Airin

Airin
38



kevin pun akhirnya datang ke rumah bara.


"ada vin"


"mana gue tau, gue sampe tiba-tiba sudah seperti ini. Lebih baik sekrang lu perkisa aja dulu nyokap gue."


kevin memeriksa keadaan mamahnya bara. Bara madih bingung apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini setelah selesai di periksa kevin menyuntikan obat penenang biar lah mamahnya tertidur dulu.


"bi coba kamu jelaskan apa yang terjadi kenapa mama bisa sampe pingsan sepergi itu".


akhirnya bibi pun menceritakan apa yang tadi tadi siang sampai-sampai membuat majikannya itu sangkat syok dengan kejadian yang baru saja dia dengar dari 2 laki-laki yang datang.


sontak bara pun langsung tergulai lemas mendengar berita itu tidak mungkin airin meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Apa kah kejadian yang dulu akan terjadi kembali.


merka langsung mendatang rumah sakit yang bibi sebutkan tadi untuk menanyakan lebih jelas kejadian dan memastikan bahwa itu airin.


Di perjalan bara tidak bisa pokus menyetir karna merasa pikirannya sangat kacau. Di rumah depan rumah sakit dia langsung menyakan kebradaan airin.


"dari hasil otopsi mayat yang kami temukan di dalam ternyata 99% hasilnya positif bawa korban bernama airin dengan bukti ktp dan cincin di jari tangannya, jadi saya harap anda bisa menerimanya".


Bara pun langsung mengambil berkas yang di pegang lelaki itu untuk memastikan. Tertulis jelas di sana nama penumpang airin dan foto tidak luput juga ktp dan cincin nikah merka.


"tidak mungkin,,,tidak mingkin itu airin anda pasti berbohong saya tidak percaya,, ahhhhhh."


bara sangkat kecewa dengan keputusan yang di dengarnya kenapa semuanya harus kembali terjadi kenapa dia harus meraskan kehilangan kembali.


"vin bilang ke orang itu kalo itu bukan airin vin bilang". Air mata yang di tahan dari tadi akirnya tumbah dia menangis sejadi-jadinya.


"permisi pak ini dengan keluara airin. saya mau menanyakan jenazah mau di antar ke rumah atau langsung ke pemakaman dan mau di makamkan di mana yah pak."


"di bawa ke rumah dulu aja sus dan pemakaman nya biar saya yang menentukan".


"baik bapak kalo begitu saya permisi dulu."


setelah semuanya beres akhirnya jenazah airin pun di bawa ke rumah bara agar segera di makamkan, rencananya dia akan memakamkan nya di sebelah makam bapaknya airin. Di dalam mobil jenazah pun tatapanln bara kosong dia tidak bisa memikirkan apa-apa lagi yang ada hanya penyesalan yang menghampiri dia.


Mobil pun sudah samapai ke perumahan bara dan di sana sudah banyak para pelayad dan aja juga mamanya sesang menunggu di depab rumahnya dan tidak pula di sana ada ibu dan kakaknya airin yang sedang berpura-pura sedih dengan keprgian airin.


peti pun di keluarkan tidak lupa dengan bara yang di papah oleh dua orang yang salah satunya itu kevin.


"bara nak yang sabar yah sayang, ibu turut prihatan sama airin, ibu juga sedih."


"iya ka aku juga sesih adi ku pergi untuk selamanya hixhixhix"


Tapi bara tidak menghiraukannya dia langsung di bawa masuk ke dalam.


du luar ibu dan anak itu masih berbisik-bisik.


"ibu pokonya aku harus mendapatkab bara gimana pun caranya".


"iya nak ibu dukung kamu, toh sekrang dia sudah tidak lumpuh dan pastinya di kaya juga, sudah ayo kota masuk nanti mera pada curiga sama kita".