Airin

Airin
lelah



"tuhan,,, kenapa kamu tega sama aku kenapa apa blom puas dengan semua yang kamu beri tuhan takdiri seperti apa yang akan kamu berikana pada ku tuhan,, aku gak sanggup hixhixhihx."


Rasanya sudah cape airin dengan semua ini. Anton langsung menyusul airin yang sudah berlali dan melihat dia sedang diam di taman dangan hujan yang masih mengguyurnya.


"airin,, kamu yang sabar yah aku tau kamu pasti bisa."


"hixhixhhix,,ton kenapa harus kaya gini ton apakah tuhan blum puas melihat aku mendrtia hixhixhix."


"rin kamu jangan gitu kita lewatin semua ini bareng-bareng masih ada aku, kamu tidak sendiri."


"tapi ton apa yang harus aku perbuat sekrang ton apa aku gak sanggup, apa yang harus aku lakukan sama anak ini ton."


"airin ada aku kamu tidak perlu takut kita besarkan dia bareng-bareng."


Airin melihat ke arah anton dan langsung memeluknya dia meluapkan semua rasa sakitnya menangis sejadi-jadinya di pelukan anton.


"makasih yah ton kalo tidak ada kamu aku pasti tidak tau harus ngapain mungkin aku sudah memutiskan hilang saja dari dunia ini makasih ton hixhixhxih."


"sudah-sudah mending kita pulang kasian kamu kedinginan dan ingat sekrang di badan kamu tidak sendiri ada kehidupan di perut kamu yang harus kamu jaga".


Merka pun pulang dengan keadaan basah akhirnya sampe juga ke tokonya caca dan vera pun kaget dengan keadaan melihat merka basah.


"ka ko kaka basah.? kaka kenapa."


"gak aku gak kenapa-napa ko aku ke dalam dulu yah mau mandi, kalo sudah tak ada yang beli toko tutup saja yah ver,ca." merka hanya menanguk tanda setujut.


Merka pun masuk ke dalam tak lupa airin meminjamkan pakian nya untuk di pake anton untungnya ada pakean yang gede untuk dia pakai.


setalah berganti pakaian anton menyuruh vera memaska bubur untuk airin.


"boleh ka bentar yah vera buat dulu."


anton sedang berpikir apa yang harus dia lakukan agar airin tidak terlalu larut dengan kesedihan saat dia sedang berpikir tiba-tiba dia menemukan 1 ide agar airin tidak sendih lagi.


"ka ini buburnya sudah aku buatkan mau kaka saja atau aku antarkan ke kamar ka aleksa?"


"kamu antar saja, saya masih ada urusan yang harus saya urus.


Akhirnya vera melangka pergi untuk mengantarkan bubur ke kamar airin. Di lihatnya airin sedang beristirahat di atas kasunya mukanya yang tempak sekali menandakan bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.


"ka ini vera bawakan kaka bubur kaka makan yah nanti langsung minum obat biar cepa sembuh."


"aku belum lapar ver kamu bawa saja bubur itu."


"tapi ka kaka blum makan dari pagi aku liat."


"vera aku belum lapar kamu ngertikan." seketika perka kaget dengan bentakan airin tidak bisanya airin membentak nya sebegitu keras.


"ba,,baik ka kalo gitu aku ijin pamit ke luar."


Do luar ada bara yang sedang menelpon ntah dengan siapa.


anton.


"hallo apa kamu mau pekerjaan baru, pekerjaan ini lumayan gede gajihnya dan aku jamin kamu pasti bakal betah, tapi resikonya kamu harus jauh dari keluar mau? (diam sejenak) baik kalo mau aku urus semuanya dan kaku tinggal berangkat besok malam".Tut sambungan terputus.