
Enam bulan berlalu,
kini Aisa sudah terbiasa dengan rutinitasnya yang baru. Pak Reno juga sering mengajaknya untuk meeting di luar dan bukan hanya itu, beliau juga menyuruh seseorang untuk mengajarkan Aisa cara bicara formal di depan banyak orang.
Kebaikan Pak Reno membuat kedekatan mereka semakin rapat hingga kini mereka seperti sepasang kekasih, namun pada kenyataannya mereka menganggapnya sebagai sahabat dekat saja. Itu kata di mulut, gak tahu kalau hatinya berbeda.
Seperti hari ini, Pak Reno mengajak Aisa meeting dengan klien di kantor X.
"Apa berkas sudah pada siap Sa?"
"Siap, Pak"
Pak Reno tersenyum tipis "Di ruangan ini gak ada siapa-siapa, hanya ada kita berdua jadi menurutku tak usah terlalu formal."
"Maaf Pak, tapi menurut saya begini lebih baik dari pada diketahui banyak orang."
"Dih, apa iya?" goda Pak Reno membuat Aisa mendelikkan matanya.
"Tuh, gak sopan kamu mendelik sama bos" sambung Pak Reno membuat Aisa memutar bola matanya dengan malas, sedangkan Pak Reno semakin terbahak-bahak.
Tiba lah di sebuah Cafe karena klien nya meminta mereka untuk ketemuan di situ.
"Pak Ren, kamu sering ya meeting di cafe? Apa gak terlalu unformal?"
"Tergantung orangnya, ada yang betah di kantor ada juga yang enggak." jawab Pak Reno dingin.
"Dasar kutub!" umpat Aisa
"Apa kamu bilang?"
"Aku tidak bicara, wleee"
Mereka terlalu asik berbicara hingga tak menyadari kedatangan seseorang di depan nya.
ekhemm
Aisa dan Pak Reno terkesiap ketika mendengar deheman itu, apalagi Aisa saat ini sedang menahan salivanya. Gadis di depannya bertubuh seksi, cantik dan menurut Aisa sedikit centil pada Pak Reno membuat Aisa berdengus kesal saat ini.
Apalagi sesekali wanita itu dengan sengaja menggandeng tangan Pak Reno membuat Aisa ingin sekali pergi dari sana.
"Baiklah Nyonya Rita, senang telah bekerja sama dengan Anda." Ucap Pak Reno di akhir kata.
"Saya juga senang dapat bekerja sama dengan Anda, tuan Reno. Semoga kita lebih sering lagi untuk ketemu , Tuan."
dih, ganjen. umpat Aisa dalam hati
"Hmm boleh, Anda bisa mengatur jadwal dengan sekretaris saya. Bukan begitu, Aisa?"
Aisa terkesiap karena tadinya ia sedang mengumpat, ah bos nya ini memang senang sekali mengerjainya.
"Hah? oh iya, benar sekali Pak. Ibu bisa menghubungi saya."
Wanita itu tersenyum sinis pada Aisa "Sorry tapi saya bisa hubungi tuan Reno sendiri."
Aisa membalas senyumannya dengan sok manis, karena walau bagaimana pun ia harus bersikap profesional.
Selepas wanita itu pergi, Pak Reno kembali duduk dan membuat Aisa mengerutkan alisnya.
"Kenapa malah duduk , tuan?"
"Bhahahhahahahhaha!" Pak Reno terbahak-bahak, sebenarnya dari tadi ia ingin tertawa tapi kali ini pak Reno tak dapat menahan nya lagi.
"Rese' banget sih!" ucap Aisa pelan.
"Aku dengar loh, duduk dulu sini!" sahut Pak Reno, dan Aisa mengangguk patuh.
"Aku? mengumpatnya? Ck! Siapa yang mengumpatnya?" elak Aisa
"Hmm benarkah?" tanya Pak Reno dengan mata di kedipkan.
"Sejak kapan jadi cowok genit gitu bos?" kata Aisa sambil tertawa geli
"Eh tapi aku senang sekarang kamu bisa lepas gitu bicaranya sama aku, gak kaya awal kenal dulu yang begitu kaku." Sahut Pak Reno membuat Aisa tertawa getir.
"Oke balik ke topik, aku tau kamu tadi mengumpatnya dan kamu jangan lupakan kalau aku ini orang yang kamu bilang cenayang itu, hahahha!" sambung Pak Reno
"Ya kalau sudah tahu kenapa nanya gitu?"
"Kamu mau tahu gak siapa dia?"
"Enggak!" jawab Aisa cepat.
"Oke, aku kasih tahu sekarang. Namanya Mona, dari dulu dia berusaha buat dekatin aku tapi ya aku gak mau. Soal alasannya, kamu sudah bisa nilai sendiri gimana dia kan? Makanya aku suruh hubungin kamu tadi."
"Tapi dia cantik loh , Bos." goda Aisa . Ya, Aisa memang lebih senang manggil bos jika sedang berdua ataupun saat lepas dari pekerjaan.
"Kamu juga Cantik" sahut Pak Reno
"Aku cupu!"
"Sekarang tidak"
"Itu karena kamu, Karena perusahaan kamu ini yang maksa. Padahal aku dulunya berharapnya jadi office girl karena melihat dari lulusan ku, atau paling tinggi ya di pabriknya."
"Mana mungkin aku biarkan kamu di sana, Aisa."
"Kenapa?"
"Sudah lah, bukan itu masalahnya sekarang."
"Kamu ini kenapa sih bos gak pernah bilang alasan terima aku di kantor mu?"
"Karena kamu punya kemampuan. Walaupun yang kamu lampirkan ijazah SMA tapi kamu juga melampirkan sertifikat itu. faham Aisa Nafeeza?"
"Baiklah, Pak." sambil mengangguk.
"Dih, gak jelas. Setelah ini kamu ikut aku ya? aku mau kenalin kamu sama sepupu aku. Gimana?"
"Sepupu? memangnya sepupu kamu itu cewek apa cowok?" tanya Aisa polos.
🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸
Jangan lupa hadiah, vote, fav and like nya ya...
othor juga pengen beli baju lebaran, kalian sudah pada beli belum?ðŸ¤ðŸ¤
Sambil menunggu kelanjutan dari Aisa & Aira, yuk kepoin punya temen othor yang lain..
kali ini dari Khadijah Rahman dengan judul Kugoda lagi suamiku. widiiiiihhhðŸ¤ðŸ¤
sinopsis:
Ana seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak yang tidak pernah memperhatikan penampilannya, hingga suaminya berpaling pada wanita lain. Ana berusaha menggoda lagi suaminya agar kembali ke pelukannya. Apakah godaan Ana berhasil? Akankah Prasetya, suami Ana, akan tergoda?
Let's check this out!!