
Di rumah
"gimana nak apa kamu sudah menemukan airin".
"mamah sabar yah nanti bara akan cari airin sampai ketemu mamah cukup mendoakan aku saja."
saat bara ingin melangkah ke dalam kamar.
"bara mungkin kamu bisa menanyakannya sama pembantu kita mungkin dia tau kepergian airin mungkin saja ada yang membantunya".
Mamah langsung berlari ke kamarnya baru saja dia ingin menanyakan apa maksud dari ucapannya itu tapi malah mamah memilih pergi.
Sebenarnya apa maksud mamah berbicara seperti itu apa ada yang memebantu airin pergi dari rumahnya, tapi siapa yang membantunya. Di kamar pun di berpikir kerasa siapa kira-kira yang di rumah ini sangat dekat dengan airin, saat dia berpikir kerasa dia teringat ada 1 yang dekat dengannya dia yang sering di dapur memasak bersama dengan airin.
bara mencari pembantu itu di setiap sudut rumah tapi sayang tidak ada orang yang dia cari dia memilih menanyakan pada pembantu yang lain.
"kamu tau bi siti di mana."
"maaf tuan bi siti dia sedang cuti karna anaknya sakit jadi dia pulang."
"kapan dia kembali?"
"kurang tau tuan mungkin sampai anaknya semuh karna saya dengar sakit nya lumayan parah tuan."
"apa kah kamu tau di mana alamat rumahnya"
"saya rasa tau tuan tar saya tulis dulu tuan suapa tuan lebih gampang mencarinya."
di rasa dia sudah menemukan apa yah dia mau dia memeilih balik ke kamarnya untuk memeberihkan badannya yang sudah sangat tidak nyaman karna seharian bekerja.
bara memilih merendamkan badannya di dalan betap dengan airin hayang di tambah wawangian yang menengnkan saat dia mulai terpejam tiba-tiba dia kemabli teringat saat pertama kali airin masuk ke kamarnya dan bukannya dia menanyakan ada apa tapi, dia malah menamparnya tanpa mendengarkan penjelasan dari airin.
"ahhhh,,buk,pyar suara kaca pecah oleh tijuan tangan bara seketika darah mengalir derasa dari tangannya rasa bersalahnya sungguh sangat besar sakit pun tidak dia rasakan olehnya."
bara hanya diam dan tidak berniat mengobati lukanya, mamah tiba-tiba masuk ke dalam kamanya melihat anaknya tidak ada di kamarnya dia mencari. Tapi apa yang di lihat anaknya sedang terdiam dengan tangan yang penuh dengan darah.
"haaaaaa bara kamu kenapa nak, kenapa tiba-tiba seperti ini".
"mah bar,, bar sangkat menyesal mah hixhixhix".
"sudah bar kamu jangan gini". Mamah langsung menelpon kevin karna da kawatir terjadi apa-apa dengan bara.
setlah 15 menit akhirnya kevin sampai juga ke rumah bara dia langsung masuk ke kamaru bara dan langsung melihat bara yang hanya terdiam dan di sampingnya ada mamahnya yang terus menangis.
"tante kenapa bisa seperti ini apa yang terjadi?"
"tante sendiri tidak tau nak, tau-tau pas tante masuk sudah seperti ini."
"lebih baik tante ke luar tenangin pikiran tante supaya tidak lebih panik."
mamah pun mengikutin perkataan kevin dia menunggu di luar agar kevin lebih leluasa mengobati bara.
" lu ngapain kaya sini bar, lu bodoh kalo seperti ini. Sini gue bantu obatin luka lu kalo gaka takutnya infeksi."
kevin memegang tangan bara. bara pun hanya diam saat kevin mengobatin. Saat sudah selesai dia memapah bara ke tempat tidur dia menyuntikan obat tidur agar langsung beristirhat dan langsung ke luar.
"gimana bara vin".
"dia gak papa tan dia sudah aku kasih obat tidur agar beristirahat dulu lukanya pun sudah aku obatti. Jadi tante jangan kawitir ouh iya tan aku pulang dulu yah."
"iya bar maksih hati-hati yang di jalan."