tidak ada yang mendengar perkataannya.


Tangan kanan Alanaka terangkat satu untuk menghapus keringat dingin di dahinya. Tangan kirinya yang masih memegang sapu, jika diperhatikan lebih lekat pasti akan terlihat tangan kiri Alanaka yang sedang gemetar. Mungkin itu juga adalah salah satu efek dari tidak makan selama dua hari?!.


Dengan rasa kehausan pada tenggorokannya Alanaka menelan ludah sebanyak mungkin yang dia bisa. Alanaka juga sangat haus pada saat ini!.


"Aku haus. Aku butuh minum... "


"... Hahhh andaikan saja ada air yang bisa ku minum" merasa dirinya saat ini betul-betul butuh. Alanaka sampai-sampai berfikir halu, yang dia sendiri tau apa jawaban dari halunya. Namun Alanaka tidak salah bukan? Dia juga manusia biasa yang terlahir bisa menghalu! .


"Nyapu! Nyapu! Kau harus nyapu Alanaka. Ingat pekerjaan mu masih lagi banyak. T-ttapi apakah aku sanggup? " berkata sambil tangan yang terdiam memegang sapu tanpa menggerakkannya. Jelas-jelas hal itu dapat membuang waktu saja.


"Alanaka fighting! " tidka ada yang menyemangatinya, biarlah saat ini Alanaka sendiri lah yang menyemangati dirinya.


"Ingat diriku! Setelah pekerjaan mu semuanya selesai pasti kau bisa makan-makanan lezat "


"AH! Aku sudah tidak sabar untuk mencicipinya" pemikiran sederhananya sendiri berhasil membuat Alanaka tersenyum bahagia. Memang tidak lah salah peribahasa yang pernah Nayanika dengar "Yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri"


"Peribahasa itu benar dan bodohnya aku baru sekarang mengingatnya. Jika aku tidak mengingatnya mungkin aku sekarang tetap menjadi orang bodoh yang selalu menunggu orang lain untuk membahagiakan diriku.Tanpa bisa kusadari bahwa diriku sendiri bisa bahagia karena aku sendiri "


"Hahhh peribahasa yang indah... "


"... Aku menyukainya" Alanaka kembali melanjutkan acara menyapunya. Namun tidak beberapa lama kemudian setelah dia kembali menyapu, beberapa tetes darah jatuh membasahi lantai yang sedang dia sapu.


Dengan perasaan sedikit was-was Alanaka dengan sangat pelan-pelan meraba hidungnya melalui tangan kanannya.


Dan...


Yaps!


Darah itu berasal dari hidung Alanaka. Dan kalian tau? Ternyata Alanaka sudah menduga kebenarannya. Alanaka tidka lah lupa bahwa semakin hari keadaannya semakin buruk. Dan darah dari hidungnya sudah semakin sering keluar.


Alanaka menyedihkan bukan? Tapi jangan pernah kasihani hidupnya! Karena Alanaka benci fakta bahwa hidupnya sebagai seorang manusia dikasihani seorang manusia juga. Menurutnya kalian bagaimana?.


"Berdarah lagi! Aku sudah lelah.... "


... :...


... TO BE CONTINUE...


...---------------...


Pada nungguin yah?


Iya nungguin update gitu?


Ada gak?


Ada dong, hehehehe


Senja aneh yah? Iya Senja tau kok jawabannya, kalian jangan nangissss.