Alanaka

Alanaka
Lagi Dan Lagi Hukuman



Semalam gak up...


Ada yang nyariin cerita ini gak????? ....


...HAPPY READING...


...:...


...----------------...


...Tubuh kurus yang lemah. Akhirnya kembali disakiti oleh orang yang penting dalam hidupku....


...Alanaka...


Cetar


"AH"


Satu cambukan Nexlon layangkan pada tubuh kurus milik Alanaka. Bahkan saking kurusnya tubuh Alanaka tidak ada terdapat daging atau lemak dalam tubuhnya semua hanya terlihat tulang. Miris, bagaimana coba tidak miris? Jika dia makan hanya sekali sehari.


Saat sudah tinggal bersama Nexlon. Alanaka senang, karena setiap hari dia bisa makan dan makanan itu sendiri tergolong mahal walaupun khusus pelayan. Yah... hal itu cukup baik daripada yang dia dapatkan saat tinggi bersama keluarganya. Alanaka juga tidak masalah harus disamakan sama seperti pelayan, karena dia sudah biasa dan menatap hal itu bukan masalah yang harus dipermasalahkan.


Cetar


"AH SAKIT" Alanaka berteriak kesakitan.


Cetar


Cetar


"Tidak-tidak..... Ini sangat s-ssakit" Alanaka tidak berteriak. Tapi berkata dengan lirih, cukup membuat seseorang yang mendengarnya prihatin. Kecuali... Nexlon, karena seorang Nexlon itu kejam dan tidak memiliki rasa kasihan.


Cetar


"Ku mohon berhenti"


Kini telah lima cambukan Nexlon layangkan pada tubuh Alanaka. Untuk Alanaka, apakah dia menangis? Maka jawabannya TIDAK. Pasti alasannya kalian sudah tau! Iya... Alanaka tidak ingin terlihat lemah didepan Nexlon. Dia ingin selalu menutupi kelemahannya dan ingin terlihat kuat, walaupun harus disakiti sebanyak apapun. Alanaka akan tetap mempertahankan prinsipnya tanpa mau menjadi diri sendiri.


Padahal menjadi diri sendiri itu lebih indah dan menyenangkan. Namun hal indah dan menyenangkan itu tidak bisa dilakukan semua orang.


Cetar


"AH"


Cetar


"SAKIT... "


"S-ssakit.. "


"Tuan saya mohon berhenti"


"Saya tidak salah Tuan, saya difitnah, saya tidak melakukan hal itu. Saya mohon Tuan b-bberhenti cambuk tubuh saya"


Cetar


Cetar


"Tuan kali ini. P-ppercayalah pada s-ssaya" Alanaka berkata dengan terbatah-batah, sakit pada tubuhnya lah yang menjadi penyebabnya.


"T-ttuan"


Cetar


"AH SAKIT. KUMOHON BERHENTI TUAN" Alanaka berteriak dengan keras. Nexlon yang mendengar teriakan Alanaka semakin membabi buta untuk mencambuk tubuh Alanaka.


Cetar


Cetar


Cetar


Cetar


Tidak ada waktu yang diberikan Nexlon untuk Alanaka bisa berteriak dan mengekspresikan kesakitan yang dia terima. Semuanya terlalu cepat dan gila.


Cetar


Cetar


Cetar


Cambukan Nexlon tidak main-main. Bahkan cambukan Nexlon lebih bertenaga dan terasa sakit pada tubuh, daripada cambukan yang diberikan pria penjaga ruangan terkutuk itu.


Cetar


Cetar


"T-tttttuan... " kali ini Alanaka lebih berkata lirih daripada perkataannya yang sebelumnya. Saking sakitnya wajah serta punggung tubuhnya, kegelapan merenggut kesadaran Alanaka. 'Apakah ini adalah akhir ku'.


Jika ditanya dalam lubuk hatinya yang terdalam. Alanaka sangat sakit hati sekali pada suaminya. Dia mungkin belum mencintai suaminya tapi dia memiliki rasa sayang untuk suaminya. Dan yang lebih parah lagi dari rasa sakitnya, didetik dia ingin pingsan dan didetik segala cambukan serta fitnah kepadanya. Dia harus membela dirinya dengan berkata Tuan yah... Pembicaraan seorang bawahan kepada sang Tuan terhormat. Padahal dia istrinya! Namun begitulah kenyataannya betapa sangat rendahnya Alanaka.


Cetar


Cetar


Cetar


Cetar


Cetar


Cetar


Cetar


Tujuh cambukan terakhir yang Nexlon berikan pada tubuh kurus Alanaka. Nexlon tidak buta untuk mengetahui bahwa Alanaka sudah pingsan. Tapi dengan mementingkan perasaan puasnya, egonya, dan kekejamannya Nexlon memberikan tujuh cambukan sebagai salam perpisahan.


"Biarkan dia berada diruangan ini sendiri!... "


"... Tidak ada makanan atau minuman yang diberikan untuknya! "


"Dan biarkan dia keluar dari ruangan ini, setelah aku memberi perintah! " tiga kalimat yang berusaha dia ucapkan sesingkat-singkat mungkin, sebelum pergi dari ruangan terkutuk itu untuk menemui kekasihnya.


Pria itu, si penjaga ruangan terkutuk ikut pergi meninggalkan ruangan dan membiarkan Alanaka sendiri sesuai dengan perintah yang diberikan sang Tuan. Dia tidak mungkin melanggar perintah sang Tuan dan dia sendiri tidak memiliki niat untuk melanggarnya. Karena baginya melanggar satu perintah balasannya adalah nyawa yang meregang tak bernapas atau tubuh yang cacat dengan segala kesengsaraan antara hidup dan mati.


Kejam bukan?! Tapi nyatanya itulah Nexlon. Seorang pria kejam dan seorang pria yang tidak memiliki belas kasihan bahkan untuk istrinya sendiri.


📝📝📝


"Bibi obati dia! " perintah Nexlon pada Bibi Leni yang ada didepannya. Untuk dia yang dimaksud Nexlon adalah Nayla.


"Baik Tuan" jawab Bibi Leni dengan patuh.


"Mohon katakan sakit Nyonya, jika saya salah mengobatinya" ucap Bibi Leni dengan penuh hormat pada Nayla. Dan Nayla dia hanya memasang raut wajah datar, tidak ada keramahan pada raut wajahnya. Jika itu adalah Alanaka dia pasti akan memarahi Bibi Leni dan berkata. "Bibi kita ini teman dan Bibi lebih tua daripadaku. Jadi tidak pantas Bibi berkata seperti itu kepadaku, yang ada aku seharusnya berkata hormat pada Bibi"


Dengan penuh hati-hati Bibi Leni mengobati jari telunjuk Nayla yang terluka. Sangat lebay padahal lukanya hanya sedikit, berbanding terbalik pada luka yang didapatkan Alanaka.


Bagai dunia perfiliman begitulah saat ini Bibi Leni mengobati Nayla. Jika kalian melihat secara langsung pasti akan enek sendiri melihatnya. OH... jangankan lihat sendiri lihat dia TV ataupun di HP kalian aja sudah kesal, akan adegan seperti itu.


'Alanaka manusia malang kelak kau harus tau, bahwa aku sangat menyukai penderitaan. Dan secara kebetulan seseorang itu mengundangku datang dan menyuruhku untuk memberikanmu penderitaan kepada hidupmu. So jangan salahkan aku atas semua penderitaanmu, tapi salahkan dia sang pembuatan dialog penderitaan untuk hidupmu' .


...:...


...***TO BE CONTINUE...


...----------------...


Spoiler episode berikutnya***:


Alanaka menatap kosong pada ruangan hampa didepannya. Kantong matanya sembab, matanya memerah, dan bibirnya pucat kering. Dia bagaikan mayat hidup yang sangat menyedihkan.


"Apakah aku harus menyerah? " Alanaka bertanya lirih pada dirinya.


"KENAPA? KENAPA SEMUA INI HARUS TERJADI PADAKU" saking lelahnya pada semua penderitaan yang terjadi dalam hidupnya. Alanaka berteriak, dia ingin hatinya bisa lega, walaupun itu sedikit.


"KENAPA SEMUA PENDERITAAN SELALU DATANG PADA HIDUPKU?..."


"... APA AKU TIDAK BISA BAHAGIA?! SEDIKIT SAJA PUN KEBAHAGIAAN TIDAK BISA? "


"Atau s-ssatu saja kebahagiaan. Apakah tidak bisa? " setetes air mata kembali jatuh membasahi pipinya.


Kalian heran yah, kenapa Senja buat spoiler episode?


Hehehe 😬 S**enja juga gak tau jawabannya apa!.


Buat para readers gak usah heran yah lihat kelakuan Senja. Soalnya Senja memang rada aneh gitu... Jadi harap maklum je.


Oh iya... Senja udah sering banget kan bolong-bolong up? ... Tenang aja Senja tau sendiri kok jawabannya. Tapi maaf banget yah readers 😟.