
mobil yang anton bawa pun sudah ada di depan kompek rumah, airin kabur di bantu bibi dia merasa kasian melihat airin selalu di siksa jadi bibi membantu mengalihkan satpam agar airin bisa keluar.
"nyonya baik-baik yang di sana jaga diri nyonya".
"makasih yah bi, apa bibi gak mau ikut aku kita pergi bersama bi."
"bibi tidak bisa, bibi sudah janji pada tuan akan selalu menjaga tuan bara. "
setelah pembicaraan merka selesai airin langsung berlari menuju keluar untungnya dia tidak membawa pakaian banya saat kemari ke rumah ini. saat airin melihat mobil yang di tumpangi anton dia langsung berlari untuk mrnghampirinya.
airin langsung naik ke dalam mobil, dan anton langsung menancapkan gasnya meninggalkan komplek mewah itu.
"airin kita mau pergi ke mana? pasalnya ini sudah malem airin. "
"aku gak tau ton yang jelas aku ingin pergi dari sini aku gak mau ada di kota ini hixhixhix. "
"kamu ceritakan dulu pada ku apa yang terjadi? apa yang dia lakukan pada mu airin. "
"dia,,, dia hixhixhix." rasa tak sanggup untuk aku bercerita terasa dadaku saat aku meningkatnya.
"sudah tak usah kamu ceritakan kamu bisa bercerita nanti saja kalu kamu sudah siap."
mobil pun berjalan dengan tenang membawa merka. anton bingun mau bawa airin ke mana. jadi dia memutuskan membawanya ke apartemen miliknya dulu.
saat sudah sampai anton membangunkan airin.
"airin bangun yu kita udah sampai."
"kita di apartemen ku, aku tau kamu pasti bingung, nanti aku jelaskan pada ku. yg penting kita turun dulu kamu butuh istirahat."
di dalam depan pintu bertulisakan no 21. airin bingun dari mana anton mempunyai pasilitas semewah ini. merka masuk ke dalam ruangan dan sangkat mewah.
"ini apartemen ku sebenernya aku dari keluarga lumayan kaya lah yah, tapi aku gak mau orang-orang tau aku karna harta orang tua ku makannya aku sembunyikan ini semu dari mu dan sinta."
"jadi selama ini kamu dan itu mobil! "
"iya itu mobil ku."
"aku bingung bawa kamu ke mana jadi aku bwa kamu ke sini saja, kamu jangan takut di sini ada 2 kamar dan kamu bisa tinggal di sini sampai kamu mau."
"tapi ton apa merka gak bakal tau aku sini? cukup berresiko kalo aku di sini."
"sebenarnya iya, terus kamu mau ka mana biar aku bantu, apa kamu mau ke bali di sana aku ada toko kue tapi sudak tidak buka karna tidak ada yang mengeloleh. "
"bali?tapi perjalanan ke bali itu tidak lah murah anton dari mana aku punya uang sebanyak itu. "
"kamu tidak perlu memikirkan itu, kamu bisa meminjam uang punya ku, karna aku tau kami tidak akan mau aku kasih dengan percuma. nanti hasilnya bisa kita bagi dua atau nanti kalo kamu sudah ada hasil kamu bisa bayar pada ku gimana. "
"itu boleh juga, tapi aku hanya meminjam untuk biayay perjalanan saja yah kalo untuk modal aku masih ada tabungan dan itu cukup si aku rasa."
"itu tersrah kamu airin. seenaknya kamu mau gimana yang penting kamu terlepas dari pria itu, sudah kamu tidur gi udah malem besok kita berangkat ke balik. "