Alanaka

Alanaka
Kejamnya Nexlon



...HAPPY READING...


...:...


...----------------...


... Semua tubuh mu yang ringan dalam menyiksa tubuhku dan semua...


...perkataan mu berhasil, merusak mental ku......


...Alanaka...


Buk!


Buk!


Buk!


Seorang pria menendang-nendang tubuh ringkih seorang wanita yang sedang tergeletak dilantai dengan mata terpejam, beberapa serpihan-serpihan kaca bergenang darah ikut turut menemani wanita itu tergeletak dilantai. Mungkin tendangan yang diberikan Pria itu sudah sampai ke beberapa puluh kali, namun huntungnya Pria itu tidak kenal lelah. Meskipun tidak dapat respon dari wanita tersebut.


"Bangun! " termasuk mengucapkan satu kata penuh perintah dari tadi, tapi tidak digubris wanita yang sepertinya sedang pingsan itu.


Pria itu dengan masih amarah terlihat dalam wajahnya, memutar kedua bola matanya dengan malas. Rahangnya perlahan mengeras, diikuti tubuhnya yang berjongkok disamping sisi wanita tersebut yang sedang pingsan atau justru mati? Entahlah tugas pria hanya membuatnya bisa sadar dan memberikannya hukuman.


Srek


Dengan tanpa perasaan kasihan, pria itu dengan kuat menjambak rambut wanita itu tersebut, membuat setengah tumbuh lemah wanita itu mencondong kearah tubuh pria itu.


Plak


Plak


Dua kali tamparan pria itu berikan kepada dipipi pucat wanita tersebut. Kelopak mata gadis itu bergoyang-goyang dengan pelan, seiring dengan matanya yang mulai terbuka. Ah... ternyata wanita itu hanya pingsan!


Kali ini, pria itu mencengkram dagu wanita itu dengan kuat, sambil mengeluarkan. "Bangun!"


"Sttttsss... " rasa sakit yang sempat dia terima sebelum pingsan, bergabung dengan rasa sakit yang derita setelah bangun. Sehingga membuat mulutnya meringis kesakitan dengan suara lemah.


"Baru bangun? " suara bertanya datar akhirnya menyadarkan wanita itu untuk berfokus pada pria yang sedang mencengkram dagunya serta menjambak rambutnya. Daripada dia harus berfokus pada rasa sakit yang tubuhnya terima.


Kedua mata wanita itu bergetar dengan takut, bayang-bayangan penyiksaan menghantui pikirannya dan seketika kepalanya dengan spontan menggeleng-geleng lemah. Dia tau! Dia itu salah dan harus konsekuensinya, namun dia belum siap harus mendapatkan konsekuensi disaat tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.


"N-nexlon " suara lirih milik wanita itu bergetar memanggil pria yang sangat dekat kali dengan wajahnya. Dan seperti yang kalian duga... wanita itu adalah Alanaka.


"M-maafkan kau Nexlon... " Alanaka menjeda perkataannya, lalu dia menelan ludahnya dengan sangat susah payah dan barulah dia berkata. "... Aku tidak sengaja memecahkan piala itu, karena rasa pening tiba-tiba menyerang kepalaku. M-maafkan aku Nexlon, sungguh aku berkata jujur padamu" meskipun dengan sedikit susah payah, Alanaka tetap berusaha menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya.


'Tuhan kumohon kali ini bantu aku.' batin Alanaka memohon sungguh-sungguh pada sang Pencipta. Saat sadar sari pingsan, dan melihat Nexlon sudah siap memberikannya hukuman. Alanaka merasa belum siap, dia takut!


'Tuhan kali ini berpihak padaku'. '


"Jangan melamun... tenang saja aku sudah menyiapkan hukuman yang istimewa untukmu! " jika saja keadaan saat ini sedang baik-baik saja. Alanaka akan tersenyum sangat manis, saat mengetahui Nexlon memulai pembicaraan padanya! Dan justru perkataan Nexlon barusan menjadi alarm kematian buat Alanaka.


"Nexlon sungguh aku tidak sengaja melakukannya. Kepalaku tiba-tiba terasa pening" Alanaka tetap saja mencoba untuk memohon kepada Nexlon, dalam hatinya tidak henti-hentinya dia berharap kali ini Nexlon percaya pada apa yang dia sampaikan.


"Cih...ngeles" Nexlon berdesis marah saat berkata. Sepertinya Nexlon sudah mulai muak pada pembelaan Alanaka pada dirinya.


"Aku tidak berbohong. Aku mengatakan hal yang benar" dengan spontan kepala Alanaka kembali menggeleng-geleng.


Plak


"Kau pikir akan percaya? "


"Wanita sepertimu banyak kemunafikan! "


Plak


"Cih... tidak usah melakukan pembelaan pada dirimu, karena aku tidak akan pernah percaya!"


Plak


"Orang menjijikkan sepertimu memang pantas diperlakukan seperti ini! "


Deg


Semua tamparan dan semua ucapan yang diberikan Nexlon barusan untuk Alanaka. Berhasil membuat jantung Alanaka berdetak tidak normal, karena sedang merasa sakit hati.


"Kau berkata aku menjijikkan? KAU LAH YANG LEBIH MENJIJIKKAN. AKU ISTRIMU NEXLON! Meskipun tidak ada cinta untukmu pada ku. Apakah pantas kau berlaku tidak adil padaku? " kali ini Alanaka memutuskan untuk melawan Nexlon. Ini merupakan suatu hal yang langkah yang bisa dilakukan Alanaka.


Plak


"Sudah berani heh... " Nexlon berkata dengan mengandung rada remeh.


Raut tidak terima, karena tidak diperlakukan adil. Dengan rasa amarah yang memberontak ingin keluar, agar bisa dilampiaskan sekarang juga, Alanaka berteriak. "AKU MANUSIA NEXLON! AKU PUNYA PERASAAN! SELAMA BEBERAPA BULAN INI KAU SELALU MEMPERLAKUKANKU BAGAIKAN HEWAN. Aku terkahir sebagai manusia memiliki perasaan Negara... Aku bisa bahagia, aku bisa marah, dan aku bisa sedih" meskipun Alanaka berucap sambil berteriak, akan tetapi perkataannya yang hampir terkahiri Alanaka berucap dengan lirih.


Merasa marah karena telah dibantah. Nexlon mengencangkan cengkraman tangannya pada dagu Alanaka serta menambahkan ritme dalam menjambak rambut Alanaka. "Kau berpikir aku akan peduli? Entah itu kau manusia atau hewan aku tidak peduli. Aku suka melihatmu diperlakukan seperti hewan, hingga aku pun memperlakukanmu bagaikan hewan! " perkataan Nexlon sungguh tidak main-main. Perkataannya! menghancurkan keberanian yang berusaha dibangun Alanaka dengan kokoh.


"KAU JAHAT NEXLON! "


"AKU MEMANG JAHAT! KENAPA? KAU INGIN PERGI, SILAKAN... AKU TIDAK MELARANG" seberapa banyak pun keberanian dibangun Alanaka. Melihat wajah Nexlon yang sudah berubah menyeramkan dari sebelum-sebelumnya sudah membuat tubuh Alanaka sangat takut.


Nexlon bangkit dari posisi jongkoknya. Saat tubuhnya sudah berdiri tegak, dengan satu tangan masih menjambak rambut Alanaka. Dengan itulah Nexlon membuat Alanaka berdiri sepertinya. Dagu Alanaka yang sempat bebas dari cengkraman Nexlon, kini kembali merasakan tangan besar itu mencengkram dagunya.


"Orang lancang seperti mu harus mendapatkan hukuman bukan? "


Brak


Nexlon mendorong tubuh Alanka dengan kuat, hingga tubuh Alanaka kini berada di pembatas. Kedua tangannya berpindah menjadi mencengkram kedua tangan Alanaka, lalu dia membalikan tubuh Alanaka menghadap pembatas.


Kedua tangan Alanaka seketika berkeringat dingin dan gemetar. Dan tentu Nexlon mengetahuinya! Tubuh Alanaka yang bergetar juga tentu tidak bisa membohongi Nexlon bahwa saat ini dirinya sedang takut.


"Aku memang jahat! Ingin ku buktikan?! " kali ini Nexlon berbisik lembut ditelinga kiri Alanaka. Meskipun Nexlon berbisik lembut, namun menurut Alanaka itu sangat-sangat menyeramkan.


"Kau kejam! " tuduh Alanaka dengan fakta yang sebenarnya


"Tentu... Aku! Memang kejam" Dan Nexlon mengakuinya.


"Ingin ku buktikan juga? " Nexlon mencondongkan setengah tubuh Alanaka, hingga kini setengah tubuh Alanaka melewati pembatas. Banyaknya jarak lantai satu dan lantai dua, dengan mata telanjangnya Alanaka dapat melihat. Apalagi berpikir untuk membayangkan tubuhnya akan terjun kebawah Alanaka sungguh tidak sanggup.


"N-nexlon" tidak ada lagi teriakan sambil menyebutkan nama Nexlon, yang ada menyebut nama Nexlon dengan nada gemetar.


"Kumohon jangan lakukan hal yang macam-macam" ucap Alanaka yang dapat menebak, apa yang akan Nexlon lakukan selanjutnya.


"Aku hanya melakukan satu macam!... "


"... Menerjunkan tubuh busuk mu kebawah! " disetiap perkataan Nexlon terkandung penuh penekanan.


Alanaka menggeleng-geleng kan kepalanya, tidak ada lagi raut wajah tidak terima dalam wajahnya yang ada sekarang raut wajah ketakutan. "Nexlon k-kku mohon..."


"Hahaha aku tau kau tidak akan melakukannya bukan? " Alanaka bertanya dengan nada pelan, dia menipu dirinya dengan pura-pura bertanya padahal sebenarnya dia tau jawabannya.


"Menurutmu... " bisik Nexlon semakin lembut ditelinga Alanaka.


"Saat jatuh nanti, tubuhmu akan terasa remuk pasti. Ingin kulakukan sekarang? atau sebentar lagi? "


"Tidak-tidak... tidak ada keduanya yang benar. Aku yakin kau pasti tidak akan tega melakukannya "


"Heh... tidak usah membohongi dirimu, padahal kau sudah tau jawabannya" Nexlon menyadarkan tubuhnya pada leher Alanaka, bibir Alanaka yang bergetar ditangkap sudut matanya. "Mana bibir mu yang tadi mengatakan. Kamu jahat! Kamu kejam! "


"Dimana keberanian mu itu sekarang? Sepertinya sudah waktunya aku membuktikan ucapan mu tadi! "


Brak


Muak dengan segala keberanian Alanaka, muak dengan segala ketakutan Alanaka dan muak dengan segala kehadiran Alanaka. Nexlon dengan tanpa perasaan mendorong tubuh Alanaka dengan kuat, hingga tubuh Alanaka terjun bebas dilantai satu dengan genangan-genangan darah yang mulai memenuhi seluruh lantai satu. Dalam hatinya Nexlon berharap Alanaka langsung mati saja!Tanpa perlu ada acara-acara hidup.


"ALANAKA" Bibi Leni berteriak dengan histeris dilantai satu. Saat dia berada didapur tiba-tiba dia mendengar ada suara yang jatuh terdengar nyaring. Bibi Leni pun mencari sumber suara hingga dia menemukan tubuh Alanaka tergeletak mengenaskan.


"B-bibi " berkata lirih pelan sambil matanya yang memulai tertutup. Mungkin ini adalah akhir hidupnya Alanaka.


...:...


...TO BE CONTINUE...


...----------------...


Gimana-gimana part kali ini?


Kalian senang kan melihat Alanaka menderita?


Alanaka kita kasihan banget kan 🤧


Ada yang mau bantu ngobati Alanaka gak


sih☝


Kalau kalian pengen bunuh Nexlon bunuh aja kok! Senja gak papa dan justru senang Alanaka bisa terbebas dari mautnya.


Episode kali ini sampai disini dulu yah readers, semoga kalian suka dan tidak melupakan (Vote and Komen).


Dadada... sampai jumpa ditahun depan, huhuhuhuhu...


Tapi boong!