Airin

Airin
33



Hari demi hari airin mau pun bara mulai terbiass dengan semuanya. Anton yang permintaan nya makin aneh tiap harinya.


"harus kemana lagi aku mencari kamu airin sudah bberapa bulan ini aku mencari kamu tapi tidak ada 1 pun dari merka yang menemukan kamu. Siapa yang berani-braninya membuat kamu pergi."


Saat bara sedang merenung dengan semua nya tiba-tiba kevin datang ke kantor.


"bagai mana vin apa lu sudah ada kabar mengenai airin".


"blum bar, tapi gue curiga dengan si anton itu"


"maksudnya? Bukan kah kita sudah mencarinya tapi tidak menemukan di mana pun dia."


"justru itu anton berhenti dari kerjanya pas airin menghilng dan gue menyuruh orang buat mencari keberadaan anton dan mengawasi sahabatnya sinta".


Bara mecoba mencerda apa yang di katanya kevin pasalnya bisa jadi kalo anton yang memebawa airin pergi dari rumah karna airin tidak memeiliki banyak temen selain anton sana sinta itu.


"Dan kemari orang suruhan gue menemukan dia dan mengikutin dia. Dia mengarah ke bandar menuju ke bali bukan hanya 1 kali 2 kali dia ke sana tapi cukup sering dan terkahir kemarin dia kembali ke bali bersama sinta."


"tunggu dulu jadi maksud lu airin di bawa kabur oleh anton ke bali gitu?"


"bisa jadi iya bisa jadi tidak karna semuanya belum terbukti kita harua terus mengawasi pas di di bali."


"apa kah gue harus terbang ke bali agar airin bisa jepat di temukan vin."


"jangan gegabah anton bukan orang semabarangan dia cukup pintar, buktinya dia memebawa airin ke bali sengan sangkat rapih bukan kita saja samapi kewalahan deng cara mainnya".


"kita lihata saja cara main dia sekalian kita memastikan bahwa benar atau tidak airin ada di bali, kalo benar tinggal kita susul saja ke bali."


Ada benernya juga perkataan kevin dari pada dia ke bali sekrang dan tidak tau posisi airin di mana sedangkan di kantornya saja banyak pekerjaan yang harus dia urus jika di tinggal begitu saja bakal berantakan.


kevin memutuskan untuk balik ke rumah sakit dia hanya ingin menyampaikan itu saja kebetulan dia lewat kantornya jadi sekalian saja dia mampir.


rasanya kepala bara mau pecah memikirkan semuanya semenja kepergian airin dia menjadi lebih baik tidak pembarah lagi dan sama pembantu-pembatunya pun dia kembali baik seperti dulu.


hubungan dengan mamahnya pun sudah memaik dia sudah berdamai dengan mamahnya dan berjanji akan menemukan airin dengan segera.


Waktu sudah menujukan sore hari jadi dia memutuskan untuk pulang saja rasa badanya sudah cape sia tidak mau lembur hariin ini dia ingin beristirhat saja.


saat di perjalan dia melihat ke sekeliling jalan dia melihat 1 penjual kue pancong yang memurutnya sangat enak di makan hangat-hangat.


"ko sepertinya enaknya labih baik berhnti dulu dh lagian juga gue laper".


Bara berhnti di pinggir tukang pancang dan memebeli kue pancong itu bukannya di bungkus tapi dia memeinta untuk memakannya di sana katanya kalo di bawa pulang rasanya bakal dingin dan tidak panas lagi.


suap demi suap kue itu masuk ke dalam mulut bara dengan lahapnya di memakan semua kue yang dia pesan.


ba