Airin

Airin
32



"blum sin aku blom makan".


"ya udah malan dulu yu tadi aku sama anton beli makanan banyak loh."


"tapi aku blom laper sin nanti saja yah."


"airin kamu memang blom laper tapi ponakan aku gimana kalo dia laper berdosa loh kamu bikin dia laper."


Memang sahabat yang 1 ini selalu bisa membuat airin kembali senang dengan tingkah konyolnya. Airin pun menyetujuin untuk makan bersama tak lupa juga di mengenalkan vera dan caca pada sinta untungnya sinta orang yang welcome sama siapa saja.


Akhirnya airin memeberi tahukan pada vera dan caca bahwa dia hamil tapi tidak semua, dia kasih tau merka hanya tau hahwa airin sudah menikah dan suaminya meninggal dalam kecelakan 1 bulan yang lalau. Makannya di memilih untuk pindah ke bali agar tidak terlalu berlarut-larut dengan kepergian suaminya itu lah yang merka tau.


Tak lupa juga airin memeberi tahu sinta bawa nama dia yang sekrang di ganti menjafi aleksa. Dia memebri tahu kenapa dia ganti nama menjadi aleksa.


Setelah makan merka berkumpul di depan tv banyak yang merka bicarakan karna sudah lama tidak bertemu.


"sin apa kah kamu bakal tinggal bersama aku di sini?"


"iya sinta bakal kerja di sini biar aku yang menggajihnya kamu tidak perlu kawatir".


"tidak perlu ton biar aku saja dengan kamu membawa dia ke sini saja aku sudah bahagia, jadi biar aku yang bertanggu jawab atas semuanya makasih yah".


"kalian ini ngapain si ngomong masalah gajih menggajih kan bisa nanti yang penting sekrang aku bisa betemu lagi sama sahabtku ini". Dia memeluk airin yang kebetuan ada di sampingnya.


Sampe-sampe merka lupa bawa toko sudah siap untuk di bukan untungnya vera dan caca sudah membereskan semuanya jadi bisa langsung buka saja.


"sekrang kamu sukses yah rin aku cukup bahagia melihat kamu yang sekrang tidak di siksa lagi sama ibu dan kakak mu yang kejam itu."


"iya sin aku juga bersyukur atas apa yang terjadi untungnya ada anton yang selalu membatu ku ini saja toko yang menyewakan dia sin".


"maaf yah rin aku sebagai sahabat kamu gak bisa bantu apa-apa malah aku tau kamu semenderita itu saja baru sekrang bodoh sekali aku ini sampe-sampe tidak menyadari kejanggal dari pernikahan kamu yang mendadak itu".


"tak apa sin itu bukan salah kamu aku pun tau kondisi kamu seperti apa jadi kalo kamu ada apa-apa kamu bisa cerita ke aku, aku pasti bantu kamu".


Seperti biasa toko nya ramai dengan pemebeli sampai-sampai mereka harua bergantian untuk beristirahat agar tetap bisa terhendel sinta yang baru bekerja hanya mengantarkan saja karna blum tau harga dan yang lainnya. Tak lupa dengan anton yang masih di sana membantu merka untuk melayani para pembeli.


tak terasa waktu sudah menunjukan jam 6 sore kue yang di jual pun sudah habis akhirnya merka memutuskan untuk menutupnya saja.


"tidak mau makan dulu".


"tidak perlu banyak lagian aku ada urusan juga jadi gampang nanti saja aku makan".


setelag anton pergi merka melanjutkan untuk membersihkan toko dan akhirnya selesi juga merka semua memutuskan untuk membersihkan badan masing-masing setelah seharian bekerja.


"ayo sin aku antar kamu ke kamar kan seharian ini kamu sudah bekerja".


sinta pun mengikuti airin yang mau mengantarkan ke arah kamarnya.


"kamu bisa tidur di sini maaf yah kamarnya kecil".


"tak masalah rin mau kecil mau besar aku terima".


saat airin ingin pergi dari kamrinya tiba-tiba sinta memanggilnya.


"airin".


"iya sini kenapa." sinta berjalan ke arah airin.


"aku tau kamu bukan orang bodoh dan aku tau kau tidak mungkin tidak menyadari bahwa anton suka sama kamu kan?"


"sin aku tau tapi aku rasa aku bukan cewek yang panatas buat dia, dia masih bisa mendapatkan cewek yang lebih dari aku rin. Dan kamu tau posisi aku sekrang aku sedang hamil rin dan itu bukan anak anton apa kah masih pantas aku bersanding dengannya".


"airin. Aku sama kamu tau anton seperti apa kalo dia tidak mau menerima kamu tidak tulus sama kamu, dia tidak mungkin mau repot-repot menyuruh ku ke sini buat hibur kamu airin. Dia pasti mau menrima kamu menjadi ayah buat anak mu. Airin jangan egosi anak mu butuh sosok seorang ayah kelah airin aku sarankan kamu buka hati buat anton".


"ntah lah sin aku tidak mau membahas hal itu lebih baik mau istirhata aku juga mau istirhat badan ku sudah cape".


"baik lah tapi aku mohon pikir baik-baik".


Airin pun berlalu pergi menuju kamarnya di kamarnya di menangis airin yang terlihat kuat di luar tapi nyatanya dia rapuh. Dia tidak tau harus berbuat apa di satu sisi dia berhutang budi pada anton tapi dia tidak mencintainya dia hanya menganggapnya sebatas teman saja tidak lebih dari itu.


apa lagi setelah sekrang dia mengandung dia merasa tidak pantas untuk anton apa kata keluarganya kalo tau dia mencitai wanita yang hamil oleh orang lain pasti sangat malu.