
Soreeeee menjelang malam readers......
Ada yang nungguin cerita ini up??????
Ada yang rindu sama Senja??????
Btw kalian lagi apa????????
Spam komennya dong......
...HAPPY READING***...
...:...
...----------------...
Malam ini pekerjaan Alanaka entah kenapa bisa selesai begitu cepat. Biasanya pekerjaannya akan selesai sampai jam dia bekas lewat. Tapi kali ini pekerjaannya selesai jam sebelas kurang. Hebat bukan?
Seperti peraturan yang ditetapkan untuknya khusus. Setelah pekerjaannya selesai dia boleh mengambil jatah makanannya. Mengingat dia akan makan Alanaka tersenyum sangat manis, dengan sesekali melompat bagaikan anak kecil.
"Yes! Aku akhirnya bisa makan. " Alanaka bersorak dengan gembira. Begitu sederhana bukan kebahagiaannya? Hanya mengingat dia akan bisa makan, karena pekerjaannya sudah selesai, Alanaka melakukan berbagai tindakan untuk menunjukkan bahwa dia sedang bahagia. Alanaka tersenyum sangat manis, bersorak gembira dan melompat bagaikan anak kecil.
Ternyata benar, kebahagiaan itu bisa muncul walau hanya hal sederhana. Namun, sayangnya meskipun hal sederhana belum tentu juga orang-orang bisa mendapatkan. Jadi syukuri lah segala kebahagiaanmu!
"Yeyyyy.... yeyy bisa makan... "
"... Dari tadi perutku sudah berbunyi. Huntung saja pekerjaanku, ku selesaikan dengan cepat hari ini. Mungkin hari ini adalah hari keberuntunganku" bagi Alanaka bisa menyelesaikannya pekerjaannya dengan cepat tidak seperti biasanya, merupakan sebuah keberuntungan.
" Sepertinya mulai hari ini, aku harus bisa lebih giat dalam menyelesaikan pekerjaan. Agar aku bisa makan dengan cepat dan penyakit maag ku tidak akan kambuh. Huntung saja setiap kambuh perutku hanya sakit saja tidak sampai pingsan. Karena aku yakin jika pingsan pasti tidak akan ada orang yang mau menolong ku" nyatanya Alanaka adalah seorang penderita penyakit maag. Huntung saja semenjak dia tinggal di mansion Nexlon. Alanaka tidak pernah pingsan hanya karena maagnya kambuh, tidak seperti dirumahnya dulu dia sampai pingsan beberapa kali dan berujung setelah sembuh dia akan mendapatkan konsekuensi, karena merepotkan orang tuannya dan menambah beban membayar uang obat. Dan huntung juga jika maagnya kambuh perutnya hanya terasa sakit.
"Ngomong-ngomong makanan apa yang akan aku makan? " tanya Alanaka pada dirinya. Mulai sekarang kalian tidak usah heran melihat Alanaka berbicara sendiri pada dirinya. Karena ingat! Alanaka sama sekali tidak punya teman dimansion Nexlon. Jika, punya itupun dulu bukan sekarang.
Alanaka melangkahkan kakinya menuruni tangga. Sebenarnya dimansion ini terdapat sebuah lift, namun ada sebuah peraturan yang mengatakan 'Semua pelayan tidak boleh menggunakan lift! Mereka harus menggunakan tangga!! ' peraturan yang sungguh kejam bukan?
"Tangannya kenapa banyak sekali sih... Aku sudah lelah" keluh Alanaka.
"Rasanya aku ingin sekali menaiki lift" sebuah keinginan yang mungkin tidak akan pernah terjadi!
"Demi bisa makan aku harus semangat! " tangan kanan Alanaka terangkat, membentuk sebuah kepalan semangat. Tidak ada orang yang menyemangatinya, biarlah dirinya sendiri yang melakukannya.
"Makanan tunggu aku.... " merasa jika jalannya saja akan lama sampai, Alanaka memilih berlari dengan sedikit hati-hati menuruni tangga.
Capek melangkah akhirnya Alanaka sampai di dapur. "Bibi" sapa Alanaka dengan girang, saat matanya melihat kehadiran Bibi Leni di dapur. Rasa lelah Alanaka jadinya hilang.
"Pekerjaanmu sudah selesai? " tanya Bibi Leni pada Alanaka dengan raut wajah datar tanpa ekspresi.
"Sudah Bibi" Alanaka berucap sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Hais... Alanaka sangat gembira Bibi Leni bertanya padanya, karena menurut Alanaka pertanyaan Bibi Leni adalah sebuah bentuk perhatian untuknya.
"Bagus! "
"Tuan Muda memberikan perintah kepada saya. Mulai hari ini kamu akan makan dari sisa makanan Tuan Muda! ... "
Deg
".... Yang berarti, kalau seandainya pada hari ini Tuan Muda tidak ada makan atau tidak memiliki sisa makanan. Artinya kamu tidak memiliki jatah makan! "
Deg
"Hehehehe. Bibi bercanda? " Alanaka tidak mau percaya dan berfikir Bibi Leni sedang bercanda.
"Satu hari ini Tuan Muda hanya makan sekali pada pagi hari dan itu bersama kekasihnya atau calon Nyonya baru kita. Makanan sisa sudah dibuang dan perintah yang diberikan Tuan Muda terjadi tadi siang. Sehingga pada hari ini kamu tidak akan mendapatkan jatah makanan! " merasa bahwa semua tugas yang diberikan sang Tuan kepadanya sudah selesai, Bibi Leni berlalu pergi dari sana. Meninggalkan Alanaka sendiri dengan segudang pemikirannya dan keterkejutannya.
"Cobaan apalagi ini? Barusan aku bersiap ingin makan, pekerjaanku sudah selesai. Tapi kenapa? Perintah itu harus dikeluarkan? "
"Apakah selama bekerja aku ada melakukan kesalahan? Tapi menurutku sepertinya tidak! Namun, kenapa?... K-kenapa.. " Alanaka tidak siap menerima perintah yang diberikan Nexlon. Alanaka terkejut dan binggung kenapa perintah itu dikeluarkan. Apakah selama ini dia ada melakukan kesalahan dalam bekerja?
"Mungkin ini terjadi, karena masalah yang sekali itu. T-tapi aku kan difitnah dan tentu saja itu bukan salahku. " ucap Alanaka dengan pemikiran yang sudah jauh entah kemana berfikir.
"Alanaka kau bodoh!... "
"Kau memang tidak bersalah Naka! Tapi Nexlon berfikir ini semua salahmu, jelas-jelas dia akan lebih mempercayai kekasihnya daripada dirimu yang hanya sekedar istri yang dibenci. "
Tuk
Alanaka memukul kepalanya dengan sedikit kuat. Dia tidak habis pikir pada kebodohannya.
Kruyukkk
Perut Alanaka berbunyi diwaktu yang tidak tepat. "Dasar perut aku tau kau lapar, tapi tidak usah berbunyi sekarang juga. " Alanaka berucap dengan segala kekesalannya.
Alanaka tidak menangis. Dia hanya menarik kedua sudut bibirnya, lalu tersenyum kecewa. "Apakah aku makan terlalu banyak yah, sehingga Nexlon mengeluarkan perintah seperti itu? " Dalam pikirannya Alanaka berusaha untuk berfikir positif. Dia tidak mau berfikir negatif yang berujung membuat hatinya sakit.
Alanaka menundukkan kepalanya dengan kecewa, tetap sama Alanaka tidak menangis! "Hahhh." mungkin belum waktunya kamu bisa makan perut" Alanaka mengelus perutnya. Untuk hal ini Alanaka harus bisa menjadi orang sabar.
"Perut mungkin waktumu untuk makan adalah besok. Yah, semoga saja.... "
Kruyukkk
"Sttttss." meskipun Alanaka berusaha untuk sabar menahan rasa lapar. Rasa sakit pada perutnya tidak bisa menahan sabar.
"Perut bukan hanya yang ingin makan. Kau juga, tapi kita harus bisa sabar. Ingat! Sabar itu membawa berkah loh." pernahkah kalian melakukan cara yang sama seperti Alanaka? Berbicara pada perutnya sendiri agar mengerti pada posisi dirinya saat ini.
"Pekerjaanku sudah selesai, waktu untuk makanku tidak ada dan sebaiknya aku pergi tidur saja. " Alanaka pergi dari dapur menuju sebuah gudang tak terpakai yang sudah disulap menjadi kamar kecil miliknya.
Ceklek
Ceklek
Alanaka membuka pintu kamarnya, lalu menutupnya kembali. Melepas sepatu pelayannya dan pergi berganti baju. Tanpa mandi dan hanya berganti baju Alanaka memutuskan menelungkupkan tubuh kurusnya dikasur. Alanaka mengambil sebuah buku spesial yang tersimpan dibawah kasurnya. Dalam buku itu ada sebuah pulpen tersimpan.
Dengan tulisan tangannya Alanaka menulis banyak kalimat dalam lembaran kertas dibuku itu. Biarlah kali ini Alanaka lega, karena telah mengeluarkan semua keluh kesahnya dalam lembaran kertas itu.
...:...
...TO BE CONTINUE...
...----------------...
***Ada yang pengen ngasih pesan buat Nexlon?
Nexlon jahat banget kan readers 🤧. Tega benar ngasih perintah untuk Alanaka makan-makanan sisa miliknya***.