Aisa & Aira

Aisa & Aira
Eps 33. Sepupunya Pak Reno



drrrrddddd dddrrrrddd


"Sebentar, ponsel ku bunyi" kata Pak Reno lalu ia mengangkatnya.


Dua menit berlalu, setelah itu ia menginfokan bahwa sepupunya sudah berada di cafe yang sama.


"Nah, itu dia... Regita? Siniii!"


Deg!


Ketika nama itu di panggil, Aisa langsung menoleh begitupun dengan Regita. Kedua mata itu bertemu dan waktu seakan berhenti seketika.


"Rere?"


"Aisa?"


Ucap mereka barengan lalu saling peluk, keduanya melepaskan kerinduan terutama Rere yang benar-benar kehilangan sahabatnya itu.


ekhemm


"Sudah kangen-kangenan nya?" suara bariton itu mengagetkan keduanya.


"Aisa, kenalkan... Ini Regita Simbolon sepupu aku. Dan Regita, Kenalkan ini Aisa... Sekretaris pribadi aku."


"Re, kamu?"


"Sa, kamu?"


Kembali lagi mereka mengucapkan nya bersamaan.


"Bhahahhahah!" Pak Reno tak henti tertawa melihat tingkah kedua wanita didepannya.


"Bang!!!"


"Pak!!!"


Ucap keduanya lagi, kemudian Pak Reno menghentikan tawanya dan kembali memasang wajah seriusnya.


"Oke, Regita kamu ingat gak aku pernah cerita kalau aku punya sekretaris baru?" tanya Pak Reno


Rere mengangguk "Abang bilang dia berasal dari keluarga terpandang namun salah satu anggota keluarganya mengusirnya"


"Baik. Kalau kamu Ai, ingat gak kita pernah menyebut nama Rere?"


"Ingat, aku kira itu hanya kebetulan saja."


"Ya sudah, sekarang dimana salahku? harusnya kalian berdua berterima kasih padaku karena sudah mempertemukan dua sejoli yang sempat terpisahkan oleh jarak!"


"Tapi kok bisa?" tanya Rere heran, sementara Aisa kini tersenyum.


"Re, kamu gak marah sama aku?"


"Marah? ya iyalah! Kau tuh nganggap aku apa? sampai ngilang tanpa kabar"


"Maaf, tapi aku gak punya pilihan lain"


"Jujur Sa, aku kecewa kali sama kau. Sudah ku anggap kaya saudaraku sendiri kau loh tapi apa yang kau lakukan samaku? Sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk telpon Abang kau. Awalnya dia gak mau cerita tapi ya bukan Rere namanya kalau gak maksa. Ya sudah, Bang Andre ceritain semuanya samaku."


"Sa, kau gak sendirian. Masih ada aku! Lain kali jangan kaya gitu lagi." sambungnya.


"Maaf Re" lirih Aisa.


"Ku maafkan!" sahut Rere


"Sekarang kau ceritakan samaku, kok bisa kau jadi sekretaris abangku yang agak tengil ini?" sambung Rere membuat Aisa tergelak.


Aisa pun menceritakan segalanya, mulai dari dia di guyur air becek sampai saat ini, sedangkan Pak Reno sedari tadi menikmati pembicaraan keduanya yang sedang melepaskan kerinduan.


"Aku awalnya gak mau nginap, tapi karena ada sahabat ku ya boleh dong nginap, ya bang ya?"


"Iya bawel"


๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ


Kini Aisa juga berada di rumah Pak Reno. Awalnya Aisa menolak tapi Rere terus saja mengajak sampai akhirnya Pak Reno mengancam Aisa jika ia tidak ikut maka bulan ini gajinya akan di potong 80%. Sungguh terlalu~


"Bang, Tante sama Om dimana?" tanya Rere


"Lagi di Jepang, tau sendiri kamu kalau perusahaan Papi yang disana susah di tinggal" jelas Pak Reno dan Rere hanya ber oh riaa.


Beruntunglah orang tua Pak Reno sedang tidak berada di rumah, jika tidak maka betapa malunya Aisa saat ini.


"Ayok Sa ke kamar aku" ajak Rere membuat Aisa bingung.


"Jangan bingung, Regita memang punya kamar sendiri di sini. Waktu kecil dia menangis terus minta disediakan kamar untuk dirinya sendiri disini." sahut Pak Reno yang mengerti dengan respon Aisa.


Aisa pasrah saat di tarik oleh Rere ke kamar nya dan dia tercengang saat melihat kamar Rere yang sama persis dengan kamarnya yang berada di rumahnya sendiri.


"Kamu pindahin kamar kamu kesini Re?"


"Hahaha kau pasti terkejut ya?" tanya Rere dan Aisa mengangguk.


"Aku tuh maunya saat aku berada di rumah sepupu aku, tidurku nyenyak. Aku gak bisa tidur kalau nuansanya beda. Makanya pas dirumah kau itu aku asik guling sana guling sini aja. Yakan?"


"Hahaha ada-ada saja kamu Re!" sahut Aisa sambil tertawa.


"Aku gak nyangka kita jumpa lagi Sa, kamu kapan balik ke rumah?"


deg!!!


Pertanyaan itu seperti petir bagi Aisa. Kapan? ya, dia juga tak tahu kapan, kesembuhan Aira sangat penting baginya.


"Re, kamu tau gak kondisi Aira sekarang gimana?"


Pertanyaan itu lolos begitu saja di mulut Aisa.


"Aku gak tahu, kayanya baik-baik saja tuh!" ketus Rere


"Kok gitu?" tanya Aisa heran lihat sifat aneh Rere


"Entahlah Sa, aku udah palak (kesal) kali sama kembaran kau itu, males aku bahasnya sekarang." ketus Rere.


๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ


**Salam semangat buat kakak-kakak semua...


Bagaimana puasanya? lancar?


Yuk, dukung othor terus๐Ÿ’•


othor sekalian mau rekomendasiin punya teman othor ni, hari ini giliran kak aveeiiii, nah ini dia๐Ÿ‘‡**



**sinopsis:


โ€œI Love You Alexander!โ€ teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya. Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya.


โ€œApa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?โ€


โ€œAlexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,โ€ tekad Hanum.


Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya**.