
...HAPPY READING...
... : ...
...----------------...
Hari berlalu begitu cepat tidak terasa pernikahan Alanaka dan Nexlon sudah berlangsung selama dua bulan, untuk kontrak pernikahan itu sendiri telah berlangsung selama satu bulan dan seperti Alanaka katakan dia akan memperjuangkan pernikahannya dengan membuat Nexlon jatuh cinta telah berlangsung selama dua puluh sembilan hari.
Selama dua bulan pernikahannya banyak hal menyakitkan yang di lalui Alanaka, apalagi di tambah dia yang mengutarakan keinginan untuk mempertahankan pernikahannya hal menyakitkan itu semakin terus datang menghampirinya.
Sebelas bulan lagi waktu tersisa untuknya dan tentu saja Alanaka tak akan menyia-yiakan sepuluh bulan itu.
"Bibi ini kopi untuk Tuan? boleh tidak jika Naka saja yang mengantarkannya? " ucao Alanaka kepada Bibi Leni. Ini adalah salah satu cara sederhana Alanaka untuk mempertahankan pernikahannya.
Di saat Bibi Leni ingin mengantarkan kopi untuk Nexlon, maka Naka yang akan mengantikannya tentu Bibi Leni sendiri tidak keberatan. Terkadang juga Alanaka akan mengantarkan sarapan atau makan malam ke kamar Nexlon langsung dengan inisiatifnya sendiri jika Nexlon tidak turun ke bawah untuk makan. Dan juga di saat Alanaka ada waktu berdua dengan Nexlon dia akan mengajak Nexlon mengobrol dengan berbagai hal meskipun hanya keterdiaman yang dia dapat.
"Baik lah" setelah mendapatkan ke persetujuan Bibi Leni. Alanaka pamit pergi menuju ruangan kerja Nexlon.
Tok
Tok
Dua kali Alanaka mengetuk pintu tapi tidak ada sama sekali jawaban dari dalam. Tidak menyerah Alanaka mencoba mengetuk kembali.
Tok
Tok
Tok
"Permisi Tuan" Alanaka heran, karena biasanya dengan mengetuk tiga kali akan ada kata sautan yang mengatakan masuk dari dalam ruangan. Tapi untuk ini tidak ada sautan.
Ceklek
Alanaka memilih masuk kedalam ruangan, dia tidak memilih pergi karena menurutnya mungkin saja Nexlon pergi sebentar. Nexlon juga tidak pernah meminta untuk mengantarkan kopi kamarnya,jadi persangkaan itu semakin mendukung Alanaka tetap memilih masuk dan meletakan kopi di meja seperti biasanya.
Seperti biasa meja kerja itu akan selalu berantakan dengan berkas-berkas yang berceceran. Dengan inisiatifnya sendiri Alanaka memilih menyusun dan menaruh berkas-berkas itu sesuai tempatnya. Tapi terlebih dahulu dia meletakan kopi di meja yang sama.
Merasa heran Alanaka menggeleng-geleng kan kepalanya baru setelah itu dia mulai menyusun berkas-berkas. Alanaka adalah seseorang yang sedikit ceroboh dan mungkin tebak? Yah.... Alanaka tidak sengaja menyenggol kopi dengan sikunya dan mengakibatkan kopi tumpah.
"Stttts" Alanaka meringis merasakan tangannya panas karena terkena air panasnya kopi.
"Oh tidak" ucap Alanaka panik di kala air kopi itu membasahi berkas-berkas yang masih ada di meja serta berkas-berkas yang ada di tangannya.
"Astaga Alanaka kau sangat bodoh? Sekarang apa yang harus kau lakukan? " Alanaka panik bahkan sungguh-sungguh panik.
"oh tidak-tidak air semestinya kau harus menyingkir" dengan kedua tangannya Alanaka berusaha membuang air kopi yang
membasahi berkas-berkas.
"APA YANG KAU LAKUKAN?! " dari luar ruangan suara Nexlon terdengar mengelar. Nexlon marah dan kaget melihat ruangan kerjanya terbuka padahal dia sangat ingat saat pergi tadi dia menutupnya. Lagian siapa yang berani masuk ke ruang kerjanya di saat dia tidak ada?.
Kemarahan Nexlon semakin menjadi di saat dia melihat ternyata orang yang berani masuk ke ruang kerjanya adalah Alanaka istri yang paling dia benci!.
"N-Nexlon" ucap Alanaka terkejut melihat kedatangan tiba-tiba Nexlon.
Nexlon berjalan masuk kedalam ruangan. Setiap langkahnya Nexlon menyebarkan aura yang menyeramkan membuat tangan Alanaka yang memegang berkas-berkas yang tidak tau apa itu ikut gemetar.
"Kau menyetuhnya" ucap Nexlon dengan dingin tangannya mencengkram tangan Alanaka yang memegang berkas-berkas dengan kuat.
"Maaf kan aku. Aku tidak sengaja mel-laku.... "
PLAK
PLAK
Perkataan Alanaka terjeda saat tangan berotot Nexlon menamparnya dengan kuat.
Menerima tamparan itu seketika Alanaka terdiam, meskipun itu sakit tapi dia hebat dia tidak berteriak kesakitan.
"Kau ingin meminta maaf!? Di saat yang kau lakukan adalah kesalahan yang fatal" Nexlon bertanya dengan tangan yang sekarang berpindah mencengkram dagu Alanaka.
"Asal kau tahu ini adalah berkas-berkas yang berisikan uang miliaran dan kau! merusaknya" ucap Nexlon dengan tangan satu lagi yang memampang kan berkas-berkas yang lain, yang juga terkena tumpahan kopi tepat di depan Alanaka.
PLAK
"Kau!. Hanyalah perempuan miskin yang di campakkan keluarga mu! . Dan itu tentu saja kau tak dapat menganti uang miliaran yang seharusnya saya dapatkan!" sekejam-kejamnya Nexlon menampar Alanaka dengan kuat itu semua tidak ada bandingnya dengan perkataan Nexlon kali ini.
Alanaka sadar bahkan dia sangat sadar bahwa dia hanya seorang perempuan yang di campakkan keluarganya. Tapi bolehkah? Jika perkataan itu tidak keluar dari mulut Nexlon? Suaminya!.
Nexlon menyeret tangan Alanaka, Nexlon menyeret tangan Alanaka menaiki lift lalu setelah sampai ke lantai satu Nexlon menyeretnya menuju dapur. Alanaka masih terdiam dengan wajah memerah karena tamparan Nexlon.
"LENI SIAPKAN KOPI SEKARANG UNTUK SAYA" saat sampai di dapur tidak mau membuang waktunya Nexlon berteriak langsung kepada Bibi Leni yang saat ini berdiri berjejer dengan pelayan lainnya.
Bibi Leni yang di suruh Nexlon untuk membuat kopi langsung bergegas membuat kopi, sebenarnya Bibi Leni terheran untuk apa Tuan Muda meminta kopi sedangkan tadi Alanaka mengantarkan kopi untuknya? Dan kenapa Alanaka bisa bersama Tuan Muda ? Sedangkan Tuan Muda dan Alanaka adalah suami istri yang saling asing.
Menyudahi pemikirannya Bibi Leni memilih fokus membuat kopi dengan cepat. Agar tidak terkena amukan Nexlon, apalagi Bibi Leni membaca situasi saat ini bahwa Nexlon sedang marah.
"Ini Tuan Muda kopinya"
Byur
Kopi yang baru saja Nexlon terima dari Bibi Leni langsung dia berikan ke wajah Alanaka dengan cara yang kejam yang itu menyiramnya.
"AH PANAS"
"Hiks.... Ini sangat panas! "
"KU MOHON TOLONG AKU INI SANGAT PANAS HIKS... "
... :...
...TO BE CONTINUE...
...----------------...
⚠Typo bertebaran, akan di revisi jika cerita sudah tamat. Dan jika boleh para readers boleh menandai bagian mana yang typo.
PARA READERS KALIAN APA KABAR?
SEHAT SEMUA KAN?
JANGAN LUPA VOTKOSH NYA YAH READERS
(VOTE, KOMEN, SHARE)
SEE YOU NEXT TIME CHAPTER :)