
“mas kamu bawa anak siapa hah?.”
"aku tadi menemukannya di pinggir jalan, aku kasihan jadi aku bawa dia pulang. kita rawat dia yah. "
"mas hidup kita saja sering kurang dan kamu bawa anak orang, bagai mana kita kasih di makan. "
"bu jangan hawatirkan itu rejeki sudah ada yang mengantur dan ini aku menemukan uang juga di dalamnya ntah brapa aku gak tau,"
kembali lagi ke airin
aku kembali ke kamarnya untuk mengecek keadaannya ternyata dia demam aku mengambilkan air hangat untuk mengompresnya supaya panasnya turun.
saat aku ini ke dapur aku kaget. "nyonya lagi ngapain."
"astaga bi aku kaget, aku kira siapa. ini aku mau buat air hangat buat tuan dia demam mungkin efek keluar telalu malem."
saat yang butuhkan sudah ada langsung ke kamarnya lagi. dia terus mengigau. "sela kenapa kamu tinggalin aku sel aku rindu, kenapa kamu gak aja aku sel. "
"sela siapa sela mungkin pacarnya atau siapa aku tak tau. baik aku pergi besok aku harus bangun pagi kalo aku bangun siang yang ada aku di marahin bara. "
pagi harinya bara terbangun dan dia sadar ko di jidatnya ada kompresan? siapa yang kasih ini, dan siapa yang mengantikan aku baju.
"bi,,,bibi,pada kemana si ini orang"
padahal bibi sedang di taman bersama aku dan aku kaget saat dia berterika.
"astaga bi tuan sepagi ini sudah berteriak-teriak. "
"iya taun ada yang bisa bibi bantu."
"siapa yang tadi malem, ngompres aku. "
"aku emang kenapa." jawab ku
bukannya berterima kasih tapi malah dia membawa ku ke kamarnya, dia menyobek baju ku awalnya aku kira dia bakal melakukan hal seperti itu. tapi aku salah dia melepaskan sabuknya dan meukul ku. sungguh sangat sakit dan perih aku tak tau apa salah ku. sampe sebegitunya dia marah.
“tuan apa salah ku kenapa kamu mencambuk ku tuan hixhixhxih." aku menangis sejadi"nya sakit hati ku dan perih sekali rasanya.
m
“apa kamu bilang, apa salah mu. kamu tidak sadar kah dengan ke salahan mu memang benar kau wanita pengoda. tapi sayangnya saya tidak tertarik dengan mu cuih. "
untui yang terakhir kalinya dia menampar ku sampr berdarah dan dia berlalau pergi meninggalkan ku yang sesang kesakitan ntah pergi ke mana dia aku tak tau.
bibi pun masuk ke kamar setelah melihat bara keluar kamar. Alangkah kagetnya dia saat melihat aku yang tidak berbusana dan banyak luka merah di badannya.
“non kenapa bisa jadi seperti ini." "bi airin gak kuat bi, apa salah airin bi? kenapa airin di perlalkuna seperti ini."
"sabar non ayo bibi bantu obatin luka non ke kamar apa mau bibi panggilkan dokter."
saat aku ingin berjalan pandangan ku buram dan langsung pingsan. bibi langsung memanggir dokter kevin.memang dokter kevin adalah dokter yang menanggangi keluara kevin.
"siapa yang sakit bi?"
"nyonya tuan dia pingsan."
"tapi bukannya tadi malem dia baik-baik saja kan."
kevin merasa heran kenapa bibi tidak menuju ke kamarnya bara bukannya dia istirinya bara bukan. tapi kenyataannya kevin terkejut kenapa dia di tempatkan di tempat pemabantu dan kenapa airin penuh luka.
"bi sebenarnya apa yang terjadi kenapa bisa sampe begini karna tidak mungkin kalo dia terkatuh karna luka-lukanya ini seperti luka siksaan bi."
"tuan yang melakukan ini, bibi gak tau kejadian jelasnya yang bibi tau nyonya sudah dalam keadaan telanjang dengan luka-luka itu. "
"kita cerita di luar bi, biarkan dia istrahat dia masih troma dia butuh istirahat. bibi jelaskan semu pada ku. "
merka pun keluar dan melanjutkan cerita bibi yang sempat tertunda.
"jelaskan bi saya blom tau apa yang terjadi. "
"nyonya besar menjodhkan tuan dengan nyonya irin waktu itu. karna nyonya kawatir dengan keadaan tuan di tambah lagi dengan pekerjaan nyonya yang sering bolak balik ke luar negeri dia takut tidak ada yang menjaganya. nyonya besae sangkat percaya dengan nyonya airin tapi tuan menganggap nyonya hanya ingin mengincar hartanya dan tuan menyiksa nyonya, pernah juga dia di kurung di kamar mandi sampr pingsan tapi nyonya diam tidak melawan dan tadi malem pun dia membatu mengkompres tuan tapi pagi-pagi tuan berteriak dia memanyakan. siapa yang mengompres nya.saat tuan tau nyonya yang memantunya di langsung marah dan bibi gak tau lagi yang bibi tau nyonya sudah dalan keadaan sperti itu."
“apa yang membuat dia semarah itu yah, tidak mungkin dia semarah itu kalo tidak ada sebab."
“bibi tidak tau tuan, bibi kasian sama nyonya dia sangkat menderita kalo bibi bisa bantu mungkin bibi akan membantu dia , tapi bibi hanya seorang pambantu."
"udah bibi tenang biar ini jadi tanggung jawab aku. aku akan bantu airin sebisa aku. bara sekarang ke mana."
"mungkin ke kantor tuan.tuan bara sudah bisa berjalan."
kevin berpikir lagi apa dia berpikir yang mengantikan bajunya airin soalnya kan dia gakcsadar malem itu. tapi kalo sampe itu benar gue bener-bener sangat kecewa sama lu bar.
"ini obat nya bibi kasih ke dia yah nanti."
selah ngasih obat kevin langsung ke arah kantor bara dia ingin menanaya kejadian yang tadi terjadi. sampi lah dia di kantornya bara.
di kantor
“wih tumben lu main ke kantor gue ada apa. "
"gue mau ngomong penting sama lu, lu lakuin apa sama isteri lu hah kenapa lu siksa dia. kalo emang lu gak suka di lu bisa lepasin dia bara jangan lu siksa anak orang. "
"wih,, wih,, tau apa lu tentang wanita itu. dia itu wanita yang dei beli nyokap gue dan dia juga sudah kurang ajar sama gue. lu gak tau aja akal busuknya dia." dengan bangganya dia menjelakan airin.
“lu tau dia dari mana? lu kenal dia aja barukan jadi. dari mana lu tau di wanita gak baik hah. asal lu tau yah bar dia tadi malem nungguin lu pulang dia kawatir sama lu. dia bantu gue bawa lu ke kamar,dan dia juga yang beresin pas lu muntah bahkan dia ngompres lu.dia rela tahan ngantuk demi jaga lu bara, oh dan 1 lagi yang gantiin baju lu bukan dia tapi gue puas lu. "
“sumpah bar gue kecwa sama lu. kalo emang lu gak mau dia. lu bisa kasih dia ke gue. gue bakal jaga dia bukan nyakitin dia. lau tau dia sekrang keadaannya seperti apa dia sangkat mengenskan bar."
“gue rasa lu bisa cernah omongan gue." kevin pun berlalu pergi