
Malam Readers 🌌
kalian apa kabar?
Rindu gak sama cerita ini?
Oh ya. Btw kalian suka gak sih sama cerita ini? Author cuma nanya kok, kalau mau jawab boleh banget kalau enggak juga tidak apa-apa.
... HAPPY READING...
...:...
...----------------...
Seorang remaja laki-laki menatap kosong kearah jembatan yang ada didepannya, keputusasaan seakan tertanam dalam auranya.
Remaja laki-laki itu sepertinya ingin melakukan bunuh diri? Dia sepertinya sudah lelah pada hidup! Dia juga mungkin ingin menyerah lalu memilih jalan yang salah.
Satu langkah kaki remaja laki-laki itu memanjat perbatasan tiang jembatan, melakukan hal yang sama, dan lalu berakhir pada puncak perbatasan jembatan.
Lingkungan jembatan itu banyak sekali dilalui para pengendara atau perjalan kaki. Tapi kenyataannya manusia sekarang sudah minum kasihan, apalagi jembatan itu sudah sangat dikenal sebagai jembatan pengambil nyawa.
Padahal bukan jembatan itu yang mengambil nyawa akan tetapi para manusia lah yang menyerahkan nyawanya pada sungai yang berada dibawah jembatan itu.
Salahkah jika menyerah pada hidup? Salahkah melakukan tindakan bunuh diri? Pertanyaan ini selalu menghantui diri remaja laki-laki itu. Dia binggung harus menjawab apa dan bertindak apa. Disatu sisi dia sudah lelah pada hidup dan perkataan-perkataan yang selalu menuntutnya melakukan ini selalu berusaha merenggut jati dirinya, tapi disatu sisi lagi kewarasannya menyadarkannya.
Apakah yang harus kulakukan?! Pertanyaan sederhana yang sangat sulit untuk menemukan jawabannya.
Permasalahan hidup selalu datang tanpa memandang kesiapan atau ketidaksiapan, umur yang muda atau umur yang tua, berpengalaman atau tidak berpengalaman. Permasalahan itu hanya berfikir dan memprioritaskan bahwa tegasnya untuk keteguhan dan kebijaksanaan orang yang sedang diuji.
Masalah itu tidak salah! Tapi yang salah itu adalah manusia yang tidak bijaksana dalam mengambil keputusan. Dan yang tidak teguh pada pendirian.
Tidak ada kegentaran atau ketakutan remaja laki-laki itu, dirinya berdiri tegak dipuncak perbatasan jembatan dan matanya memandang kosong. Entah apa yang ada dipikirkannya, remaja laki-laki itu tiba-tiba memandang kearah bawah jembatan yang menampakkan penampakan sungai tenang tanpa penghuni, sungai tenang tapi dapat menghanyutkan, sungai tenang yang ternyata menenggelamkan banyak jiwa yang menyerah pada hidup.
Bibir remaja laki-laki itu tiba-tiba tersungging miring, tapi ekspresinya tetap datar dan matanya memandang kosong. Pemain handal bukan dalam memainkan peran keputusasaan?!.
Dengan tubuh yang terasa ringan, dia bersiap terjun kebawah. Namun saat itu hampir terjadi seseorang memeluk laki-laki itu dari belakang.
"Hei apa yang kau lakukan?! " suara khas anak remaja perempuan menganggu pendengaran dan ketenangan remaja laki-laki itu.
"Kau ingin bunuh diri?! APAKAH KAU BODOH!" anak remaja perempuan itu sedikit membentak, apa yang dikatakan anak remaja perempuan itu tidak lah salah yang salah itu ketika perempuan itu membentak seseorang yang sedang putus asa pada hidup.
"Hei jawab! Kau ingin bunuh diri bukan?! Kenapa kau bodoh selain melakukan hal itu! " remaja perempuan itu dengan khas dirinya mulai mengomel.
"Kau siapa? " suara datar dari remaja laki-laki itu membuat remaja perempuan itu terdiam. Dalam benaknya remaja perempuan itu berfikir, kenapa suara remaja laki-laki yang ada didepannya ini sangat menyeramkan?.
"A-KKuuu " dengan sedikit gugup serta binggung ingin berkata apa, remaja perempuan itu menjawab.
"Kau siapa? Dengan beraninya datang-datang mengatakan aku bodoh! "
"Apa kau katakan! Hei kau itu tidak sadar diri yah!! Kau itu memang lah bodoh bahkan sangat bodoh" mendengar perkataan remaja laki-laki yang ada didepannya itu, membuat jiwa mengomel dalam dirinya bangkit kembali dari kegugupan.
"Aku tidak bodoh! "
"Tidak mengaku heh! HEI!! Dengar yah kau itu sangatttt bodoh, jika seandainya kau tidak bodoh kau tidak akan melakukan tindakan bunuh diri! Catat itu dalam pikiran mu BUNUH DIRI! " berkata seperti itu dengan memberikan penekan dibeberapa perkataannya.
"Itu sama saja! Jika kau pintar kau tidak akan memilih bunuh diri, kau akan terus bertahan tanpa harus melakukan tindakan bodoh seperti tadi! Jika seandainya aku tidak mencegah mu mungkin sekarang kau tidak akan berada disini, mungkin sekarang kau sudah berada di air dingin sungai itu... "
".... HEI kawan! Hidup memang sakit tapi bukan berarti kau harus menyerah" lihat dan perhatikan lah perkataan remaja perempuan itu, dia masih remaja namun pikirannya sudah seperti orang dewasa. Berarti perkataan dewasa itu bukan tentang umur, namun tentang bagaimana kamu mengambil keputusan dalam hidup. Itu benar!.
"Tidak usah sok tau! Kau tidak tau apapun!!! "
"Aku memang tidak tau apapun, dan aku tidak ingin tau. Tugas ku disini hanya untuk membantumu" banyak manusia yang berlalu lalang melewati jembatan itu dan melihat seseorang ingin melakukan bunuh diri. Namun apa yang mereka lakukan? Mereka tidak membantu! Kenyataannya memang benar. Sekarang! Manusia sudah minum kasihan, tapi huntung ada remaja perempuan ini!.
"Kau ingin mendengar sebuah cerita? ... "
"....Tidak usah menjawab! Karena aku tidak membutuhkan jawabanmu, mau kau setuju atau tidak aku tetap akan bercerita" mendengar perkataan itu membuat remaja laki-laki itu mendelik tidak suka.
"Ada kedua anak perempuan yang terlahir, dengan jarak satu tahun. Sang kakak berinisial A sedangkan sang adik berinisial M. Kehidupan keduanya tidak sama-sama beruntung... Karena satu kesalahan. Sang kakak dan sang adik bermain sepeda diluar rumah, namun tiba-tiba seorang penculik datang dan menculik si adik, kau tahu?! sang kakak disalah kan oleh kedua orangtuanya, karena bermain sepeda diluar rumah adalah keinginan sang kakak. Jika tahu adiknya akan diculik sang kakak tidak akan mengajak sang adik bermain sepeda diluar rumah! Sang kakak juga akan mengurungkan niatnya untuk bermain sepeda. Menurut Sang kakak apakah salah?!....
".... Ahhhh. Dua tahun sang adik tidak ditemukan, sang mama dan papa kedua perempuan itu frustasi, namun sebuah keberuntungan pencarian mereka akhirnya menemukan titik terang. Sang adik ditemukan dengan keadaan menyedihkan, saat diculik kehidupan sang adik tidak lah baik! dia selalu disiksa dan disiksa! Kasihan bukan?! Sama aku juga mengasihinya dan merasa bersalah!empat bulan lebih sang adik harus mendapatkan perawatan intens dirumah sakit, dan kau tahu?! sang adik memang menyedihkan, tapi sang kakak juga menyedihkan, dia sendiri semua orang terfokus pada sang adik tanpa mengingat ada sang kakak yang sendirian. Menantikan kepulangan seseorang untuk melindunginya dirumah yang kosong hanya satu penghuni, dan menantikan seseorang untuk membawanya pergi agar bisa melihat kondisi sang adik "
"Dan seperti kau duga! sang kakak dilupakan dan sang adik ditinggikan. Hebatnya sang kakak! dia selalu menyayangi sang adik dan tidak pernah menyerah pada hidup sampai sekarang, walaupun tidak cinta atau kasih sayang yang dia dapatkan "
Saat menceritakan kisah sang kakak dan sang adik itu, mata remaja perempuan itu berkaca-kaca. Terkadang dia menatap kebawah dan dia menatap keatas untuk mencegah air matanya jatuh. Dan remaja laki-laki itu dari tadi hanya fokus mengamati ekspresi remaja perempuan itu saat bercerita dan telinganya tetap mengikuti setiap alur dalam cerita.
"aku menceritakan kisah sang kakak dan sang adik, bukan untuk memaksamu menjadi seperti sang kakak. Tapi aku menceritakan kisah ini agar kau tau apa yang harus kau lakukan selanjutnya pada hidupmu! Aku hanya sedikit memberikan motivasi dan selanjutnya hanya jawabanmu yang dapat menentukan hidupmu" seutas senyum tipis tersungging dibibir pucat remaja perempuan itu.
"Aku pergi dulu! Ini sudah larut malam, aku harap dikemudian hari di saat kita sama-sama dewasa, ada waktu dimana aku bertemu denganmu dalam keadaanmu yang baik-baik saja, dan tentu sukses. Hahaha aku tidak sabar melihat wajah tampan mu saat dewasa nanti. Sekarang saja kau sudah tampan, apalagi nanti sudah dewasa. Ah aku sudah tidak sabar!... "meskipun dia sendiri yang mengatakan perkataan ini, remaja perempuan itu salah tingkah sendiri atas perkataannya, wajahnya memerah dan itu terlihat sedikit imut.
" Aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi! " ucap remaja laki-laki itu dengan pedas.
"Is... menyebalkan" dengan Menghentak-hentakan kakinya, remaja perempuan itu berlalu pergi dengan wajah cemberut.
"Namamu siapa? " tanya remaja laki-laki itu dengan sedikit berteriak. Agar dapat didengar oleh remaja perempuan itu yang sudah sedikit jauh dengannya.
"Himalaya! " meskipun kesal remaja perempuan itu menjawab, walaupun dia juga penasaran dengan nama remaja laki-laki itu dia tidak mau bertanya.
"Baiklah Himalaya, dadada... aku berterimakasih padamu" saat mengatakan hal ini bibir remaja laki-laki itu tersenyum manis dan tangannya melambai.
Langkah kaki remaja perempuan itu terhenti secara spontan, sepertinya dia terkejut dengan apa yang dikatakan remaja laki-laki itu. Namun tak urung juga bibirnya tersenyum manis sama seperti remaja laki-laki itu. Tubuh remaja perempuan itu pun membalik menghadap remaja laki-laki itu, melambaikan tangannya juga dengan masih tersenyum manis. Kakinya terus melangkah kebelakang tanpa memperhatikan jalan, hingga tiba-tiba...
Bruk
"HIMALAYA" teriak memanggil nama itu dengan kencang, lalu terbangun dari tidurnya. Ini mimpi! Namun pria yang memimpikan hal ini tau bahwa itu semua kejadian nyata.
...:...
...TO BE CONTINUE...
...----------------...
PENASARAN GAK?!
PENASARAN DONGS!
Kalau para readers penasaran. AYO!! Selalu ikuti cerita ini sampai tamatttt, yuhuhhhu.....
Sampai jumpa di chapter selanjutnya, harus sabar yah menahan rasa penasaran...