
...HAPPY READING...
...:...
...----------------...
Tidak ada hal yang baik terjadi pada Alanaka selama satu hari ini. Bekerja terus-menerus, tidak diberi makan, dan yang terakhir hidung Alanaka kembali mengeluarkan darah.
Tes
Tes
Tes
Darah ini yang kembali keluar dari hidungnya yang kelima kali dalam satu hari ini. Alanaka akan selalu repot membersihkan darah yang tertinggal dilantai dan akan selalu repot untuk membersihkan hidungnya ke kamar mandi. Jika dihitung sejak kapan hidungnya mulai mengeluarkan darah, jawabannya adalah sejak satu tahun lalu.
Alanaka sendiri tidak tau penyebabnya. Tapi dalam pikirannya dia hanya menebak, hidungnya bisa mengeluarkan akibat sering terlambat makan. Namun, jika dicerna secara logika tidak mungkin bukan karena sering terlambat makan hidung dapat mengeluarkan darah?
Namun jauh dalam lubuk hatinya yang terdalam, benar atau tidak benarnya tebakannya. Alanaka hanya berharap hidungnya yang berdarah, bukan salah satu tanda-tanda bahwa dia memiliki penyakit serius. Dia adalah seseorang yang miskin bahkan untuk makan harus bergantung pada orang lain. Apalagi jika dia memiliki penyakit, sudah pasti dia tidak memiliki uang untuk berobat.
Tidak ingin pergi ke kemar mandi, akibat sudah lelah dari segala pekerjaannya. Apalagi untuk kelima kalinya ke kamar mandi, jadi Alanaka memutuskan menggelap darah yang pada hidungnya melalui lengan seragam pelayan yang dia gunakan. Huntung seragam pelayan yang dia gunakan berwarna hitam, sehingga warna darah tersebut tersamarkan.
Secara kebetulan saat ini Alanaka sedang menggepel lantai, sehingga darah yang jatuh ke lantai dapat langsung Alanaka lap.
Untuk kondisi hidung Alanaka yang sering mengeluarkan darah, tidak ada yang mengetahuinya kecuali dirinya sendiri. Bahkan keluarganya sendiri apalagi suaminya.
Alanaka selalu sendiri, bahkan Bibi Leni sudah menjauh darinya. Jadi Alanaka hanya bisa menelan rasa ingin taunnya pada semua hal.
Alanaka kembali melanjutkan pekerjaannya. Dengan penuh kerja keras dan berharap. "Semoga hari ini aku mendapatkan jatah makan." sebuah harapan yang semoga saja terjadi.
📝📝📝
Malam sudah begitu larut. Banyak orang sudah berkelana dalam alam mimpi. Dan banyak juga orang masih memilih begadang untuk suatu hal.
Pekerjaannya Alanaka seakan terasa lambat selesai. Pada jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat, tidak seperti semalam Alanaka entah kenapa bisa menyelesaikan pekerjaannya begitu cepat.
Alanaka melangkahkan kakinya menuju dapur. Dan saat sampai didapur dari sudut matanya Alanaka dapat melihat ada sebuah piring yang menyisakan beberapa suap nasi tanpa lauk. Alanaka yakin makanannya itu adalah untuknya dan sontak saja kedua sudut Alanaka tersenyum manis. "Yes malam ini aku bisa makan. "
Alanaka mencuci tangannya didalam wastafel. Setelah selesai mencuci tangannya diwastafel, Alanaka kemudian menyantap makanan sisa tersebut dengan tangannya tanpa memakai sendok. Menyedihkan makanan tersebut atau lebih tepatnya nasi tanpa lauk itu hanya tersisa tiga suap masuk kedalam perut Alanaka. Sudah satu hari setengah tidak makan, justru sepala makan hanya nasi tanpa lauk itupun tiga suap. Sungguh tidak sesuai dengan ekspetasi Alanaka. Namun jika dipikirkan, apa yang mau di ekspetasikan pada makanan sisa? Berharap ditinggalkan makanan banyak! Tidak mungkin... Namanya saja sudah makanan sisa sangat mustahil untuk mendapatkan banyak makanan masih tersisa.
Alanaka mencuci piring bekas makanan sisa untuknya. Setelah selesai, Alanaka mengambil segelas air putih lalu meminumnya, dan seketika tenggorokan Alanaka terasa lega.
Alanaka pun keluar dari dapur serta mansion Nexlon dan pergi menuju kamarnya. Saat ini Alanaka sangat ingin beristirahat. Dia sudah lelah pada semua aktivitas yang telah dia lakukan selama satu hari ini.
Saat sampai dikamarnya Alanaka terlebih dahulu membersihkan tubuhnya. Lalu beranjak tidur menuju alam mimpi.
"....Tidak usah menjawab! Karena aku tidak membutuhkan jawabanmu, mau kau setuju atau tidak aku tetap akan bercerita" mendengar perkataan itu membuat remaja laki-laki itu mendelik tidak suka.
"Ada kedua anak perempuan yang terlahir, dengan jarak satu tahun. Sang kakak berinisial A sedangkan sang adik berinisial M. Kehidupan keduanya tidak sama-sama beruntung... Karena satu kesalahan. Sang kakak dan sang adik bermain sepeda diluar rumah, namun tiba-tiba seorang penculik datang dan menculik si adik, kau tahu?! sang kakak disalah kan oleh kedua orangtuanya, karena bermain sepeda diluar rumah adalah keinginan sang kakak. Jika tahu adiknya akan diculik sang kakak tidak akan mengajak sang adik bermain sepeda diluar rumah! Sang kakak juga akan mengurungkan niatnya untuk bermain sepeda. Menurut Sang kakak apakah salah?!....
".... Ahhhh. Dua tahun sang adik tidak ditemukan, sang mama dan papa kedua perempuan itu frustasi, namun sebuah keberuntungan pencarian mereka akhirnya menemukan titik terang. Sang adik ditemukan dengan keadaan menyedihkan, saat diculik kehidupan sang adik tidak lah baik! dia selalu disiksa dan disiksa! Kasihan bukan?! Sama aku juga mengasihinya dan merasa bersalah!empat bulan lebih sang adik harus mendapatkan perawatan intens dirumah sakit, dan kau tahu?! sang adik memang menyedihkan, tapi sang kakak juga menyedihkan, dia sendiri semua orang terfokus pada sang adik tanpa mengingat ada sang kakak yang sendirian. Menantikan kepulangan seseorang untuk melindunginya dirumah yang kosong hanya satu penghuni, dan menantikan seseorang untuk membawanya pergi agar bisa melihat kondisi sang adik "
"Dan seperti kau duga! sang kakak dilupakan dan sang adik ditinggikan. Hebatnya sang kakak! dia selalu menyayangi sang adik dan tidak pernah menyerah pada hidup sampai sekarang, walaupun tidak cinta atau kasih sayang yang dia dapatkan "
Saat menceritakan kisah sang kakak dan sang adik itu, mata remaja perempuan itu berkaca-kaca. Terkadang dia menatap kebawah dan dia menatap keatas untuk mencegah air matanya jatuh. Dan remaja laki-laki itu dari tadi hanya fokus mengamati ekspresi remaja perempuan itu saat bercerita dan telinganya tetap mengikuti setiap alur dalam cerita.
"aku menceritakan kisah sang kakak dan sang adik, bukan untuk memaksamu menjadi seperti sang kakak. Tapi aku menceritakan kisah ini agar kau tau apa yang harus kau lakukan selanjutnya pada hidupmu! Aku hanya sedikit memberikan motivasi dan selanjutnya hanya jawabanmu yang dapat menentukan hidupmu" seutas senyum tipis tersungging dibibir pucat remaja perempuan itu*.
Alanaka menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras dalam tidurnya, dahinya dipenuhi keringat, dan bibirnya bergetar hebat. Sepertinya penyebabnya adalah karena sepercik dialog tersebut menghantui dunia mimpinya.
"Namamu siapa? "
"Himalaya"
Bruk
"HIMALAYA"
"AH.... TIDAK"
...:...
... TO BE CONTINUE...
...----------------...
Segini dulu yah readers. Besok-besok dilanjut. Kalau Senja sempat...
Maklum nieh.. Senja adalah manusia yang pasti memiliki kesibukan. Sama seperti kalian, Senja harap kalian dapat mengerti dan masih dengan setia menantikan setiap episode dari cerita ini.
Tapi Senja bakalan usahain kok agar bisa ul besok.... Doakan Senja yah readers 🤧.
Dadadah...
Sampai jumpa di episode selanjutnyaaaaaaaaaaaaaa....
AWAS RINDU. HEHEHE***