
satu bulan berlalau sejak kejadian itu airin sudah tidak perdulu lagi dengan bara dia hanya menanggap bara itu majikannya bukan suamin. jadi dia hanaya melakukan apa yang biasa nya para pembantu lakukan, tapi beda lagi dengan kevin malah makin dekat dengan airin.
menurut bara kevin sudah tidak seperti dulu lagi dia mulai menjauhan bara. padahal kevin hanya ingin memeberi pelajaran pada bara agar bara tidak bertindak seenaknya.
di kantor bara sedang bekerja mulai banyak pekerjaan kantor yang harus bara jalani, jadi dia tidak punya banyak waktu di rumaha. bara pulang hanya untuk makan dan tidur waktunya yang dia habiskan lebihnya banyak di kantor.
padahal dia sengaja lebih lama di kantor karna dengan dia sibuk di kantor dia tidak terlalu merasa bersalah pada airin. sepertinya bara sudah mulai ada perasaan pada airin dia selalu merasa cemburu melihat kedekatan airin dan kevin.
tiba-tiba ada notif masuk ke dalam handpne bara, dia langsung membanting hp nya. bara sudah geram dengan kedekatan mereka. dia langsung ke luar ntah mau kemana tapi dia mengendara mobil dengan kecepatan tinggi.
ternyata dia mendatangi bar untuk melampisakan kekasalan dia dengan minum banya. ntah brapa jam dia di sana dan berapa botol yang dia minum. setelah di rasa puas dia bernitan untuk pulang.
di rumah airin sedang menunggu bara kenapa sekrang dia pulang malem tidak biasanya tapi saat airin memilih untuk tidur duluan tiba-tiba suara mobil bara sudah ada di depan rumaha jadi mau tidak mau dia harus membukana pintu untuk bara.
bara masuk dengan sempoyongan tapi ntah kenapa hariin ini saat bara meihat airin memakai baju yang tipis memebuat nafsunya terpancing mungkin karna pengaruh minuman yang dia minum.
airin tidak tegal melihat bara jalannya seperti itu jadi dia memabtu bara untuk masuk kamar tapi hal yang tidak terduga terjadi. bara tiba-tiba memeluk airin dari belakang, airin sempat menolak tapi emang faktanya tenaga laki-laki lebih besar dari pada wanita.
"dulu kan kamu yang bilang bahwa saya berhak atas tubuh kamu bukan jadi layani saya. "
"tapi,, tapi tuan saya tidak mau dengan paksaan tuan, tuan sedang mabuk saya mohon tuan. "
"halah ****** seperti mu mana pintar berbicara yah,, apa kamu hanaya mau melayani kevin hah karna dia kaya hahah."
"apa maksud tuan saya tidak ada apa-apa sama dokter kevin. "
hasrat yang sudah menyelimutin tubuh bara sudah tidak bisa di tahana lagi, bara mendorong tubuh airin ke dalam kasur dan merobek baju yang airin kenakan. airin tidak bisa berbuat apa-apa lagi dia hanya bisa menangis dengan perlakuan kepin kepadanya.
"tuan sakit saya mohon hentikan tuan hixhixhixhix. "
"tidak perlu banyak omong kamu ****** nikmati saja bukan kah ini yang kamu bukan. "
saat kebejadannya sudah puas bara merasa cape dan langsung terbaring tidak lama bara langsung tertidur dan airin hanya menangis. dia merasakan daerah kewanitaannya sakit bara melakukannya dengan kasar tanpa menanyakan keadaan airin seperti apa.
airin membenahi bajunya yang tercecer dia segera berlari mesuk ke dalam kamar dan menuju kamar mandi. di dalam guyuran airin dia menangis dia mengosok-gosok badan nya.
setelah dia mandi dia langsung membenahi pakain nya dia berniatan ingin pergi dari rumaha ini. mungkin kalo dia menyiksa saja tidak masalah tapi dia sudah merengkut kehormatan yang dia jaga. sebnarnya kalo dia meminta dengan baik-baik airin bakal memebrikannya tapi dia meminta dalam keadaan mabuk dan itu dia menuduh bawa airin mempunyai hubungan dengan kevin.
airin berpikir siapa yang harus dia hubungin, kalo dia menghubungin kevin tapikan kevin temannya bara kalo dia ngasih tau gimana.
akirnya dia menghubungi anton saja toh dia sudah menanggap anton sahabatnya sendiri.
airin.
"halo ton hixhixhixhix."
anton
"iya airin kamau kenapa apa yang bajingan itu lakuna bilang sama aku? "
airin.
"ton aku mau pergi dari sini apa kamu bisa bawa aku pegi ton. aku sudah tidak sanggup lagi ton hixhixhxihxi. "
anton.
"kamu tunggu aku di sana aku akan jemput kamu. kita pergi dari sana."
airin.
"iya ton makasih, "
telpon pun terputus airin langsung melanjutkan memeberskan barang-barang dia tidak lupa dia meninggalkna kartu yang mamahnya beri. airin tidak memakai uang sepeser pun dari kartu yang khusus buat dia. tidak ada yang kartu dia bawa kecuali kartu tabungan dia sendiri.
"maaf mah aku tidak bisa mengabulkan permintaan mamah untuk tetap di rumah ini. "
airin langsung meninggalkan hp yang di kasih mamahnya juga. dia tidak mau berhubungan dengan keluarga ini lagi sudah cukup rasa sakit yang di rasakan nya.