Aisa & Aira

Aisa & Aira
Eps 16. Mencari Kebenaran



"Kenapa sih Sa gak Kau biarkan aja dokter itu laporin si Aira? Anak itu sudah keterlaluan loh Sa" geram Rere


Aisa tersenyum "Kita jangan gegabah Re, memangnya kamu ada bukti? enggak kan? kita cari dulu buktinya."


"Maksud mu?"


"Kita lihat nanti, Ayo pulang. Aku sudah gak sabar mau jumpa dengan Saudara kembarku itu"


Rere bingung melihat tingkah Aisa yang tidak seperti biasanya, ia takut jika Aisa memiliki sifat dendam nantinya. Memang benar tingkah Aira tidak bisa di maafkan, tapi dendam adalah hal yang buruk dalam kita menyikapinya.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Aisa .


"Re , gak mampir dulu?"


"Enggak lah Sa, badanku lengket semua kurasa"


"Ya sudah, hati-hati ya"


Aisa masuk ke dalam rumahnya, pandangannya langsung tertuju pada adiknya yang sedang nonton tv sambil makan cemilan.


"Hai kakak, baru pulang ya?" sapa Aira sok baik


Aisa tersenyum mendengarnya namun senyuman itu bukan pertanda senang tapi ia tahu apa yang ada dipikiran adiknya itu sekarang.


"Iya, kamu tumben pulang cepat?" sahut Aisa


"Maksud loe?" tanya Aira dan Aisa hanya mengernyitkan alisnya.


Awas loe, gumam Aira


"Jangan mengumpat ku, dosa!" tegas Aisa lalu ia naik ke atas menuju kamarnya.


Aisa mengoleskan salap ke wajahnya yang memerah, sedikit pedih memang bahkan sama pedihnya dengan perasaannya saat ini.


Tanpa sadar ia mengepalkan tangannya dan merasakan sedikit dendam saat ini .


'Kamu harus membayarnya, Aira! aku diam bukan berarti aku kalah, awas kamu!'


Dari balik pintu, ternyata Bi Inah melihat itu. Sedikit syok sampai membuatnya hampir saja menumbur Aira yang sedang lewat.


"Bi, kalau jalan liat-liat dong" kesal Aira


"Maaf Non"


Aisa mendengar suara keributan diluar dan langsung melihatnya.


"Ada apa bi?"


"Emh itu non, anu..."


"Bi Inah nabrak gue" potong Aira , dan Aisa hanya ber oh riaa.


"Kok loe gak bela gue?" heran Aira sementara Aisa langsung masuk kembali ke kamarnya.


Aira berdengus kesal, pasalnya selama ini walaupun dia sering jahilin Aisa tapi jika ada apa-apa Aisa selalu membelanya. Lalu apa ini? jangankan membela, untuk peduli saja tidak.


Hari ini Aisa memang kelihatan sedikit berbeda sejak mengetahui jika Aira sudah berani sampai situ.


Aisa sangat kecewa, padahal selama ini ia selalu menyayangi Aira bahkan membantunya dalam hal apapun.


***


Malam hari, Aisa tak sengaja mendengar percakapan Aira dengan Mikha dan Ebi di ponselnya. Aisa berjalan lebih dekat untuk memperjelas apa yang ia dengar saat ini.


🌸in call


Sejauh ini sih Aisa belum tau kalau gue yang nukar Skin Care nya, tapi ya bagus deh. Haha!"


(-------)


Tugas loe bedua besok pagi datang kerumah gue, bawa lagi tuh Skin Care abal-abal karena gue rasa Aisa tadi ke klinik kecantikan lagi dan menggantikan Skin Care nya dengan yang asli.


(-------)


Loe tenang aja, si Cupu gak mungkin marah sama Gue, sudah dulu... bye!.


🌸


Aisa sengaja tidak pergi dari tempatnya berdiri hingga saat Aira berbalik badan ia langsung...


pranggggggg


Ponsel Aira melayang ke lantai dan kepanikan melandanya.


"A---isa? Loe sej--ak kapan di---situ" ucapnya terbata-bata


Aisa menahan tawanya "Kamu kenapa?"


"Loe ngapain disini?" bukannya menjawab malah nanya balik


"Kamu sudah ditungguin di meja makan" sahut Aisa sambil meninggalkan Aira.


Apa dia dengar ya? ah biarin lah, gumam Aira .


Mereka sudah bergabung di meja makan, Papa Baskoro melihat anaknya satu persatu.


"Aisa, kenapa pakai masker?" tanya Papa Baskoro


Aisa menepuk jidatnya dan menyesali dirinya sendiri yang ceroboh. Bagaimana bisa ia bergabung di meja makan dengan wajah yang begini?.


"Lagi gak enak badan Pa. Oh iya, aku boleh tidak kalau makan di kamar saja? Boleh ya Pa?"


"Boleh, ambil cepat makanan kamu dan segera naik ke atas!" kali ini yang jawab Mama Risa.


Aisa tidak menjawabnya sebelum Papa Baskoro berubah pikiran, pikirnya.


"Kamu mau bermain api kan , Aira? jangan salahkan aku jika kamu yang terbakar!" Aisa berbicara dengan dirinya sendiri.


Aisa mencari kameranya lalu menyembunyikan nya di tempat yang tidak mungkin Aira mengetahuinya.


***


Ting


Ting


Tak ada yang membukanya karena bi Inah sedang pergi ke pasar, Aisa yang sedang menonton tv pun langsung terkesiap mendengar suara bel rumahnya.


"Siapa sih?" gumam Aisa


ceklekkk


"Dih, si Cupu rupanya. Lama banget sih" ketus Ebi


Aisa menggelengkan kepalanya lalu masuk ke dalam tanpa menyuruh mereka masuk.


"Gak sopan banget sih loe"


"Emang kalian sopan? enggak kan?" jawab Aisa .


tiba-tiba...


"Sudah lama?" ucap Aira yang baru saja datang


"Lain kali temannya di tunggu kalau memang sudah ada janji mau datang" singkat Aisa lalu pergi ke kamarnya.


Aira dan yang lainnya menatap punggung badan Aisa yang semakin menjauh, mereka tak menyangka dengan apa yang mereka dengar sekarang.


"Kenapa tuh anak?" tanya Mikha


"Gue juga gak tahu, dari kemarin udah gitu" jawab Aira


"Lagi Kedatangan pabrik fanta kali"


"Maybe"


Sementara di tempat lain, Aisa mempersiapkan dirinya. Aisa menghidupkan kameranya dan mengambil sebuah novel untuk dibacanya.


tok


tok


tok


"Sa, ini gue!" ucap Aira dari balik pintu


'Mari kita mulai permainan ini, Aira!'


ceklekkk


"Sa, di panggil Kak Andre tuh"


"Ya sudah nanti aku kesana" sambil menutup pintu


"Eitss tunggu dulu!" cegah nya.


"Hmm?"


"Kata Kak Andre sekarang. Iya, sekarang."


Aisa pergi tanpa pamit, sebenarnya Aira mulai tidak nyaman dengan sikap Aisa yang dingin itu dan dia mulai merindukan Aisa yang penurut.


Aisa masuk ke Kamar Kak Andre yang kebetulan tidak di kunci itu.


"Kak" sapa Aisa


Kak Andre terkesiap, ia baru saja keluar dari kamar mandi .


"Ya ampun dek, bikin kaget aja"


"Hehehe maaf"


"Ada apa dek?"


Mendengar itu Aisa langsung memicingkan matanya "Bukannya kakak yang panggil aku ya?"


"Panggil?" tanya Kak Andre dan Aisa mengangguk .


"Enggak, siapa yang bilang?"


"Aira kak"


"Tapi kakak gak ada panggil kamu dan sejak tadi kakak belum ada jumpa tuh sama dia "


"Benarkah?"


"Iya Adikku sayang"


"Ya sudah, aku keluar lagi. Lain kali kalau mandi itu pintu kamar juga di kunci kak" goda Aisa


"Yee, ngapain? gak ada siapa-siapa juga"


"Makanya cari istri, biar ada siapa-siapa. Wleeee" ejek Aisa sambil keluar


"Ih dasar ya kamu!!" teriak Kak andre


Sementara di tempat lain Aira sudah berhasil masuk ke kamar Aisa dan langsung mengambil botol Skin Care nya yang sudah tertata rapi di meja rias.


"Hahahaha! Rasain . Loe gak boleh cantik Aisa, karena yang cantik itu hanya gue!" Kata Aira sambil mengganti isi Skin Care Nya.