
selah kevin berlalu pergi meninggakkan bara, bara langsung membanting semua barang yang ada di depan. pikiran di kacau saat ini. bara memutuskan untuk keluar , ntah saat ini dia ingin mengunjungi makam istrinya. bara pun langsung ke luara langsung menancap gasnya meninggalkan kantornya.
tiba lah di di makan. bara langsung menuju ke makan yang bertulisan Sela puspita. bara langsung mersimpuh di makam istrinya.
"hy sayang maaf aku baru datang, aku terlalu pengecut untuk datang ke sini. gimana anak kita di sana, kamu pasti menjaganya bukan. sel aku kesepian tanpa mu. hari ini aku sudah melakukan kesalahan sayang, aku menyiksa wanita itu, maafkan aku. andai saja kejadian itu tidak terjadi kamu gak bakal pergi, kamu bakal ada selalu di samping aku. aku rindu kamu."
bara menangis di makan isterinya dia mencurahkan semua yang ada di dalam hantinya, meski pun dia tau tidak akan ada jawaban. tapi dia sedikit lega, sudah lumayan lama bara di pemakaman dan dia memutuskan untuk pulang saja rasanya dia sedikit pusing hari ini dia memutuskan ingin beristirahat saja di rumah.
"sayang aku pulang duli yah. "
bara pun berlalu pergi meninggalkna pemakaman dan mengendari mobilnya dengan kecepat yang sangat tinggi. tiba lah dia di rumah yang sangat mewah, bara menyruh supir untuk memarkirkan mobilnya dan berlalu pergi ke dalam. tapi ada rasa penasaran dengan keadaan airin.
dia mengarah ke kamar dan melihat airin sedang tertidur dia sedikit mendekatna diri dan melihat luka yang dia bera separah apa, tapi ada yang aneh dia keliahatan mengigil dan terus memanggil bapaknya.
"pak airin takut pak, airin mau ikut bapak saja, pak." itu lah yang di ucapkan ada rasa berslah dia dalam diri bara dia langsung menyuruh bibi memanggil kevin kemabli.
saat di periksa ternyata dia deman. kevin menyuruh bibi membawakan air hatang untuk kompres demamnya agar turun. tapi kenapa ada rasa tidal rela di hati bara melihat merka.
selah kevin selesai dia langsung keluar dan di ikutin bara di belakangnya. "gimana keadaan dia. " tanya bara.
"setalah lu nyiksa dia, lu bertanaya giamana keadaan dia.lu bisa liat sendiri kan. wow hebat yah bukannya lu tidak perdulu mau dia sampe mati pun itu yang lu maukan tuan bara."
dia pun mencampakan bara dan berlagi ke bibi dan bilang. "bi kalo kompresnya sudah dingin dan belum turun demamnya ganti airinya aja yah. dan jangan lupa obatnya harus selalu di minum."
"tapi dia tidak kenapa-napakan tuan."
"selagi tidak ada yang menyiksanya kemabali dia bakal baik-baik saja bi (matanya mengarah ke bara) dia hanya syok dengan kejadian yang terjadi,,, aku pulang dulu yah besok aku ke sini lagi untuk mengecek lukanya. "
saat dia pergi bara masuk ke kamar nya dan ntah apa yah di rasakan harusnya dia senang bukan melihat wanita itu menderita tapi kenapa buka itu yang di rasakan nya.
"apa gue sejahat itu, apa baru gue lakukan. kenapa gue gak menanyaken dulu kejadinya, kenapa harus langsung menyiknya, kenapa. "
kenapa dan kenapa itu lah yang ada di pikiran bara saat ini.
saat aku terbangun aku sudah ada di kamar ku saat ku ingat bara menyiksakun dan bibi menolong ku saat itu aku pinggsan. aku sudah tidak mengingatnya lagi.
saat aku ingin bangun tapi badan ku terasa sakit semua. "ah,,, sakit sekali, tapi aku haus."
aku memaksakan diri untul berjalan ke dapur dan akhir aku sampai di dapur. "nyonya kenapa keluar? nyonya mau apa."
"bi aku hanya ingin minum bi."
"kembali ke kamar yo biar bibi yang antarkan."aku pun hanya mengangguk dan setelah bberapa menit bibi masuk ke kamar.
"bi ini jam barapa. " "ini jam 6 sore."
ternyata aku pingsan selama itu yah, saat mengingat kejadian itu aku kemali menangis, kenapa dia setega itu.
"nyonya kenapa." "bi apa salah aku? kenapa aku harus seperti ini bi. pernikahan ini pun bukan aku yang mau bi. apa salah aku sama tuhan bi hixhixhxi. " aku benar-benar menangis kenapa tuhan tidak memebriku 1x saja kebagiaan.
"nyonya jangan nagis di sini ada bibi kalo, nyonya tidak sendiri. nyonya yang sabar yah bibi tau nyonya pasti kuat. sekarang nyonya makan yah dan minum obat. "
untungnya di sini ada bi siti yang selalu ada buat aku jadi aku tidak merasa telalu kesepin dia lah penhiburku.
"maksih yah bi sudah selalu ada buat aku. "
tanpa merka sadar di balik pinti ada bara yang sedang mendngarkan pembicaraan merka.rasanya sangat sakit.
apa dia sejahat itu?
bara jadi bertanya-tanya silsila keluara meraka. mana ada orang tua yang menjual anaknya.
apa