
Tok! Tok! Tok!
Aisa membuka pintu rumahnya dan dikagetkan dengan pandangan di depan matanya.
"Ka ... kalian?"
Aisa terlihat kaget melihat orang tua Pak Ghibran, begitupun mereka yang juga kaget melihat Aisa.
"Kamu kan ..." gumam Bunda.
"Astaga Ghibran, ini Aisa yang kamu maksud?" Pekik Ayah Daniswara.
"Betul, Yah. Memangnya kenapa?" Pak Ghibran pun menjadi terkejut sekarang.
"Ya Allah nak, sini peluk ..." Pinta Bunda membuat Pak Ghibran semakin bingung.
Tiba-tiba Seseorang datang menghampiri mereka ...
"Daniswara? astaga, ada apa ini?" Celetuk suara dari dalam.
"Sudah dulu acara terkejut nya, Ayo masuk!" Kata Mama Risa menyambut kedatangan mereka.
Semuanya sudah berada di ruang tamu, dan Bi Inah sudah memberikan minuman dan beberapa cemilan. Papa Baskoro dan Mama Risa terkejut dengan sajian bi Inah itu. "Bi, sejak kapan makanan ini ada?"
"Itu Tuan, anu ... Den Reno sama Non Aira yang pesan tadi ." Ucap Bi Inah gelagapan membuat kedua orang tuanya Aisa langsung menatap Aira untuk mencari jawaban di sana.
"Maaf Pa, ini rencana Kak Ghibran." Sahut Aira tidak enak hati.
"Ya sudah, nggak apa-apa. Ayo silahkan di minum." Sambil mempersilahkan mereka meminumnya.
Suasana pun hangat kembali karena adanya Canda tawa di sana.
"Baskoro, kamu tahu tidak? Aisa ini lah yang hari itu membantu aku saat hampir di tabrak orang suruhannya Gerry." Ucap Ayah di sela-sela canda nya, semua mata pun tertuju pada Aisa, pasalnya wanita itu tidak menceritakan apapun.
"Aisa! Benar itu, Nak?" Mama Risa terlihat khawatir pada putrinya itu.
"I ... iya Ma. Ta ... tapi Aisa tidak tahu kalau itu adalah Tuan Daniswara." Aisa menundukkan kepalanya saking takutnya.
"Aku sempat gak percaya loh Risa, pantas saja putraku ingin melamarnya cepat-cepat." Goda Bunda Febri membuat Aisa dan Pak Ghibran salah tingkah.
"Melamarnya?" beo Aisa.
"Iya, bagaimana nak? apa kamu menerimanya?" tanya Bunda Febri, sementara Aisa semakin bingung.
Aisa melirik Papa nya, kemudian Papa Baskoro tersenyum, lirikan itu beralih kepada Mama Risa, dan mama Risa pun tersenyum.
"Sudah kak, terima saja." Goda Aira.
Tiba-tiba Pak Ghibran maju ke depan, mendekati Aisa dan Papa Baskoro yang memang sedang bersebelahan. "Pa, Ghibran mohon maaf karena Ghibran pernah membuat Papa kecewa. Tapi izinkan Ghibran membahagiakan Putri papa yang lainnya, Putri papa yang memang sudah ada di hati Ghibran sejak dulu. Ghibran sangat menyayangi Aisa Nafeeza, Pa. Ghibran akan menjaganya, menghormati nya sebagai perempuan yang paling Ghibran sayang dan menjadikan nya satu-satunya yang ada di hati Ghibran. Hari ini, Ghibran mohon restu Papa untuk bisa menikah dengan putri Papa, Aisa Nafeeza."
Papa Baskoro memeluk Pak Ghibran, "Nak, papa restuin. Akan tetapi, pilihan itu semua ada di tangan Aisa karena dia lah yang menjalankan ke depannya."
"Adik Lucu ..."
Pak Ghibran mendekati Aisa, "Maafkan kakak yang terlalu telat datang. Akan tetapi, ada 'kah kesempatan itu? Mau kah kamu menikah dengan kakak?"
Deg!
"I ... iya Kak, aku mau ...."
Alhamdulillah!
Semua orang bersorak gembira, Pak Ghibran langsung memakaikan cincin di jari manis Aisa. Beruntungnya cincin itu sangatlah pas di jari manis Aisa. Tanpa sadar keduanya saling berpelukan sekarang.
Ekhmmm
Keduanya tersentak, dan langsung melepaskan pelukannya. "Belum halal, gak sabaran banget sih!" Celetuk Aira membuat semuanya terkekeh geli.
Akhirnya, mereka akan bersatu juga setelah melewati lika-liku yang begitu rumit. Pernah terpisahkan oleh jarak dan waktu bahkan sampai pernah menjadi milik orang lain ternyata semuanya tak berpengaruh apapun pada perasaan mereka. Pernah sempat hilang, ternyata dengan kehilangan pula lah perasan itu semakin kuat sampai sekarang. Cinta tanpa syarat, membuat Pak Ghibran sangat mencintai wanita yang sedari kecil sudah berdandan cupu itu. Wanita cupu yang bermula menjadi adik lucunya, siapa sangka sebentar lagi akan menjadi belahan jiwanya, gadis yang akan berjalan beriringan dengannya sampai tua bahkan sampai maut memisahkan.
***
Hari telah tiba, dimana Aisa akan dipinang langsung dengan Lelaki pujaannya.
"Siap ma," Sahut Aisa sambil mendekati Mama.
Mama menuntun Aisa untuk keluar, dan ternyata di sana sudah ada Pak Ghibran di depan penghulu nya.
Papa Baskoro juga sudah mengambil posisinya dan menjabat tangan Pak Ghibran.
"Ananda Ghibran Daniswara, saya nikahkan dan kawinkan engkau kepada putri kandung saya, Aisa Nafeeza dengan mahar 50gram emas, Tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Aisa Nafeeza binti Baskoro Wijaya dengan mahar tersebut, Tunai."
"Sah!"
Hanya sekali napas saja, Ghibran berhasil menjadikan Aisa sebagai pelabuhan terakhirnya. Sejauh apapun kita menolak takdir, jika Semesta mengatakan dia 'lah takdirmu, kamu bisa apa?.
"I love you, istriku." Sambil di kecilnya kening sang istri.
"I love you too." Sahut Aisa dengan senyuman.
.
.
.
.
.
HAPPY ENDING!
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Alhamdulillah, Akhirnya cerita ini selesai juga.
Othor minta maaf kalau dalam penulisan masih ada salah kata, karena othor hanyalah manusia biasa, othor masih banyak belajar dan akan memperbaikinya lagi.
Yuk mampir di cerita othor lainnya ............
Nih, othor kenalin pada kalian yang mau baca novel bertema romansa modern tetapi banyak canda tawanya juga, masih on going kok....
Judul : Begitulah Takdir.
Sedikit cerita, di Karya othor satu ini ada kisah othor di dunia nyata dalam mencari pasangan, disini othor sebagai Sasa. Penasaran? yuk sini mampir, ini dia blurb nya .... cekidot๐
๐ผ๐ผ๐ผ
Broken home, ada yang pernah ngalamin gak? sedikit curhat, othor adalah korban dari broken home. Hal ini membuat othor tertarik untuk membuat kisah keluarga othor dalam bentuk cerita ini, jangan dibully karena sebagian dari kisahnya adalah nyata. Sebagai anak, othor bisa apa selain mendoakan yang terbaik untuk orang tua, iya kan?โบ๏ธ
Silahkan mampir dengan judul : Kau Mendua.
๐ผ๐ผ๐ผ
Cerita di atas, Raina dan Bram memiliki dua orang bernama Farasya Adalah ( Ara ) dan juga Farhan. Disini, lagi-lagi othor mengangkat kisah pribadi othor yang berperan sebagai Ara untuk berjuang mendapatkan gelar sarjana. Ini adalah karya pertama Othor yang tulisannya masih banyak yang harus di revisi, suatu saat akan othor revisi kok.
Dengan judul : Berhak Sarjana .
...***Salam damai semuanya, harus mampir ya di karya - karya othor tersebut, othor maksa nih ๐...
...Sampai jumpa di karya berikutnya,...
...Love sekebon untuk kalian๐ค๐***...