Alanaka

Alanaka
Sinta



Hai readers Senja datang kembali diepisode tiga puluh tujuh. Kalian pasti heran, beberapa hari ini Senja rajin banget update sore. Eh.... tiba-tiba update malam, okey Senja klarifikasi yah. Hari ini Senja memiliki kesibukan jadi updatenya bisa cuma malam. Maaf yah readers 😞.


Ketika alur cerita ada yang flashback ke masa lalu atau alur misterius. Senja ingin membedakan pengetikan yang seperti biasanya. Maksud Senja itu menandakan bahwa cerita flashback ke masa lalu atau alur cerita misterius dengan menggunakan pengetikan Cetak miring seperti ini. Namun disaat Senja menggunakan pengetikan cetak miring seperti ini kadang bisa dan kadang juga gagal. Sehingga pengetikan cerita ini berantakan. Kalian ada gak sih ngerasain hal yang sama seperti Senja?


Jujur Senja kesal banget. Tapi disatu sisi Senja mikir ini kesalahan Senja atau kesalahan aplikasi noveltoonnya. Bantu Senja jawab yah readers 🙏. Biar Senja tau harus komplin sama diri sendiri atau sama pihak aplikasi noveltoonnya langsung.


(Suka, dan komen kalian sangat dibutuhkan)


...... HAPPY READING......


...:...


...----------------...


Langkah kaki Alanaka terhenti, tepat didepan tubuh Sinta. Entah kenapa wanita itu bisa berpapasan dengan Alanaka setelah selama seminggu lebih tidak pernah muncul.


"Lama tidak bertemu" sapa Sinta pada Alanaka dengan raut wajah datar. Alanaka hanya diam tanpa merespon.


"Aku turut prihatin padamu! " perkataan Sinta barusan mendefinisikan bahwa dia sedang kasihan. Namun, berbeda dengan raut wajahnya. Karena raut wajahnya mengandung penghinaan.


"Ck... " Alanaka hanya berdecak. Dan memutar bola matanya dengan malas.


"Pasti lelah bukan? Berkerja hanya sendiri dengan menanggung semua beban-beban para pelayan " perkataan Sinta ini semakin menambah kesan malam pada bola mata Alanaka. Raut wajahnya pun tidak luput.


"Aku dan para pelayan cukup menikmati libur kami! " wah, seperti dugaan Alanaka ternyata selama seminggu lebih ini para pelayan diliburkan dari semua tanggung jawab mereka dalam bekerja dan sebagai gantinya Alanaka lah yang menggantikan tugas mereka. Sangat tidak adil bukan?


Dengan raut wajah yang masih dengan penuh penghinaan, Sinta mendekatkan wajahnya pada wajah Alanaka. Menatap lekat wajah Alanaka, sambil berkata. "Aku kasihan padamu! "


"Seharusnya sebagai seorang istri dari Tuan Muda kaya, kau akan menikmati hidupmu dan menikmati segala kekayaan yang dimiliki suamimu. Namun justru sebaliknya, kau harus bekerja sebagai pelayan di istana besar milik suami sendiri, dan paling menyedihkan lagi... Kau harus menggantikan semua tanggung jawab para pelayan dalam bekerja. Bekerja sendiri dimansion dan harus makan-makanan sisa dari suamimu sendiri!!!" semua perkataan Sinta barusan tentang semua kenyataan dalam hidup Alanaka tanpa diingatkan Alanaka tau kok.


"Tau darimana kau? " perkataan Sinta berhasil menarik perhatian Alanaka untuk bertanya.


"Bukan aku saja yang tau. Bahkan seluruh pelayan yang bekerja disini mengetahuinya!! "


Deg


Jantung Alanaka tiba-tiba berdetak tidak seperti biasanya. Dalam benaknya dia berfikir dengan tidak nyangka, bahwa segala penderitaan yang diberikan suaminya sendiri diketahui semua pelayan yang bekerja dimansion ini. Ternyata, kekejaman Nexlon berhasil membuat Alanaka sangat malu!


"Huh.... Tidak menyangkanya? " Sinta bertanya seolah tidak tau. Padahal kenyatannya Sinta sangat-sangat tau.


"Tidak usah sok sedih! Untuk apa bersedih? Kalau dari dulu hidupmu sudah menyedihkan, aku yakin dirimu pasti sudah lelah untuk bersedih! " Adakah manusia yang memiliki mulut tajam seperti Sinta? Perkataan Sinta berhasil membuat ulu hati terdalam Alanaka sakit.


Tanpa diingatkan Alanaka tau kok, bahwa dari dulu hidupnya memang menyedihkan. Tapi saat ini Alanaka tidak habis fikir, kekejamannya suaminya berhasil membuat dirinya menyedihkan dan harus menanggung malu.


Tidak ingin lagi berlama-lama berada dideket Sinta Alanaka memutuskan untuk pergi dari sana. Meninggalkan Sinta sendiri, namun langkah kaki Alanaka terhenti dikala Sinta berkata. "Alanaka! " Sinta membalikkan tubuhnya menatap punggung kurus Alanaka yang sedang berhenti melangkah, karena panggilannya.


Sinta menatap takut-takut ke sekitarnya. Saat sudah merasa aman dia melanjutkan perkataannya. "Dia menginginkan kau pergi dari hidupnya atau bahkan kalau perlu kau mati! " tuntas keinginannya mengucapkan perkataan yang berhasil membuat mental Alanaka down. Sinta berlalu pergi dari sana tanpa melirik Alanaka sekali pun, tidak ada raut penghinaan seperti tadi dalam wajah Sinta atau tidak ada raut wajah penuh keisinisan seperti biasanya saat mengganggu Alanaka. Yang ada hanya raut wajah datar.


Deg


Apa yang dimaksud dengan perkataan Sinta? Alanaka tidak mengerti! Apakah Sinta sedang bercanda dan hanya ingin mempermainkannya?! Atau. Apakah yang dikatakan Sinta adalah sebuah kebenaran?


📝📝📝


"Kau berani hadir dalam hidupku! " suara datar milik Pria itu memecahkan keheningan dalam ruangan gelap tersebut.


"Jika aku menemukan wanita ku... "


"... Kau akan menjadi penghalang bagiku dan dia! " aura mencekam serta menyeramkan menguar dari dalam tubuh Pria itu. Mungkin jika dia sedang bersama orang lain bukan sendirian, bisa dipastikan tubuh orang tersebut akan bergetar seketika.


"Kau perusak! "


"Kau penghalang"


"Kau harus dihancurkan! "


"Sebentar lagi permata ku akan kutemukan. Akan kupastikan kau memilih pergi sendiri atau mati! " Pria ini hanyalah seorang manusia, namun perkataannya bagaikan seorang malaikat maut haus akan kematian.


"HAHAHAHA" tidak ada angin atau hujan. Tiba-tiba pria itu tertawa dengan sangat menyeramkan, bahkan mungkin nyamuk yang ada dalam ruangan tersebut akan mati seketika. Karena terkena serangan jantung.


"Kehadiranmu hanya menjadi penghalang bagiku dan dia untuk bersatu!... "


"... Kehadiranmu hanya mengusik kehidupanku! "


"Aku tidak suka tidak suka diusik! "


📝📝📝


Setelah selesai membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Alanaka memutuskan untuk tidur, karena saat ini tubuhnya sudah lelah dan lapar.


Seperti dugaan kalian! Hari ini Alanaka tidak memiliki jatah makan, dikarenakan sang Tuan Muda atau Nexlon. Tidak ada makan satu harian dimansion atau bahkan hanya sekedar sarapan seperti biasanya.


Alanaka yang tadi pergi kedapur untuk mengecek jatah makannya. Harus menelan kekecewaan disaat dia tau bahwa hari ini, dia tidak akan makan.


Dan yah seperti sekarang. Alanaka memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Setelah selesai menggantung handuk bekas mandinya. Alanaka memilih merebahkan tubuhnya dikasur kecilnya, rasa tidak empuk dari kasur terasa sangat empuk karena tubuh lelah Alanaka.


Tiba-tiba tubuh Alanaka terasa merinding, bulu-bulu halus dari tangannya seketika berdiri. Alanaka tidak tau penyebabnya, tapi yang pasti Alanaka merasa sedikit takut.


Ketakutan menguasai dirinya Alanaka buru-buru memejamkan matanya. Alanaka berharap matanya bisa bekerja sama dengan masuk alam mimpi begitu cepat. Karena menurut Alanaka dengan tertidur dan dia masuk alam mimpi rasa takutnya akan tidak terasa dan tidak dihiraukan.


Dan sesuai keinginan Alanaka matanya terpejam dengan cepat. Tapi masuk atau tidaknya kedalam alam mimpi hanya Alanaka yang tau jawabannya.


...:...


...TO BE CONTINUE...


...----------------...


Selamat malam readers 🌌


Semoga kalian menikmati episode kali ini...