
silau matahari masui ke sela-sela jendela ku aku terbangun karna silaunya. saat aku sedang mengumpulkna sisa-sisa nayawaku terkumpul bibi mengetok pintu kamarku.
"tok,,, tok misi nyonya ini bibi bawakan makan untuk non minum obat."
"masuk aja bi. "
"di makan yah non bibi mau kembalik ke dapur. "
*
*
kevin pun sudah ada di depan rumah bara untuk mengecek keadaan ku. ntah kenapa ada rasa iba di dalam diri kevin.
“gimana demamnya dia bi apa sudah turun.?"
"sudah tuan, mari saya antar tadi nyonya sedang makan."
kevin hanya menangguk setuju saat di suruh ke dalam kamar airin. "gimana keadaan kamu? "
"eh pak dokter baik ko sudah aga mendingan. "
"saya cek dulu yah. "
aku hanya mengangguk tapi setelah dia memeriksaku. aku meminta 1 permintaan ke pada dia.
"dok apa kah boleh saya minta tolong sama dokter. "
"apa kah itu? "
"bisa antarkan saya ke makam bapak saya soalnya saya rindu sama beliau. "
"kalau memang kamu merasa keadaan kamu sudah lebih baik, saya bisa antarkan kamu ke sana. "
aku mengangguk tanda aku sudah baik-baik saja. kevin pun mengantarkan ku ke makam bapak. saat kami menuju ke mobil tiba-tiba bara keluar tapi aku tidak menghiraukannya. saat kejadian itu rasa hormat ku sudah hilang, yang ada hanya rasa kecewa ku. aku langsung berlalu pergi.
"kami ingin ke makan orang tuanya, jangan salahkan dia dengan kejadian tadi. karna semua itu ulah kamu sendiri."
aku dan kevin berlalu pergi meninggalkan bara yang hanya diam membisu.jarang makan daro rumah bara lumayan jauh karna letak makamnya pedesaan sedangkan rumah bara sudah masuk perkotaan, do tambah macetnya jalan. akihrnya kami samai.
aku langsung mencari makam bapak. "hay pak airin datang lagi, airin rindu bapak.
pak sosok suami yang bapak harapakan yang bisa menjaga airin, menghibur airin nyatanya gak ada pak. hanya bapak yang mengerti airin. krnapa hidup ini gak adil untuk airin pak hixhixhihx pak airin mau ikut bapak. "
lumayan lama aku di sini dan kevin pun hanya melihatku tanpa berniat mengangguk. mungkin dia tidak enak megangguku.
"maaf airin tapaknya sudah mau hujan bagai mana kalo kita pulang, kapan-kapan kita bisa ke sino lagi. "
saat aku sadar ternyata benar sudah mau hujan tapi, aku rindu dengan sinta sahabat kerjanya. apa aku coba mintar antar kevin saja yah mungkin dia mau mengantar ku bertemu dengan mereka.
"vin mau gak bantu aku sekali lagi antar aku ke tempat temen ku. tapi kalo kamu mau pulang dulu juga gak papa biar aku pulang naik angkot nanti. "
"ya udah aku antar. " untuk ada kevin kalo gak ada ntah aku minta bantuan ke siapa lagi. jaraknya deket jadi tidak perlu lama dan jalannya pun tidak macet.
"permisi" saat aku memasuki toko, sinta belum sadar bawa aku yang datang ke toko.
"iya ada yang bisa kamu bantu? mau belanja apa. "
"saya mau bertemu sama sahabat saya apa kah dia ada waktu."
sinta langsung melihat ke arah ku dan di kaget bercampur senang.
"airin kamu ke mana aja kenapa nikah gak bilang-bilang sama aku, kamu tega sahabat sendiri gak di kasih tau. aku ini sahabat mu apa bukan si. " sinta memonyokan bibirnya sunggu sangat gemas di lihantnya.
"aku datang bersama temab ku, suami ku kerja sibuk diah.mana anton ko gak liat. "
"noh dia di belang lagi di gudang."
"eh ada tamu ini tumben ke sini" barang muncul dari belang. "kangeng sahabatku."
"iya lah tuh,, sama siapa ke sini."
"temen." kenapa gak si ajak masuk."
anton ke luar berniat mau mengajaknya masuk tapi ntah ko lama merka di luar, biar lah biar kevin tidak merasa bosan menunggu ku. aku lanjut mengobrol dengan sinta banyak yang kami bicarakan.
*
*
*
beralih ke kevin dan anton
"permisi mau kamu yang mengantar airin kah. " bara hanya meangguk.
"saya anton, mau minum apa."
"saya kevin dokter fribadi kelura bara, saya rasa tidak perlu saya udah memlinya tadi. "
"ouh nama laki-laki itu bara. "
"maaf maksudnya."
"ada apa dengan airin? tidak mungkin dia berhubungan dengan dokter kalo tidak ada apa-apa. dan juga saya melihat di lengannya ada memar yang kelihatan nya bukan karna terbentur sesuatu melainkan bekas cambukan. "
"dia." blum selesai berbicra anton metong pembicaraan kevin.
"tidak perlu anda jelaskan karna saya sudah tau seperti apa cowok yang menikahi airin. sejujurnya saya tidak rela dia dengan lelaki itu tapi karna ibunya yang serahkah, airin di jodohkan lebih tapatnya bukan di jodohkan tapi di jual. airin wanita yang baik, dia wanita yang sangat patuh terhadap orang tuanya. dia rela berhenti sekolah untuk membantu ibunya. hanya ada 1 orang yang membelanya di rumah ya itu bapaknya , tapi di sayangkan sata usia airin 10 th bapaknya meninggal saat ingin menolong airin waktu itu. dia tertabrak dan meninggal saat di bawa ke rumah sakit. saat itu lah penderitaan airin semakin bertambah. "
"lantas kenapa ibunya tidak suka padanya."
"airin bukan anak kandung merka, makannya merka sangkat benci karna airin merka anggap hanya beban di keluara itu."
"apa airin tau bahwa dia bukan anak kandung? dan di mana orang tua aslinya. "
"dia sebenarnya tau, tapi dia pura-pura tutup teling karna menganggap merka lah yang memebesarkan airin jadi masalah yang kandung dia tidak mau tau. "
anton diam sejenak.
"dia sudah banyak menderita, jadi saya minta tolong jaga dia karna saya tidak bisa terus berada di dekat dia karna kendala jarak dan saya juga sibuk bekerja. saya hanya bisa mengandalkan kamu sekrang. kalo dia mau saya bawa pergi sudah saya bawa tapi sayangnya dia tidak mau dan memilih tetap bertahan di rumah yang penuh siksaan itu. "
"saya berjanji saya akan menjaganya. "
sekrang dia paham kenapa airin mau di jodohkan dengan bara ternyata ini sebabnya.
setelah aku selesai mengobrol dengan sinta aku memilih untuk pulang. sudah sore juga gak enak sama kevin. aku berpamitan sama sinta dan sama anton.
"kalian ngomongin apa seru banget."
"tidak hanya mengobrol bisa, sudah kah aku kr mobil duluan yah. " aku hanya meangguk.
"airin kalo kamu ngerasa sudah gak kuat di rumah itu kamu bisa telpon aku dan aku akan bawa kamu pergi dari sana. dan ini ulah si bajingan itu kan. " anton menunjuk ke arah lukaku padahal sudah ku tutuppi dengan baju yang lumayan panjang tapi tetap terlihat olah mata anton.
"iya ton maksih sudah mau melindungiku, aku pulang dulu yah.