Airin

Airin
35



di bali hari-hari yang airin lewat bersama sahabtnya dan dua pegawainya di toko dia merasa tidak kesepaian lagi apa lagi semenjak ada kedatangan sinta. airin memuntuskan untuk meliburkan tokonya dia merasa kasian ke pada merka karna sudah bekerja setiap hari jadia dia memutuskan untuk berlibur saja.


mungkin pantai adalah salah satu tujuan yang tepat untuk merka bisa menikmati suasana pantai dan ombak yang sejuk di pandang. setelah merka bersiapa-siapa akhirnya mobil yang airin pesan sudah ada di depan toko. Merka sudah tak sabar ingin segera ke pantai.


"akhirnya kita sampai juga rasanya sangkat nyaman sekali." kata airin dia sengaja mencari pantai yang tidak terlalu ramai dengan pendatang dan untungnya anton tau, tapi sayang dia tidak bisa ikut karna ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan karna penting.


"ayo rini kita turunkan barang-barang kita aku sudah gak sabar."


Airin hanya menangguk dan mengikuti 3 orang itu dari belakang dia melihat pantai yang sangkat cantik dengan deburan ombak burung yang bergerbangan cuacanya pun sangkat mendukung.


Airin melihat merka berlari ke arah ombah dan kembali menjauh kala ombak itu kembali menghampiri merka. Rasanya senang bisa membuat merka bergembira tanpa beban, airin melamun.


"pak akhirnya airin ke pantai juga, ini lah yang airin dambakan ke pantai melihat air yang cernih, angin yang sangkat menyejukan, tapi sayangnya bapak gak di samping airin pak." airin berbicara sendiri.


Dari kejauhkan merka memanggil airin yang sedang duduk.


"kak sini bareng sama kita, airnya enak loh."


"iya sini rin rugi loh kalo ke pantai gak main basah-basahan."


airin langsung menghampiri dan berbaur dengan merka rasanya sangat bahgai dia merasa mempunyai keluarga baru di sini. Kebahagian yang sudah lama dia tidak rasakan aekrang dia merasakannya kembali meski.


bermain air membuat perut merka keroncongan ternyata. merka pun memutukan untuk membakar ikan untungnya saja merka membawa ikan dan untuk kayu bakar mereka mencarinya sendiri.


"ternyata enak juga yah berlibur gimana kalo kita adain liburan ini ya 1 atau 2 bulan sekali lah gimana." saran airin.


"kalo aku terserah kak, kita hanya ngikuti saja."


"iya ka bnr juga yang di katakan ka sinta, yang penting kk tidak merasa keberatan membawa kita yang gembul dengan makanan hahahahahah."


"jangan terlalu sering kamu sedang mengandung aleksa tidak baik sering-sering berpergian apa lagi nanti kalo sudah besar."


"iya sin."


Setelah merka selesai makan merka memutuskan untuk pulang karna waktunya sudah lumayan angin malam pantai tidak buat keadaan merka.


setelah sampai rumah merka memutuksan untuk ke kamar merka masing-masing untuk berganti pakaian.


"ca ver nanti kalo sudah beres kamu ke ruang tv yang ada yang mau kak bicarakan."


"iya ka"


"gimana apakah perut mu sering mual atau kamu ngidam?"


"gak ada si sin aku baik-baik saja dan gak mau apa-apa juga emang kenapa?"


"gak si takutnya kamu mual tapi kalo tidak ya sukur si."


Saat merka sedang mengobrol caca dan vera menghampirinya.


"sini duduk." merka pun duduk.


"ini gajih kalian bekerja sini dan maaf tidak besar."


"tidak papa ka ini saja sudah bersyukur."


tidak terasa merka mengobrol sampe jam 10 dan memutuskan untuk tidur ke kamarnya masing-masing.