
...HAPPY READING...
...:...
...----------------...
...Apa ini namanya cinta? Apakah kecemburuanku mengartikan bahwa aku mencintainya? Yah... cemburu! walau hanya sedikit. ...
... Alanaka...
Apakah kalian percaya pada cinta? Atau malah sebaliknya, kalian tidak percaya pada cinta? Pernahkah kalian jatuh cinta?!.
Iya cinta! Sebuah perasaan emosional yang membawa banyak hal positif dalam diri.
Menurut kalian apakah mencintai seseorang dapat menimbulkan perasaan cemburu ketika melihat orang yang dia cintai bersama seseorang yang tidak dia sukai atau sebaliknya, orang yang menyukai orang yang dia cinta?.
Selain cinta membawa perasaan positif dalam diri, definisi cinta juga tidak sesederhana itu!.
Untuk pertanyaan diatas tersebut tidak bermaksud ingin menyinggung perasaan kalian atau hal pribadi dalam diri kalian dan itu merupakan ketidaknyamanannya atau ketidaksukaan kalian. Pertanyaan diatas hanya untuk. Sedikit menyakinkan atau mengetahui keadaan, apakah Alanaka sudah mencintai Nexlon? Karena saat ini dia memiliki sedikit...iya sedikit rasa cemburu melihat Nexlon bersama kekasih barunya!.
Pagi hari Alanaka diawali dengan rasa cemburu, melihat satu pasangan baru sedang makan bersama dimeja makan. Memang itu adalah hal sederhana,tapi hal sederhana itu berhasil membuat Alanaka sedikit cemburu. Apakah itu namanya cinta? Tapi sepertinya tidak, karenakan dia sedikit cemburu!. Dan paling sialnya bagi Alanaka kenapa coba harus dia melayani mereka makan?.
Para pelayan yang lain tidak tau keberadaannya ada dimana. Bisa jadi mereka sedang diliburkan dan bebas jika ingin pergi mengunjungi para keluarganya, karena sekarang ada Alanaka atau bisa jadi saat ini mereka berada dikediaman para pelayan sedang bersantai menikmati waktu libur yang sangat-sangat jarang sekali terjadi. Dan untuk Bibi Leni dia sedang berada didapur tidak tau sedang apa, tapi yang jelas Bibi Leni tidak ingin membantu Alanaka.
"Sepertinya kamu sangat lapar sekali sayang, makannya lahap banget! "ucap Nayla. Yang jelas-jelas perkataan itu berhasil membuat Alanaka kesal.
'sayang-sayang enak banget tuh mulut berbicara! '
"Saat ini kita sedang makan! " Perkataan tegas yang berasal dari Nexlon berhasil membuat Nayla terbungkam dan tentunya itu adalah suatu kesenangan bagi Alanaka
'Mampus! ' biarlah kali ini Alanaka berkata kasar.
"Maaf sayang" ucap Nayla meminta maaf, dia cukup memaklumi mungkin kekasihnya ini tidak menyukai berbicar saat sedang makan. Dan hal itu sedikit membuka wawasan dalam pikirannya, kenapa disaat dia mengajak Nexlon berbicara disaat makan hanya dijawab singkat! Walaupun tidak sedang makan saja Nexlon seperti itu. Tapi Nayla dapat melihat ada ketidakengganan disaat Nexlon menjawab singkat saat dia mengajak berbicara Nexlon diwaktu makan.
Kruyukk
Tiba-tiba suara perut berbunyi memecahkan kesunyian, dalam ketenangan kedua insan yang sedang menikmati makanan.
Tatapan datar Nexlon serta tatapan sinis Nayla dengan serentak menatap kearah Alanaka. Dan Alanaka? Dia tidak mengerti sama sekali mengapa pasangan baru itu menatapnya dengan berbagai tatapan.
Kryukukk...
Dan kali ini suara bunyi kedua, berhasil menyadari kenapa pasangan baru itu menatapnya. Dengan perasaan malu,merasa sedikit bersalah dan takut dimarahi oleh Nexlon menganggu ketenangan mereka disaat makan, Alanaka menekan perutnya.
Dengan pandangan malu, takut, serta sedikit bersalah Alanaka membungkukkan kepalanya. Lalu berkata. "Maafkan saya Tuan dan Nona".
'Stttttss... Perut bisa tidak! Untuk tidak berbunyi dan berdenyut. Aku takut Nexlon akan marah! Aku tau juga kau pasti lapar, apalagi didepan mata telah terhidang makanan lezat serta mewah. Perut kita itu sama. Sama-sama lapar! Tapi apa boleh buat kau harus banyak-banyak bersabar... Karena jatah makan kita masih lama! '
Alanaka mengenal napas lega. Karena ketakutannya akan dimarahi Nexlon tidak terjadi. Pasangan baru itu pun melanjutkan makan mereka yang telah terganggu.
Makanan-makanan mewah terhidang dimeja makan, entah itu makanan berat atau makanan ringan sekalipun semuanya ada dan mengunggah selera. Alanaka tidak tau apa saja nama makanan-makanan itu, tapi yang pasti ketika dia memperhatikan lekat-lekat makanan itu perutnya semakin sakit.
Setelah pasangan baru itu selesai makan dan Alanaka sudah merapikan meja makan. Kini saatnya Alanaka memulai tugasnya yang lain. Yah.... sedang mengelap seluruh perabotan-perabotan mahal milik Nexlon. Dan saat ini dia memulai pekerjaannya dilantai bawah dekat dengan ruang tamu yang dimana Nexlon dan Nayla sedang berduaan disana, meskipun dekat dengan ruang tamu namun Alanaka tidak dapat menjangkau atau melihat apa saja yang dilakukan pasangan baru itu dan apa saja yang mereka bicarakan.
Saat sedang asiknya Alanaka mengelap sebuah lukisan, tiba-tiba Nayla berjalan seperti kearahnya.
Prangg
Entah disengaja atau tidak disengaja Nayla menyenggol Alanaka sehingga membuat lukisan yang sedang Alanaka lap terjatuh. Alanaka diam mematung tidak dapat mencerna.
Nayla berjongkok, mengambil satu pecahan kaca lalu menggoreskan runcingan kaca pada jari telunjuknya. Dengan ekspresi yang dibuat semenyedihkan mungkin, Nayla lalu berteriak. "AH SAKIT.... " volume suaranya disengaja dikuatkan.
"APA YANG TERJADI?! " dari kejauhan Nexlon berteriak dan tak lama terdengar suara langkah kaki menghampiri kedua wanita itu.
"Hiks... Sayang tangan ku berdarah... " ucap Nayla mengadu pada Nexlon dengan menunjukkan sedikit luka pada jari telunjuknya.
"Hiks..... ini sakit" setetes air mata Nayla seakan mendukung sandiwara menyedihkannya.
Alanaka yang masih sedikit mencerna dengan apa yang terjadi, langsung disungguh kan dengan tatapan tajam yang Nexlon berikan. Bahkan tatapan tajam Nexlon dua kali lipat lebih menyeramkan daripada sebelumnya.
Mengerti arti tatapan tajam Nexlon itu, Nayla menjelaskan apa yang terjadi dengan tentu saja menggunakan bumbu-bumbu kebohongan. "T-Tttadi saat aku ingin kedapur, hiks.... Dia! pelayanan ini menabrak tubuhku dengan sengaja padahal jalan masih saja luas. Hiks...Dan kebetulan sekali dia membawa sebuah lukisan yang otomatis terpecah hiks... hiks.... Saat tertabrak tubuhku, hiks... hiks.. " tangis Nayla pecah, padahal itu semua adalah kebohongan.
Mendengar penjelasan Nayla pada Nexlon dengan bumbu-bumbu kebohongan. Alanaka mulai mengerti sekarang, kekasih batu suaminya ini ingin memfitnahnya.
Mendengar penjelasan dari kekasihnya itu membuat amarah Nexlon naik.
Plakk
Sekali tamparan Nexlon untuk Alanaka, seketika menbuat wajah Alanaka langsung lebam dengan warna kebiruan.
"A-kku tidak bersalah! " meskipun sudah mendapatkan tamparan dari Nexlon. Alanaka dengan berani menjelaskan bahwa dia tidak bersalah.
"Sayang jangan percaya pada wanita itu! " dengan sangat cepat Nayla berusaha menghasut Nexlon.
"Sayang ini sangat sakit... "
Alanaka menatap luka kecil pada jari telunjuk Nayla dengan sinis. 'Cih.. baru juga luka sedikit'.
Plakkk
...:...
...TO BE CONTINUE...
...----------------...
Semalam author tidak update, maaf banget yah.. readers. Semalam author itu tidak memiliki ide apapun untuk alur yang harusnya episode hari ini jadi episode semalam. Dan dapet alurnya baru hari ini, yah... walaupun keknya alurnya rada gak jelas, sorry benget yah... readers
Udah dapat belum nama yang cocok untuk manggil author tuh apa?.