
"kamu bisa menggunakan cincin ini kebeneran aku membawanya kemarin".
baik lah mungkin ini saja sudah cukup nanti biar aku yang mengurus selanjutnya.
"dan kamu sini nanti pas mayat di antar ke rumah bara kita berpura-pura sedih bilang saja sejujurnya memang kita berada di bali tapi saat itu airin ingin pulang ke makan bapaknya dan terjadi kecelakaan itu".
"baik lah akan ku buat dia menyesel Karna sudah menyakiti perasaan sahabatku."
"baik lah aku gak akan berlama-lama di sini aku pamit dan jangan sampe caca dan vera tau semuanya, kita tidak bisa percaya sama semabarang orang sekrang dan airin aku mohon jangan terlalu kecapean dan banyak pikiran itu tidak baik."
"iya ton maksih yah."
"dan satu lagi mungkin aku tidak akan terlalau sering ke sini takutnya merka curiga."
Anton pun memilih pergi dan mengurus semua yang harus dia siapkan agar rencananya berjalan lancar. di rasa semuanya yang dia butuhkan sudah ada dia langsung menuju ke alamt tujuan.
"bagai mana apa semuanya sudah kamu urus."
"sudah bos tinggal kita mengunjungi keluarga korban apa bos mempunyai barang-barang nona airin?"
"sudah aku memebawa cincinya ini tinggal kamu atur saja."
Di rasa semua sudah beres anton menyusun rencana dan menyuruh orang untuk ke kediamna kevin semoga saja rencananya berjalan lancar dan tidak ada yang mencurigainya.
Dan benar sekitar jam 2 siang orang suruhan anton mendatangi rumah bara dan menyampaikan apa yang di perintahkan sama anton.
"permisi apa ini benar kediaman pak bara."
"benar pak ada perlu apa yah, kebetulan tuan masih ada di kantornya di rumah hanya ada nyonya saja, silakan masuk pak."
"baik"
Merka pun di persialkan suduk dan betemua dengan mamah kevin.
"saya di sini mau menyampaikan bawa wanita yang bernama airin mengalam kecelakan peswat, saya di sini memastikan apa kah barang yang saya bawa ini milik wanita itu, dan ada juga ktp yang saya bawa."
mamah melihatnya kembali dan memastikan apa kah cicin itu mulu airin memantunya.
"iya pak ini milu menantu saya, tapi tidak mungkim itu airin barang kali ada orang yang mempunyai dan sama dengan nya pak."
"biar lebih jelasnya ibu bisa mendatang rumah sakit di mana tempat mayatnya, saya juga membawa lis pesawat dan foto korban rencananya nanti saya akan membawanya ke sini untuk segera di makamkan apa kah ibu tidak keberatan?"
"hixhixhxih tidak mungkin pak tidak mungkin."
"saya hanya menyampaikan apa yang harus saya sampaikan saya permisi."
2 laki-laki itu pun pergi dan seketika mamah anton hilang kesadarannya.
"nyonya-nyonya bangun."
"pak bantu saya bawq nyonya ke kamar."
pembatu itu menelpon bara.
"tuan nyonya pingsan bisakah anda pulang dulu saya kawaitir?"
"kenapa biasa apa yang terjadi?"
"nanti saya ceritakan tapi saya mohon anda pulang dulu tuan."
Bara pun langsung menancap gasnya untuk pulang ke rumah dia sngat kawaitir dengan keadaan mamahnya. Ada apa sebenarnya kenapa seperti ada yang tidak beres. Saat mobil sudah memasukin rumahnya di langsung masuk ke kamri melihat keadaan mamahnya
Di melihat mamahnya terbaring tak sadarkan diri dan kevin pun belum sampai ke rumah bada saat itu.