
Setelah mendapatkan bubur dan sate pesanan airin akupun langsung plg kerumah karena sudah pagi.
"assalamu'alaykum sayang"kataku sambil membuka pintu kamarku.aku tak melihat airin,mungkin airin sedang mandi.tak lama airin pun keluar dari kamar mandi.
"ko daddy baru plg sih,inikan udah pagi".
"maaf sayang daddy nungguin bubur,soalnya mana ada yg jual bubur malam malam begitu.ya udah ayo sekarang makan"kataku sambil meletakkan makanan diatas meja.
"iya dad.maafin airin yah karena ngidamnya airin buat daddy jadi kualahan."katanya dengan menunduk, mungkin merasa bersalah.akupun maju dan mengarahkan wajahnya kearahnya.
"rin.ini itu tugas daddy sebagai suami,karena airin yg mengandung dan melahirkan anak daddy.jadi tugas daddy menuruti semua keinginan airin saat ngidam dan yg terpenting selalu membuat airin bahagia"jawabku dengan tersenyum.
"iya dad.makasih yah"sambil merentangkan tanganya ternyata ingin memelukku.
"iya sayang.buruan makan gih mumpung masih anget buburnya tp kalau satenya udah dingin.maaf yah sayang".
"iya gak apa kok dad"airin memulai memakan makanannya dengan lahap".
"Daddy mau?".
"gak sayang.kamu aja yang makan"jawabku dengan tersenyum dan memperhatikan airin makan dengan lahapnya.
Dilain tempat.
kini tak terasa sudah pagi.aku merasakan ada seseorang yang memeluk tubuhku dari belakang dan saat aku melihatnya ternyata irsan yang memelukku.akupun membalikkan badanku dan kemudian menatap wajahnya dan akupun tersenyum.
masya Allah.ciptaan allah begitu sempurna. hidung mancung,mata sipit, bibir tipis dan muka yang sangat mulus,ingin sekali aku mengecup bibirnya tapi aku tak punya keberanian untuk itu,walaupun sudah halal.
Hufff.sambil menghela nafas kasarku.ketika dia sudah tak ada dikasur.
apa irsan tdk tertarik sedikitpun denganku yah, kenapa dia begitu sangat dingin terhadapku. apa aku harus agresif juga seperti airin gumamku.
"kamu udah bangun"tiba tiba suaranya membuyarkan lamunanku.aku kaget mendengar suaranya dan ternyata irsan sudah ada dibelakanngku.
"iya".jawabku cuek dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diriku karena aku melihat irsan sudah segar sepertinya dia sudah mandi.
setelah selesai mandi kemudian aku mengambil pakaianku dilemari dan mengantinya didekat irsan,aku jadi penasaran bagaimana reaksinya.
tapi pada saat aku meliriknya ternyata irsan kelihatan biasa saja.
"kamu mau kemana mas, udah rapi gini"kataku setelah selesai memakai pakaianku. karena aku melihat irsan sudah rapi.
"aku mau kekantor"jawabnya dengan santai.
"kita baru kemarin nikah loh mas dan kita sekarang masih dihotel dan kamu pagi pagi gini malah mau kekantor"Haahh...kataku dengan sedikit meninggikan suaraku.
"iya. aku ada urusan sebentar".dan langsung keluar dari kamar tanpa permisi sedikit pun kepadaku.
yaa allah apa benar dia suamiku gumamku.aku rasanya ingin meneteskan air mataku karena perlakuannya kepadaku.ntah bagaimana caranya aku bersikap dengannya aku baikin dia,tapi irsan malah sangat cuek terhadapku dan seperti masa bodoh atau aku tak usah menghiraukannya saja, sepertinya itu yang diinginkannya. tapi bagaimanapun dia sudah menjadi suamiku
Hufff sudahlah. dari pada aku memikirkannya mending aku kerumah sisil saja gumanku.