
Makin hari tingkah bosnya makin aneh menurut nya banyak sekali permintaan yang tidak masuk akal yang dia minta sampe-sampe iko kewalahan dengan permintaan nya.
"plis lah bos 1 hari saja jangan meminta yang aneh-aneh saya cape mencari yang bos inginkah, semua yang bos inginkan itu sangat-sangat susah di cari."
"aneh apa buktinya selama saya meinta kamu selalu mendapatkannya bukan? Berati itu tidak susah."
"tapi bos saya ini asisten bos tugas saya untuk membantu dan mengantur jadwal miting bos kantor, masa saya di suruh mencari yang aneh-aneh."
"ouh sudah berni melawan yah kalo memang kamu sudah tidak mau bekerja tinggal pergi masih banyak yang mau bekerja di sini."
" bukan begitu maksudnya bis."
belum selesai perdebatan iko dan bosnya tiba-tiba kevin masuk ke dalam ruangan bara, niat hati ingin menanyakan progres pencarian airin tapi kevin seperti mendengar keributa di dalam ruangan itu.
" kayanya gue satang di waktu yang tidak tepat." kata kevin bicara dari balik pintu.
"lu vin masuk aja, kaga gue cuma lagi bicara sama orang yang sudah cape kerja kayanya sudah pengen pergi dia dari perusahaan gue."
"bukan gitu pak kevin, pasalnya akhir-akhir ini banyak sekali permintaan yang tak masuk akal dari pak bara, saya merasa kewalahan."
"permintaan aneh,,maksudnya aneh sepeti apa iko?"
"ini yah pak dari pertama bos minta mau makan sate bebek, rujak bebek dan itu pun tengah malem. Ada lagi dia mau makan kerak telot tapi beli nya langsung di depan tugu monas pak dan masih banyak lagi permintaan bos ini yang aneh-aneh."
"tunggu bar bukannya lu gak suka sama bumbu kacang kan kalo sate sama rujak otomatiskan pakai kacang, lu gak ngeras getel- gatel atau sesak nafas gitu?"
Bara pun berpikir tapi ko iya bukannya dia gak suka kacang tapi makanan yang di mau kemarin-kemarin banyak yang berbau kacang dan tidak ada terjadi apa-apa sama dia malahan dia merasa senang setelah makan semua itu.
"ntah lah vin gue sendiri aja gak tau tapi emang makanan yang gue pesen itu yang gue pengen in dan rasa lega saat gue ingin memakannya."
Kevin hanya diam mencerna apa yang bara omongkan dan langsung teringat dengan airin dan langaung mengisaratkan pada bara untuk iko keluar dulu.
"kau keluar lah dulu ada yang mau saya sampaikan sama kevin."
Iko mun keluar dari ruangan tersebut.
"lu inget-inget sudah berapa lama airin pergi dari rumah lu."
"kenapa lu tiba-tiba menanyakan itu sama gua apa kah ada kabar mengenai airin yang tidak gue tau.?"
"tolol emang buka itu mksdnya. Bisa jadi airin hamil."
"maksud lu?"
"gue punya teman sepesalis kandung dan gejala yang lu alami sepeti orang ngidam."
"ngidam,, kalo pun emang benar bukan kah ngidam hanya untuk cewek yang sedang mengandung lu jangan ngada-ngada dh."
"bukan ngada-ngada tapi memang ada gejala yang seperti itu istir yang hamil dan yang mengalami proses ngidamnya itu si ayahnya. Tapi memang tida semua hanya sebagian saja."
bara berpikir apa kah airin benar sedang hamil.