
"Menikahlah!" seru Rere
"Hah?" teriak Aisa dan Pak Reno bersamaan.
"Menurut aku, kalian nikah aja karena rasaku si Aira itu masih sangat sayang sama bang Reno."
"Ide mu gila Regita!"
"Iya, konyol banget sih. Mana bisa gitu?"
ekhm
Deheman Iqbal membuat semuanya menoleh.
"Ada apa?" tanya Pak Reno pada Asistennya.
"Saya boleh memberikan pendapat tidak, Tuan?"
"Silahkan!"
"Saya setuju dengan ucapan Regita, kalian bisa menikah dengan membuat pernikahan kontrak. Pernikahan yang hanya tertulis di selembar kertas semata-mata untuk membuat Aira cemburu."
"Kenapa ngga berpura-pura pacaran saja?"
"Itu tidak bisa, Tuan. Karena dia pasti akan melakukan segala cara untuk memisahkannya sementara dia masih dalam ikatan pernikahan."
Aisa dan Pak Reno menghembuskan nafas kasarnya.
"Pak, sebaiknya kita batalkan saja rencana ini." ujar Aisa yang mengerti kegelisahan bos nya.
Pak Reno hanya diam sambil memikirkan sesuatu.
"Re, aku pulang deluan ya...," Sambil menatap Rere, namun sedetik kemudian
"Saya setuju dengan rencana ini" suara bariton itu membuat semuanya tersentak dan Aisa sudah payah menelan Saliva nya.
"Bapak yakin? ini keputusan besar!" sergah Aisa.
"Kamu tenang saja, saya tidak akan pernah nyentuh kamu, kita melakukan ini hanya di depan Aira."
"Tapi Pak...,"
"Saya tidak terima bantahan." tegas Pak Reno membuat Aisa mengangguk pasrah.
"Iqbal, tolong kamu urus semuanya!" pinta Pak Reno, kemudian menatap Aisa "Dan kita akan kerumah kamu besok"
"Ciyee kakak ipar!" celetuk Rere membuat Aisa melotot kearahnya.
"Regita! walaupun ini sandiwara tapi kamu juga harus menghormatinya." Omel Pak Reno
"Wleeee" ejek Aisa pada Rere .
Aisa di antarkan oleh Pak Reno dan Rere pulang ke rumahnya mang Dadang. Sesampai di sana, ia melihat Bima sedang bermain ular tangga.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumussalam, teteh?" sambil berlari memeluk Aisa.
"Hai, anak tampan. Apa kabar?"
"Kabar Bima baik teh, tapi Bima lagi rindu sama teteh. Kenapa lama banget pulangnya teh?"
Aisa sedikit tersentuh melihat bocah kecil ini. Ia bingung bagaimana cara memberitahu Bima jika dia akan pulang besok hari.
"Teteh kenapa diam aja?"
"Teteh hanya pusing, banyak kerjaan di kantor. Ah iya, besok teteh mau ke luar kota sama Pak Bos. Bima jangan bandel ya selama teteh tinggal?"
Aisa menggeleng "Doakan saja hanya sebentar ya, teteh juga gak tahu sampai kapan, tapi yang penting kalau teteh pulang pasti teteh bawain hadiah buat kamu."
"Beneran teh?"
Aisa mengangguk
"Tapi ada satu syarat"
Aisa mengerutkan alisnya "Apa an?"
"Temenin Bima bobok ya?"
"Siap bos!" sambil mengacak rambutnya Bima.
Bima langsung menarik tangan Aisa ke kamar, dan mengambilkan buku cerita untuk pengantar tidurnya. Setelah Bima tidur Aisa pun kembali ke kamar untuk mengemasi barang-barang nya.
Keesokan harinya, Aisa sudah dijemput oleh Pak Reno dan Rere. Padahal janjinya itu siang, tapi kenapa datangnya pagi? itulah yang ada dibenak Aisa.
"Bu, aku gak sarapan ya!" ujar Aisa pada Ibunya Bima.
"Bawa bekal aja ya teh?"
"Gak usah Bu, nanti Pak Reno ngajak makan di luar katanya. Perutku takut meledak!"
"Teteh...!" panggil Bima
"Sayang, jangan nakal ya. Ingat kan pesan teteh?"
Bima mengangguk "Iya teh"
Tak lama kemudian Rere turun dari mobil dan menyalim tangan Ibunya Bima.
"Sudah pada mau berangkat?" tanya Ibu
"Iya Bu, Pak Reno nungguin tu."
"Oh iya Sa, mana barang yang mau kau bawa? sini kasih aku."
"Aku bisa sendiri."
"Jangan! nanti aku di marahin sama bang Reno."
Aisa mangut-mangut sambil memberikan barangnya sebagian pada Rere.
"Bu, kami pamit ya... Jaga diri baik-baik"
"Iya nak, hati-hati kalian ya."
Setelah berpamitan, mereka langsung naik ke dalam mobil. Sampai di mobil, suasana menjadi hening kembali apalagi saat melihat wajah datarnya Pak Reno.
"Pak, kenapa berubah jadwal gini sih?" kesal Aisa.
Namun, Pak Reno hanya diam saja.
"Abang kamu sariawan ya Re?" bisik Aisa membuat Rere terkikik.
"Coba kasih pereda sariawan!" balas Rere membuat keduanya terbahak-bahak.
ekhemmmm
"Kalian fikir saya tidak dengar?"
GLEK!
Suara bariton itu mengagetkan keduanya, mereka langsung menundukkan pandangannya seakan tahu dunia akan runtuh sekejap saja.