Airin

Airin
kedatangan sinta



Saat selesai telpon anton melihat vera yang ke luar dari kamar airin tapi kenapa mangkuknya di bawa kembali. dia menghampiri vera.


"ver kenapa kamu membawa kembali buburnya apa kah sudah habis? Ko cepat sekali".


"bukan begitu ka tapi kaka tidak mau makan malahan di membentak aku tadi tidak bisa-bisanya kaka sampe seperti itu".


"kalo begitu biar aku saja mungkin dia mau".


Vera pun memberikan mangkuk itu ke anton mungkin saja kalo ka anton yang ngasih dia bakal mau.


toktok sura ketokan di dalam pintu tapi tidak ada yang nyaut dia mencoba membuka pintu yang tidak terkunci terlihat airin sedang menghadap ke jendela sedang melamun.


"sudah ku bilang aku tidak mau makan".


"ini aku anton rin bukan vera, makan dulu yu biar kamu cepet sehat".


"aku blom laper ton nanti saja".


"airin ingat yang tadi aku omongin di taman(memegang perut) di dalam sini ada kehidupan, ok kamu blom mau makan tapi yang di dalam sini sudah berterikan meminta untuk mamahnya makan agar dia juga bisa makan di dalam".


"apa mungkin seperti itu ton?"


"kalo kamu gak percaya coba ganya dokter aku gak bohong loh,jadi makan yah pliss".


akhirnya airin mengikutin kemauan anton untuk makan meski pun dia tidak mau tapi yang di dalam perutnya mungkin sudah sangat kelaparan untuk minta di isi makan-makanan yang bergizi.


setelah memastikan airin memakan semua buburnya dia langsung berpamitan untuk pulang banyak pekerjaan yang harus di urus.


anton pun melangkahkan kakinya menuju pintu untuk segera pulang. Tiba airin memanggilnya


"anton,, maksih yah".


"iya santai saja".


pas anton masuk ke dalam toko ternyata toko sudah di tutup mungkin sudah habis juga.


"dia sudah makan, aku pulang dulu tolong jaga aleksa dan kalo ada apa-apa kalian telpon saja aku ini kartu nama aku di sana ada tertera no aku juga jadi aku famit dulu yah".


"baik ka kami akan menjaga kaka dengan baik".


Anton menaiki mobilnya dan melihat dari layar hpnya di sana ada terpasang 1 fofo cewek yang cantik siapa lagi kalo bukan foto airin.


Aku akan selalu menjaga kamu airin karna aku sayang dan cinta kamu andai kami ijinkan aku untuk menjadi ayah dari anak yang sedang kamu kandung mungkin aku akan dengan senang hati menerima nya meski pun itu bukan anak ku.


Besoknya anton langsung menuju ke bandara untuk menjemput orang yang di telpon semalem dan dia sambil celingak celinguk memcarinya dan.


"anton". Anton pun menoleh dan benar itu orang yang sedang di cari.


"apa kah sudah lama kamu menunggu aku di sini".


"tidak juga, gimana keadaan kamu aku lihat sekrang kamu makin kuruan yah, apa kamu diet?"


"hahahha kamu bisa saja yah dikit si, ouh iya ngomong-ngomong kerjaan apa yang kamu tawarkan sama aku tumben bangat, dan ko kamu pakai jas si tumben?"


"ceritanya panjang nanti aku jelasin dh dan pasti kamu laparkan kita cari makan dulu."


Merka pun mencari makan dan untungnya banyak sekali resto yang masih sepi jadi merka tidak perlu mengantri lama akhirnya merka berhenti di 1 restorana korea.


Setelah makan merka malanjutkan perjalan merka ke tempat tujuan utama. Setelah sampa mereka langsung masuk ke toko itu.


"permisi apa kah aleksa sudah bangun ca."


"ouh kaka sudah tadi dia ada di taman belang aku liat."


Bara pun hanya menganguk dan menuju ke arah taman di lihatnya airim yang sedang melamun melihat bunga-bunga yang mekar dan kupu-kupu yang terbang.


"andai aku seperti kupu-kupu bisa terbang bebas kemana pun merka kamu."


"kamu bisa seperti merka airin terbang bebas tampa memikirkan apa pun".


airin bingung siapa yang berbicara saar dia membalikan badannya dia melihat sahabanya yang sudah lama tidak iya temui, dia berpikir sejenak apa kah ini mimpi sampai dia menapar pipinya sendiri karna tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekrang. Tapi ini nyata sahabat yang dia rindukan ada di hadapanya. Dia langsung berlari memeluk sahabatnya itu.


"sinta apa kah itu kamu benar aku sedang tidam bermimpikan hixhixhixhhix."


"tidak airin ini aku sinta sahabat kamu hixhixhix aku rindu kamu airin kenapa sekarang kamu kuran rin hixhixhix kamu gak makan yah".


"apa sih kamu juga kursan sekrang hixhihxhih".


mera sama-sama tidak percaya ini semua sperti mimpi yang tadinya tidak berpikir untuk bertemu karna masalah airin yang begitu berat.


"kamu ke sini sama siapa sin ka bisa tau."


Sinta langsung menoleh ke anton dan airin sudah bisa menebak pasti yang memebawa sinta ke sini anton.


"makaih ton sudah membawa sinta untuk aku kamu memang yang paling mengerti aku".


"iya sama-sama aku sudah bilang apa pun akan aku lakukan agar kamu gak sedih lagi dan dengan mendatangkan sinta mungkin kamu tidak terlalu berlarut-larur memikiran semua yang sudah terjadi".


"aku marah sama kalian kenapa kalian tutupin semua ini kenapa kita sudah bersama lama loh tapi hal seperti ini kamu tidak bilang aku, kalian ini masih anggap aku sahabat kalian gak si hixhixhi".


"bukan seperti itu tapi memang aku tidak mau membebani kalian aku gak mau bikin kalian kepikiran dengan masalah. Aku tidak bilang anton dia sendiri yang tau maaf".


Airin hanya bisa menunduk dan melanjutkan ceritanya.


"aku juga tau permasalahan kamu sin makannya aku tidak cerita sama kamu kalo aku cerita masalah yang kamu pikirkan tambah banyak nantinya aku tidak mau merepotkan kamu nantinya".


"airin aku ini sahabat kamu harusnya apa pun kamu ceritakan meski pun aku tidak bisa membantu dengan tindakan setidaknya aku bisa menjadi teman cuhat kamu agar kamu tidak terlalu sedih dan merasa sendiri paham."


"iya sin maafkan aku."


ada benarnya juga ucapan anton tadinya airin tidak mamu membebani sahabatnya dengan permasalhan nya tapi mungkin airin salah dia berpikir dia sanggup menghadapinya sendiri.


"sudah lah tidak perlu di bahas lagi, ouh iya gimana kabarnya keponakan aku ini apa dia sehat kenapa". Sambil memngusap perut airin yang belum bunci karna kehamilanya masih 4 minggu.


"sin kamu tau kalo aku?"


"iya rin dia tau aku yang kasih tau sinta semuanya aku ceritakan sama dia, maaf ya".


"iya ton gak papa malah aku berterima kasih sama kamu karna kamu aku bisa sekuat ini."


"sudah lah kalian ini berisik aku sedang bertanya pada ponakan ku. Saya apa kah mamah mu ini sudah makan,, ouh ernyata belum baik lah sekrang kita makan."