
Hari pernikahan itu adalah hari dimana yg ditunggu tunggu bagi setiap org
hari kebahagian bagi setiap yg memiliki pasangan agar menuju halal
hari dimana senyuman tak pernah pudar diwajah setiap org yang akan melangsungkan pernikahan
dimana hari yang paling dinanti nantikan bagi semua org
tapi berbeda dengan siska.
karena hari ini begitu berat baginya bahkan kebimbangan terus saja dia rasakan
dia merasa bahwa ini adalah mimpi baginya
dimana dia akan melepas masa lajangnya dengan seseorg yg tak dia ketahui karekternya yg dia tau sikapnya dingin kesemua org termasuk kpd dirinya
dimana dia merasa pernikahan ini hanya mengikat status bagi mereka karena bukan keinginan dari dirinya
ntalah bagaimana pernikahannya kelak apa lagi sekarang tinggal menunggu ijab kabul dari calon suaminya yg sebentar lagi akan menjadi suami ,mungkin hanya diatas kertas sj
kedua teman gesreknya skrg berada didekat siska
karena dia ingin didampingi oleh ke2 sahabatnya
"Waaaooo,,sis lo ko cantik banget sih.sampai takjub gue liatnya"ujar airin yg dari tadi tak pernah berpaling kearahku
yah wanita hamil ini makin mesum sj.dari tadi dia membahas masalah hubungan suami istri karena katanya dia ingin mengajari aku biar disayang dengan suami yah salah satunya dengan masalah ranjang
aku tak menghiraukan semua perkataannya, aku hanya menanggapinya dengan deheman
aku bahkan malas jika dia selalu membahas malam pertama
tapi berbeda dengan sisil dia yg malah terlihat sangat semangat jika menyangkut masalah dengan yg satu itu
aku melihat sisil sangat menyimak apapun yg dikatakan arin
"sis lo dengerin gue gk sih"katanya dengan melotot
"gue tuh dari tari mulut ampe berbusa tau ngomong sm elo, lo malah ehem ehem aja,,sebel gue"sambil mukanya ditekuk
"cie yg udah gk tahan"kata sisil yg dari tadi menyimak dan kemudian menggodaku
"makanya lo nikah biar tau rasanya"ujarku lagi dengan asal
"yah riko blm mau nikah,,gimana dong"jawab sisil dengan mimik sedih
"ya udah tinggalin aja. cari tuh yg serius jgn pacar pacaran terus"kataku menyentil perasaan sisil
"emng lo udh tau rasanya"kata airin yg tiba tiba lemot
aku hanya mendengus kesal
"maksud gue,biar sisil tau pas mau nikah itu rasanya kaya gimana,, yah deg degan apa gimana"ujarku ngegas karena airin hanya selalu memikirkan yg mesum mesum sj
Oww gitu, ujarnya dengan tanpa rasa dosa sekalipun
yahh..
sahabatku menemaniku disini dan ketika calon suamiku sudah mengucap ijab kabul maka aku akan diantar oleh kedua sahabatku untuk turun menemui calon suamiku,,ehh maksudnya suamiku
setelah terdengar ijab kabul akupun turun dari tangga dan berjalan kearah suamiku yg aku melihat dia selalu memandangiku dan aku didampingi kedua sahabatku sisil sebelah kanan dan airin disebelah kiri
setelah sampai ditempat ijab kabul akupun duduk dekat suamiku dan kemudian disuruh mencium tangannya dan setelah itu kami menandatangani buku nikah dan berfoto bersama para keluarga
karena kami belum mengundang terlalu banyak tamu,kami hanya mengundang keluarga terdekat saja termasuk kedua sahabatku
yah karena ini diadakan dimasjid atas permintaanku sendiri
aku meminta kepada pihak keluarga suamiku jika akad aku ingin mengadakan dimasjid
aku hanya ingin itu saja sebenarnya biar lebih sakral dan keluargakupun menyanggupinya. setelah diadakan akad dimasjid pihak keluargaku dan keluarga irsan sepakat melangsungkan pesta di hotel setelahnya
aku sebenarnya sangat ingin menikah dimasjid dan jika aku menikah aku bisa diberikan mahar surah yusuf oleh calon suamiku itu sebenarnya impianku dari dulu dan ingin memilih calon imam sendiri
tapi sepertinya itu tidak mungkin karena aku tidak mengatakan kpd pihak keluarganya.
aku merasa tak enak, aku takut jika aku mengatakan kepd irsan dan dia tidak menyanggupinya apalagi kami hanya dijodohkan