
kenapa yah akir-akir ini aku sering merasa tidak enak badan apa aku kecapean atau kenapa. Airin berbicara dalan hanti
sedari tadi airin hayang melamu di tempat kasir sampai- sampai suara orang mengagetkannya.
"mba maaf ini, saya mau membayar semua yang saya tadi pesan jadi berapa yah? "
"eh,, iya mba semuanya jadi 200 ribu, maksih ka atas kunjungannya".
" ka,, kakak kenapa akhir-akirnya aku lihat kaka sedang tidak baik- baik saja".
"tidak,, mungkin hanya kecapean saja, sekrang kan toko kita sudah lumayan ramai pembeli".
"mungkin juga si ka , tapi ka menurut ku lebih baik kakak perkisakan saja pada dokter takutnya ada apa-apa kah?"
"iya juga si! Tapi nanti saja lah aku periksaan kalo sudah lumyan sepi toko kita."
dia juga heran tidak bias-biasanya badannya selemah ini, dulu saja saat dia di siksa bara badan dia biasa saja paling hanya demam biasa.
Sedangkan di jakarta bara sedang di marahi habis habisan oleh mamahnya karna sudah bertingkah sangkat ceriboh. mamahnya tidak habis pikir kenapa bisa-bisanya tida melakukan hal yang tidak pantas terhadap memantunya.
"kamu sangat bodoh bara, kamu berbuat seperti itu kamu kemanakan otak mu bara, dan kamu sudah bohongin mamah bara kenapa kamu pura lumpuh? "
"maafkan bara mamah memang bara akui bara sangat bodoh, tapi bara menyesal mah"
bara bersimpuh di depan kaki mamahnya sendiri.
mamah pergi melalu bara yang sedang diam di hadapan nya rasanya dia sudah muak melihat muka anaknya yang sudah melakukan hal yang sangkat tak pantas di sembut seorang suami.
Saat mamah sedang diam di kamarnya tiba-tiba ada yang mengetok kamarnya.
"permisi nyonya apa saya boleh masuk".
"masuk saja bi".
Bibi itu pun masuk dia berniat memberikan surat yang di titipkannya untuk mamah dari airin.
"maaf nyonyah tolong jangan bilang sama tuan kalo saya tau tentang kepergian nyonya muda, karna saya sudah berjanji padanya".
"iya bi saya tidak akan memberi tahukannya, tapi saya minta tolong ceritakan apa saja yang terjadi di rumah ini selama saya tidak ada di rumah ini?"
"gini nyonya sebenarnya tuan bara selalu menyiksa nyonya airin, tapi tuan mengancam kita kalo kita kasih tau nyonya kita bakal di pecat sedangkan nyonya tau kami di sini hanya pekerja mana berani kami membantah. Saya sering mendengar nyonya airin menangis kesakitan, bahkan pernah badan nyonya airin merah-merah seprti bekas cambukkan."
Bibi menceritakan semua yang di almi airin sewktu masih di dalam rumah ini, semenderita apa dia sesakit apa dia semua bibi ceritakan. Mamah pun tak habis pikir dengan apa yang di perbuat bara.
Anak yang dulunya sangat lemah lembut yang tidak akan berani memangkat tangannya terhadap seorsng wanita tapi sekrang apa yang dia buat. Dia merasa menjadi seorang ibu yang sangat gagal,dia sangat menyesal kenapa harus meninggalkan airin sekrang dia kehilangan memantu yang sangat baik
Mamah sempet mencari asal usul airin maknnya dia yakin airin adalah cewek yang pas untuk anaknya bara.