
...HAPPY READING...
...:...
...----------------...
"Sayang ini sangat sakit... "
Alanaka menatap luka kecil pada jari telunjuk Nayla dengan sinis. 'Cih... Baru juga luka sedikit'.
Plakkk
"KARENA KECEROBOHAN MU KEKASIH KU HARUS TERLUKA! " tidak cukup hanya menampar. Nexlon dengan segala kemarahannya membentak Alanaka.
Plakkk
"KAU PASTI SENGAJA BUKAN MELAKUKANNYA! "
Plakkk
Plakkk
"KEKASIH KU TIDAK ADA MENGUSIK MU. TAPI KAU PELAYAN RENDAHAN BERANI SEKALI MENGUSIKNYA!!"
"DASAR PELAYAN RENDAHAN! "
Kata-kata itu! Bagaikan pisau silet yang dengan ketajamannya mengiris hati Alanaka.
Plakkk
Plakkk
"SEHARUSNYA PELAYAN RENDAHAN SEPERTI MU HARUS TAU DIMANA POSISINYA!"
Ayolah... Tanpa kau ingatkan pun Nexlon. Alanaka sangat tau dimana posisinya.
Saat ini Alanaka tidak menangis, dia itu kuat, dan dia itu hebat. Seberapa kuat pun Nexlon menamparnya dan membentaknya Alanaka sama sekali tidak menangis. Dia tidak mau terlihat lemah, apalagi itu semua bukan kesalahannya. Dia juga tidak mau kekasih baru suaminya ini akan tersenyum kemenangan melihat dia menangis lemah.
Alanaka tidak tau, apa sebab dan alasan! Kekasih baru suaminya itu melakukan fitnah padanya. Tapi satu yang ada dipikirkannya saat ini, apakah kekasih baru suaminya ini mengetahui dia adalah istrinya sang kekasih??. Pertanyaan yang dia sendiri tidak tau apa jawabannya.
Dengan masih amarah yang menguasai dirinya, Nexlon mencengkram dagu Alanaka dengan kuat. Dan Alanaka? Dia tersenyum bahagia, karena ini untuk pertama kalian Nexlon menyentuhnya. Walaupun perantaranya kekejaman Alanaka tidak peduli, dan dia bahagia.
"Untuk pelayan ceroboh sepertimu harus mendapatkan hukuman! " kali ini Nexlon tidak berbicara dengan membentak. Tapi, Nexlon berbicara dengan suara rendah nan datar itu terdengar semakin menyeramkan daripada bentak kan.
Kata hukuman itu membuat senyum bahagia Alanaka pudar. Dia tau kata hukuman itu tidak sesederhana yang didengar. Ada hal kejam yang menanti.
Mata Alanaka memandang tepat ke mata Nexlon dengan takut, bagaimana coba tidak takut? Jika Nexlon menatapnya dengan tatapan yang sangat menyeramkan. Keringat dingin membasahi kening serta tubuh Alanaka, dan badannya seketika bergetar.
Tanpa sepengetahuan Alanaka dan Nexlon. Nayla menarik sudut bibirnya tersenyum miring dalam tatapan matanya dapat terlihat ada kepuasan yang mendalam. Yah.. Nayla menikmati semua hal ini dan tentu saja dia merasa puas bahkan sangat puas.
'Penderitaanmu adalah kesenangan untukku dan dia! ' batin Nayla berucap aneh.
Jauh dari ketiga manusia itu. Bibi Leni dari tadi menyaksikan semua yang terjadi, bahkan dari kejadian awal. Dia melihat Nayla yang dengan sengaja menyenggol Alanaka yang sedang mengelap lukisan dan karena senggolan itu lukisan itu berakhir pecah.
Tidak puas menyebabkan lukisan itu pecah. Nayla menggoreskan runcingan kaca pada jari telunjuknya yang mengakibatkan jari telunjuknya berdarah. Lalu ketika melihat Nexlon datang menghampiri mereka, Nayla memulai sandiwaranya dengan memasang raut wajah menyedihkan seakan bukan dia yang menjadi pelakunya melainkan Alanaka. Mengadu domba kedua suami istri itu yang berakhir Nexlon memperlakukan Alanaka dengan kejam dan hal itu merupakan hal pertama bagi Alanaka.
Jauh dalam lubuk hati Bibi Leni, dia sangat kasihan pada Alanaka. Dia ingin membela dan memberitahu tentang semua yang terjadi, namun dia tidak bisa.
Bibi Leni menundukkan kepalanya, tanpa disadarinya setetes air matanya terjatuh. Bibi Leni merasa bersedih dan bersalah, karena
ketidak bergunanya dirinya ini.
Tau akan apa yang terjadi selanjutnya dan merasa tidak sanggup untuk menyaksikan kekejaman Nexlon lebih lanjut. Dengan kedua tangan tuanya dikepal,serta air matanya yang masih berjatuhan Bibi Leni memilih pergi dari tempat bersembunyinya.
Nexlon melepaskan cengkeraman tangannya pada dagu Alanaka dengan kuat, sehingga tubuh kurus Alanaka terhempas ke lantai. Dan dengan ketidak manusiaannya Nexlon menyeret tubuh Alanaka.
"Ah.... T-Tttuan "
"Tuan sakit"
"Saya mohon Tuan jangan seret tubuh saya"
"Tuan saya mohon ini sangat sakit"
"Tuan saja mohon " Alanaka terus memohon, namun Nexlon sama sekali tidak peduli. Dia terus melanjutkan langkahnya dengan tetap menyeret tubuh Alanaka bagaikan hewan.
"Tuan saya mohon"
"Tuan saya mohon jangan seret tubuh saya, ini sangat sakit"
"T-Tttuan saya mohon" Alanaka terus-menerus memohon disepanjang Nexlon menyeret tubuhnya entah kemana. Hingga Nexlon menghentikan langkah kakinya didepan sebuah ruangan menyeramkan.
Alanaka mengeleng-geleng kan kepalanya dengan kuat, keringat dingin semakin membasahi tubuhnya serta dahinya, dan tubuhnya tak kalah semakin bergetar. Dia tau ruangan ini! Bahkan dia sangat tau. Dia pernah masuk keruangan ini! Dan ini adalah ruangan terkutuk bagi setiap pelayan yang telah melakukan kesalahan.
Karena asik dari tadi memohon kepada Nexlon, Alanaka tidak sadar ketika Nexlon membawanya melewati koridor-koridor sunyi hingga berakhir didepan ruangan menyedihkan ini.
"Tidak Tuan.. Tidak... "
"... Saya tidak bersalah Tuan. Saya tidak ada menyenggol tubuh nyonya Tuan. Malah sebaliknya Nyonya lah yang menyenggol tubuh saya sehingga lukisan yang ada ditangan saya pecah Tuan" Alanaka dengan panik berusaha menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan baginya saat ini Nexlon bukanlah suaminya dan seseorang yang ingin dia buat jatuh cinta, tapi melainkan sang malaikat maut.
Brakkk
Tanpa memperdulikan penjelasan Alanaka. Nexlon menendang kuat pintu yanga ada didepannya, lalu dia kembali menyeret Alanaka untuk masuk kedalam ruangan terkutuk nanti menyeramkan itu.
"Tuan" ucap seorang Pria penjaga ruangan terkutuk itu dengan penuh penghormatan. Awalnya dia cukup terkejut melihat ruangan yang dia jaga pintunya dibuat rubuh dengan sangat berani oleh seseorang. Jika pelakunya adalah anak buahnya dia berencana ingin memberikan pelajaran kepada anak buahnya karena telah berani mengusik ruangan tersayangnya. Namun apa jadi tidak sesuai ekspetasi, ternyata yang masuk adalah Sang Tuan yang merupakan seseorang yang dia abdi.
Kalian ingat bukan siapa Pria ini?
Dengan raut terkejut Pria itu memandang seorang wanita yang diseret Tuannya itu. Wanita itu! Dia pernah melihatnya bahkan dirinya pernah turut andil menghukum wanita itu.
"Berikan aku sebuah cambuk! " suara datar penuh perintah milik Nexlon, membuat Pria itu dengan spontan mengambil sesuatu yang dimaksud Nexlon.
"Ini Tuan" ucap Pria itu sambil menyerahkan sebuah cambuk tebal kepada Nexlon.
"Tuan saya mohon jangan hukum saya. Itu semua bukan kesalahan saya Tuan. Nyonya memfitnah saya Tuan" tetap sama! Alanaka berusaha memberitahu tentang semua yang terjadi, dia berharap setelah mengetahui kebenaran . Nexlon tidak akan menghukumnya.
"KAU BERANI MEMFITNAH KEKASIH KU! " bentak Nexlon.
"Tidak Tuan saya tidak memfitnah nyonya. Tapi apa yang saya katakan adalah kebenarannya Tuan" Alanaka berucap sambil mengeleng-geleng kan kepalanya. Salah satu bentuk reflek dari tubuhnya.
"TUTUP MULUT BUSUK MU ITU! AKU TIDAK AKAN PERCAYA!! "
Cetar
"AH"
...:...
...TO BE CONTINUE...
...----------------...
Good sore readers 🌫
Heran yah kenapa Senja Update cepat?
Senja? Iya Senja! Bagus gak namanya?
Senja milih nama ini sendiri, karena hiks... kalian gak ada yang mau ngasih usulan nama untuk Senja. Jadi gitu deh.. Kebetulan Senja itu suka sama senja walaupun lihatnya baru dari HP belum pernah lihat langsung. Jadi gitu deh milih panggilan nama dicerita ini itu Senja. Lagian panggilan itu gak buruk-buruk amat.
Oh iya. Senja kali ini update sore, karena dapat alurnya cepat banget dan kebetulan Senja lagi mood nulis.
Semoga episode kali ini gak garing dan kalian sukakkkkks......