Airin

Airin
cobaan baru



Di bali.


sudah satu bulan airin di bali tokonya pun sudah ramai dengan pembeli.


"kenapa yah akir-akir ini aku sering mual dan badan ku pun sering merasa cepat lelah."


saat airin sedang melamun tiba-tiba anton datang ke tokonya.


"melamun saja sedang melamunkan apa si, apa mulai kewalahan karna jumblah pembeli meningkat?"


"buka begitu ton aku baik-baik saja hanya sedang tidak enak badan mungkin kecapean."


"kalo memang begitu kamu istirahat saja, jangan terlalu di paksakan nanti tidak baik."


"masui ke dalam yu ada yang mau aku bicarakan samamu tentang toko juga."


merka pun masuk ke dalam untuk membicarakan hal yang menurut mereka ta pantas ada orang yang dengar.


"gimana keadaan di jakarta apa mereka masih mencari aku ton?"


"masih merka masih mencari kamu di sana malah pencarian kamu mulai melebar luas, tapi kamu tak perlu kawatir dengan nama samaran dan penampilan kamu seperti ini akan lebih susah mereka mencari kamu."


"tapi apa alasan mere terus kencari aku ton toh tah ada harta yang aku bawa 1 peserpun dari rumah mereka."


"Untuk itu aku kurang tau rin tapi kamu tenang saja tidak perlu memikirkan mereka."


"ouh iya ton, ini uang sewah selama sebulan maaf yah aku belm bisa bayar semuanya tapi aku janji secepatnya aku bayar."


"tak perlu kamu pikirkan airin santai saja aku niat bantu kamu ko."


"sampe lupa gak bawain minum bentar yah ton aku tinggal dulu."


"kalian jaga toko biar saya yang bawa aleksa ke rumah sakit."


"baik ka"


di perjalanan tak henti-hentinya dia melihat ke arah airin yang belom sadarkan diri dia sangat kawatir dengan kedaan airin. Saat sampai di rumah sakit dia langsung di bawa ke rungan.


di dalam ruangan itu airin sudah siuman dan di temani oleh anton merka sedang meninggu pemeriksaan.


"maaf bu kapan terakhir kali anda dapat (halangan )."


"sekitar satu bulan yang lalu dok kalo gak salah." kata airin.


"emang kenapa dengan dia yah dok." kata anton.


"menurut hasi pemeriksaan selamat ibu sedang mengandung sudah jalan 4 minggu, tapi mohon di jaga yah bu kandungan nya karna usia segitu rentan terhadap keguguran. Ibu tidak boleh cape ,banyak pikirkan."


"hamil,, dok?"


"makasih dok kalo begitu kami pergi dulu permisi."


karna dari tadi airin hanya diam tidak menjawab apa pun yang dokter bicarakan jadi anton memilih berpamitan saja karna semakin lama tidak baik bagi airin. Anton memapang airin ke salam mobil airin hanya dia mengikutin mungkin masih kaget dengan apa yang dia dengar barusan.


mobil pun berjalan hujan dari awal merka pulang hujan sudah mengguyur jalan mungkin hujan pun tau apa yang di rasakan airin saat ini, tidak ada pembicaraan apa pun di dalam mobil hanya hening.


Seat perjalan airin meminta anton memberhentikan mobilnya di taman dan langsung turun tanpa memakai payung dia di terpa ribuan tetes hujaan rasanya sangat sakit, hantinya sakit menerima semua ini luka yang kemarin saja blom semu kenapa harus ada luka baru lagi.


airin langsung berlali secepat yang dia bisa.