
Hari ini rencananya ingin berkumpul bersama sahabatku dikafe tempat langganan kami
karena selama aku kuliah daddy makin hari makin posesif saja kepadaku.saat aku ingin berkumpul bersama teman temanku daddy selalu saja melarangku dengan alasan yang klise yaitu"kamu itu baru bangun dari koma,,,tidak boleh kecapean.abis pulang kuliah langsung pulang"ujarnya terus menerus sampai aku hafal kata kata daddy itu
aku hanya menghembuskan nafasku kasar jika daddy selalu mengulangi kalimat itu dan itu lagi
akupun pasrah dan menuruti kemauan daddy karena aku tau itu semua demi kebaikanku
tapi rasanya ku benar benar bosan untuk saat ini aku ingin keluar bersama sahabatku dan mau bagaimanapun aku harus meminta izin kedaddy
aku berharap agar daddy mengizinkanku untuk keluar karena sudah 1 bulan aku bangun dari komaku dan rasanya aku sudah merasa sangat sehat sekali walau akhir akhir ini merasakan keanehan pada diriku sendiri dan sekarang nafsu makanmu semakin bertambah saja
aku pernah menyuruh daddy masak ntah kenapa aku ingin sekali makan masakan daddy aku tak mau makan jika bukan daddy yg memasak aku ingin makan kepiting saus padang karena walau aku tau daddy tidak bisa masak tapi daddy tetap memgusahakan untuk memasak untukku tapi saat matang aku malah mual saat daddy menyajikan kepiting itu
otomatis daddy yg aku suruh menghabiskannya awalnya daddy menolak karena dia sudah kenyang karena habis makan tapi aku tetap kekeh daddy harus memakannya sampai habis dan terpaksa daddy harus makan kepiting itu sampai habis jika tidak dituruti aku langsung saja menangis meraung raung seperti bocah yang tidak dibelikan mainan oleh mamanya ntahlah kenapa sekarang aku tambah sensitif saja aku sendiri bingung dengan sikapku
kadang emosiku tak terkendali.
aku juga tidak menyukai jika daddy dekat dekat denganku tiba tiba aku pusing dan mual jika dekat dengan daddy
otomatis aku menyuruh daddy untuk tidur diruang tamu dan daddy hanya menurut karena jika tdk menurutiku maka aku akam menagis meraung raung lagi
aku melihat daddy jg mulai frustasi dengan sikapku
kata daddy untung cinta
***********
setelah aku minta izin ke daddy dengan penuh drama akhirnya daddy mengizinkanku dengan syarat aku harus melaporkan kegiatanku selama 1 sekali
akupun mendesah pasrah jika tidak aku tak akan dizinkan untuk keluar
meskipun aku menangis sekalipun
sekarang aku sudah berada dikafe kebetulan aku yang duluan datang dari kedua sahabatku
akupun memilih tempat duduk yang kosong kebetulan ada dipojokan yang biasa dulu kami tempati untuk duduk bertiga
ntah kenapa sampai disini aku malah lapar padahal sebelum kesini aku baru baru makan
dirumah
tak berapa lama sisil dan siska datang bersamaan dan menghampiriku aku hanya tersenyum kearah mereka
"ya elah rin baru juga kita datang,,,lo udah makan duluan,,,kenapa gk nungguin kita sih?"ucapnya sebal dan memicingkan matanya
"gue laper,,,sorry yah.pesen gih sendiri"kataku santai sambil nyegir
siska dan sisilpun berdecak sambil mendudukkan bokongnya dikursi masing masing
setelah pesenan mereka datang merekapun makan karena kata siska dia segaja tidak makan karena ingin makan makan bareng bersama kami
"ehhh rin lo ko makin berisi sih"ujarnya disela suapannya
ternyata sisil memperhatikanku juga
"gak tau nih gue kenapa jadi gemuk gini yah,,,kayanya gue harus diet deh"sambil berhenti memakan makananku tiba tiba saja selera makanku hilang gara gara sisil mengingatkanku tentang bobot tubuhku
"so so'an aja deh lo,,,habisin tu mubazir tau itu blm abis,,,besok aja lo dietnya"kata siska tiba tiba karena melihat aku tak memakan lagi makananku
"ya udah besok aja deh dietnya,,,sayang banget makanan enak diangurin"kataku yang lansung kembali memakan makananku
aku melihat sisil hanya mengelengkan kepalanya
bodoh amatlah batinku
setelah selesai makan akupun mengobrol bersama mereka tapi aku melihat waja siska seperti ada masalah
"lo kenapa sis,,,muka ditekuk gitu udah jelek tambah jelek dong lo"ujarku yang dari tadi melihat siska seperti tidak semangat
"gue mau dijodohin sama mami gue,,,,padahal gue gk mau."
"apalagi gue ngk kenal sama nih orang"ujarnya lesu