
saat kami selesai makan aku bersama sahabatku mengobrol ringan
tapi saat siska mengatakan dia ingin dijodohkan oleh mamynya aku sebenarnya syok.bagaimana tidak , zAman sekarang apa masih ada zaman perjodohan
bukannya itu hanya zaman siti nur baya saja.
aku hanya tak habis pikir dengan pikiran org tua yg menjodohkan anaknya ,emang anaknya gk laku sampai harus dijodohkan dan apa gk bs cari sendiri
"iya gue serius mamy gue jodohin gue sama om om,,,orangnya dingin banget lagi kaya kutub es gitu"kata siska dengan muka cemberut
"gue pernah ketemu sekali dia,,masa iya selama gue disana dia gk pernah senyum sama sekali,,sombong banget gk sih"ujarnya lg
"cihh..so kecakepan banget"ujarnya dengan emosi
"ihhh oga banget gue,,jauh banget dari kriteria gue"
"gue gk habis pikir fikiran mamy gue itu,,mukanya nyeremin lg.yah, walaupun ganteng sih"cerocos siska tanpa rem sambil senyum senyum membayakan seseorang
"woyyy..katanya tadi lo gk suka,terus kenapa pas lo ceritain malah senyum senyum gk jelas kaya gitu"
"idihhh...lain dihati lain dimulut"jawabku geleng geleng kepala melihatnya
"terus gimana sis,,elo mau dijodohin gitu sama om om itu"ujar siska menyela ucapanku
"ntar gue liat deh,soalnya skrg gue blm ada keputusan"
setelah berbincang bincang dengan sahabatku kamipun memutuskan pulang kerumah masing masing
ππππππππππππππππ
Dikediaman siska
Hari ini mamyku plg ,setelah berkumpul dengan teman temanku tiba tiba mamy menelponku dan menyuruhku segera plg.
akupun menurut dan segera untuk plg menemui mamy karena aku sangat rindu dengannya tak sabar untuk bertemu dengan mamy
dulu aku bertemu dengan mamy saat bertemu dengan pria es itu kira kira sebulan yg lalu
ntah apa lagi yang akan dilakukan oleh mamy,aku sebenarnya bingung dengan keputusan mamy yg mendadak ini tapi bagaimana lg dia adalah org tuaku satu satunya aku tak mungkin membantah perkataannya
Yaa...
papiku meninggal ketika aku masih umur 8 tahun dan mamy yg mengurusku sampai sebesar ini
mamy rela melakukan apapun untuk anaknya asalkan halal.itulah sebabnya aku sangat menyanyangi mamy,,karena mamy selalu memprioritaskan aku.makanya aku tak ingin membantah perkataan mamyku
mamy bahkan tdk menikah demi diriku karena mamy takut setelah menikah mamy lebih fokus kekeluarga barunya dari pada aku apalagi kalau suami baru mamy ternyata tdk tulus menyanyangiku
aku sebenarnya kaget,seperti ada acara saja batinku
saat aku melangkahkan kakiku menuju pintu rumah aku mendengar begitu banyak suara dan ada pula yg tertawa sangat lepas, siapa lg kalau bukan suara mamyku
ketika aku membuka pintu rumah betapa terkejutnya aku melihat begitu banyak org yg berada diruang tamu saat aku melihat satu persatu tamu mamy, ternyata si pria es itu salah satunya"ngapain lelaki itu datang kemari dan banyak membawah bingkisan bingkisan segala,,kaya org lamaran aja gumamku
seketika jangtungku jedag jedug mendengar gumamanku sendiri
semoga apa yg kupikirkan itu salah. monologku sendiri
"ehhh sayangnya mamy udh plg"sapa mamyku yang ternyata melihatku didekat pintu
aku hanya tersenyum kecut kepada mamy dan kepada semua org yg melihatku
"sini sayang duduk dekat mamy"
akupun menurut dan duduk disebelah mamy sambil menundukkan kepalaku
saat tatapan kami tiba tiba bertemu pria dingin itu begitu cuek dan seolah pura pura tdk melihatku
cihhh angkuh sekali,,memangnya aku mau dijodohkan denganmu sombong sekali batinku
"sayang kedatangan keluarga irsan kesini untuk melamarmu"ujar mamy yg tersenyum dan tk pernah surut sama sekali
"APA"kataku kaget sambil melotot kearah mamy
tiba tiba aku merasakan mamy mencubit pingganku akupun hanya meringis karena cubitan mamy sungguh sangat kencang
"jaga sikapmu"ujar mamy sambil berbisik didekatku
akupun meneralkan kembali wajahku bagaimn tdk syok baru satu kali kami bertemu dan sekarang langsung lamaran saja
GILA BUKAN SIH
dan aku melihat pria es kutub itu santai santai saja entah apa yg dia pikirkan
ππππππππππ
makasih banyak.
jangan lupa vote yah.
salam sayang dari authorππ€π