Airin

Airin
jalan jalan bersama Irsan



Terkadang apa yg kita inginkan tak sesuai dengan kenyataan tapi jika takdir sudah ditetapkan yahh mau bagaimana lagi selain menjalaninya dengan ikhlas bukan


hanya bisa berdoa semoga kedepannya akan menjadi lebih baik dan tidak menyesali segalanya walaupun kadang kita menolak tapi jika orang tua sudah berkehendak yah mau tak mau harus menerima bukan


sama seperti perasaan siska kali ini


saat mamynya mengatakan jika hari ini irsan datang untuk melamarnya tiba tiba saja dia menjadi meriang (bukan merindukan kasih sayang yah)🀭 hehe


dia tak menyangka bakal secepat ini


otomatis jika lamaran kan pasti dekat juga dengan yang namanya pernikahan


sebenarnya dia tak ingin cepat cepat menikah seperti sahabatnya airin,karena awalnya dia tahu jika perjalanan sahabatnya itu sangatlah berliku..


yaa. walaupun airin sekarang sudah bahagia dengan hot daddynya


siska sebenarnya belum memikirkan yang namanya seorang pria menurutnya belum saatnya ketika sudah lulus kuliah dan sudah matang usianya baru dia akan menikah


apalagi saat melihat calon suaminya itu sangatlah dingin seperti es


bagaimana kehidupan rumah tangganya kedepan?


apa lagi mereka belum mengenal satu sama lain


sifat dan kepribadian satu sama lain


hufff sambil menghela nafas kasar


ingin berbebicara saja dengannya sangat susah sombong sekali dia


cihhh so kegantengan banget sih tuh calon gue gumamku dan sepertinya mamyku mendegarkan sambil kumenatap sinis kearah calon suamiku


mamy hanya menyikutku dan memberiku kode jika aku harus diam lewat tatapan matanya


sesaat lamaran keluarga dari pihak suamiku sudah pulang hanya menyisahkan irsan disini,,


orang tua kami menyuruh irsan untuk menemaniku jalan jalan katanya biar saling mengenal satu sama lain


sebenarnya aku ingin sekali menolak tapi saat aku ingin menunjukkan protes mamy ratu melototiku


yaahhh akupun hanya bisa pasrah bukan.


tibalah sekarang kuditaman dengan es kutub ini,rasanya bosan sekali karena dari tadi dia tak pernah mengeluarkan suaranya sama sekali


seperti suaranya sangat mahal saja batinku


terpaksa aku yang memulai percakapanku dengan simanusia es ini


"kamu kenapa tidak menolak perjodohan ini"sambil aku mendudukkan pantatku kekursi panjang yang ada ditaman karena dari tadi aku dengannya berkeliling ditaman tapi tak ada satupun yg membuka suara


"apa kamu bisa melakukannya?"ujarnya yg menatapku dengan instens


tiba tiba saja jantungku berdetag dengan sangat kencang saat pandangan mata kami bertemu satu sama lain


ada apa dengan jantungku apa aku punya penyakit jantung kenapa jantungku dari tadi tak mau berhenti berdetak sangat kencang seperti ini..


sepertinya aku harus memeriksakan jantungku..


irsan tak henti hentinya memandangku mungkin dia menunggu jawabanku


Hmmm aku mencoba menetralkan fikiranku yg mulai aneh menurutku


"Andai aku bisa melakukannya sudah aku lakukan dari tadi tapi kamu liat sendirikan mamyku selalu saja memolototiku"


"tak ada yg bisa kulakukan selain pasrah"ucapku lagi sambil melihat kearahnya


"sama sepertiku,,aku tak bisa menentang kehendak ayah dan bunda walaupun hatiku menolaknya"jawabnya yang membuat hatiku tiba tiba mengapa seperti teriris mendengar penuturannya


aku hanya terdiam tidak tau lagi harus menjawab apa hatiku menjadi mencelos karna jawabannya


"Apa kamu mencintai seseorang"ujarku sambil memicingkan mata kearahnya


ntah kenapa aku menjadi sangat kepo


"Tidak"jawabnya singkat padat dan jelas


huffff dasar manusia es jawabnya saja singkat sekali batinku


"kamu memgumpatku"ucapnya sambil memandang kearahku


aku hanya mengeleng gelengkan kepalaku.


karena sorot matanya menakutkan sekali


"ayo kita pulang,,sudah sore"ujarnya sambil meninggalkanku yg masih duduk dikursi tanpa menoleh sedikitpum kearahku


terpaska aku mengikuti langkahnya karena memang disini susah mencari taksi harus berjalan keluar dulu baru ada


jadi mau tak mau aku harus ikut dengannya


saat aku menaiki mobilnya


irsanpun langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


suasana sangat hening tak ada yg mengeluarkan suara apapun sampai tiba dirumahku


"kenapa masih disini,,turun sdh sampai"


akupum langsung turun kemobilnya dan irsan langsung melajukan mobilnya tanpa mengatakan apapun


Huff ....


sambil menarik nafas membuang nafas berulang kali


apa aku bisa hidup bersamanya jika dia seperti itu gumanku sambil menatap kepergian mobil irsan


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


author update agak pagi yah semoga ceritanya masih nyambung.


kali ini author beralih kecerita siska nanti author selingin sama cerita daddy dan airin yah


makasih jgn lupa vote


sarangheoπŸ˜‚πŸŒΉπŸ˜˜