Airin

Airin
36



sedangkan di kantor mili anton. Dia sedang memikirkan rencana agar bara dan kevin tidak mengtahui keberadaan airin saat ini.


"gawat bos merka sudah milai mencurigai kita apa lagi dengan bolak baliknya kita ke bali di tambah lagi kemari kita membawa temannya ke sini."


"Maksud mu kevin dan bara itu sudah mengetahui keberadaan airin kah?"


"blom bos tapi cepat atau lamat merka bisa mengathuinya kalo kita tidak segera mengambil tindakan agar merka tidak di ketahui, kemari saja saya melihat orang suruhan bara mengikutin saya bos dan untungnya saya berasil mrngelabuinya."


Ah anton jadi bingung bagai mana dan apa yanv harus dia lakukan agar airin tidak di ketahui cowok sialan itu. Mungkin sekrang masih aman tapi cepat atau lambat merka akan tau.


"terus apa yang harus aku lakukan sekrang?"


"mungkin kita bisa mengelabui mereka dengan nona airin berpura-pura mati."


"pura-pura mati." anton berpikir mungkin ide itu bagus tinggal memikirkan kejadian apa yang bisa masuk akal. Tiba-tiba di tv ada berita pesawat jatuh dari penerbangan balik ke jakarta, merka berduang langsung saling melihat satu sama lain.


"Bos kita bisa memafaatkan dari kejadian pesawat jatuh dan kebenaran juga arah balik ke jakarta, jadi kita buat nona airin seakan-akan ikut ke dalam peswat itu dan bos juga mengertikan apa yang saya pikirkan".


"iya saya mengerti kita bisa memnfaatkan ini, kamu atur saja lis penumpang peswat dan juga foto, nanti saja tinggal meminta barang yang airin punya agar kejadinya seperti kenyataan bahwa airin ada di dalam peswat itu".


"Baik bos saya mengerti, semuanya tinggal serahkan kepada saya masalah bandara dan ke polisian biar saya yang atur."


setelah merka selesai membicarakan rencananya anton memilih untuk langsung ke tempat airin. Untuk memebicarakan yang dia rencanakan tadi dengan bawahannya.


"eh anton tumben ke sini ada apa.


Merka pun masuk ke dalam kamar di ikutin ainta di belakang.


"mau ngomoning apa ton ko tumben kaya yang penting".


"Memang penting, bara dan kevin mulai curiga sama aku karna aku sering bolak balik ke bali di tambah kemarin aku memebawa sinta ke sini. Anak buahku malah di ikutin saja merka dan untungnya dia cepat sadar dan masih bisa mengelabui merka."


"terus aku harus gimana ton aku gak mau ketemu merka lagi."


Airin panik dan untungnya ada sinta yang menenangkannya.


"kamu tenang dulu rin kita belum mendengarkan penjelsakan anton bukan kita dengar dulu".


"aku berencana membuat kecelakan palus buat kamu, dan untungnya tadi pagi ada berita peswat terjatuh keberangkatan bali menuju jakarta."


Anton diam sebentar dan merka tidak ada yang berbicara masih menunggu anton menyelesaikan perkatannya.


"jadi aku akan memebuat lis penumpang dengan namanu dan juga foto di dalamnya."


"tapi ton bukankah itu hal yang sulit sedangkan kita harus ke bandaranya dulukan."


"kamu tidak perlu memikirkannya biar aku dan orang yang aku suruh mampu menghdelnya di sini aku hanya minta barang yang cukup di kenali oleh bara agar dia percaya dengan kecelakaan ini".


Airin berpikir benda apa yang memebuat bara percaya kalo dia sudah meninggal. Saat dia sedang memegangi jarinya di langsung tersadar cicin pernikah dia dan bara blum terlepas dari jarinya.