Airin

Airin
3 tusuk



Anak itu berpikir lagi lumayan juga harga rujak buah kan 10 ribu tapi abang ini mau membelinya dengan harga 100.


"baik lah bang kalo begitu inj bah rujak buahnya."


iko bernapas laga pasalnya dia sudah bisa membujuk anak itu untuk mau menukarkan rujak dengan uangnya.


bukan main senangnya baru pertama kali dia merasa senang karna sudah berasil mendapatkan apa yang bosnya mau kalo sampai tidak dapat abis lah dia dapat omelan yang bertubi-tubo dari bosnya.


"den istrinya lagi nyidam yah sampe bela-belain di beri anak itu uang 100".


"eheheh abang ini bisa aja, ya udah saya duluan dulu yah bang makasih."


Setelah mendapatkan apa yang di mau akirnya iko kemabali ke pedagang sate itu rupanya belum siapa juga. Ngantuk sekali rasanya malem-malem suruh cari sate sama rujak buah. Sampe-sampe iko ketiduran saat menunggu sate itu matang dan siap di bawa pulang.


"den bangun ini satenya sudah siapa."


"eh iya bang, ini uangnya makaih yah saya permisi dulu."


"tapi den ini kebanyakan."


"tak apa anggap saja buat istir sama anak di rumaha."


"Makasih den."


di rasa semuanya sudah dia dapatkan dia langsung bergegas ke rumah bosnya itu untuk mengantarkan pesanan yang bosnya mau.


setengah jam perjalanan akihirnya sampai juga untuknya tidak macek kalo macek mungkin bakal lama dia nyampe


"permisi bos ini saya bawakan pesan yang tadi bos mau."


"kenapa kali lama sekali iko apa kah kau ini gajih bulan ini saya potong hah."


"saya tidak mau tau alasan kamu kenapa hisa telat."


bara membawa semua pesan ke mejak makan dan siap untuk memakannya tapi tah kenapa baru saja bberapa suapan dia sudah maras tidak berselera.


"bos kenapa makannya berhenti bukan kah dari tadi anda sangat berantusias untuk memakan sate sama rujak ini."


"aku sudah kenya,, kamu makan saja sisanya kalo mau kalo tida mau kasih saja sama satpam di depan, Saya mau tidur ini sudah malem saya mau tidur saja."


"Tungu-tung dia bilang tidur,sudah larut malah hello siapa bilang ini siang bolong, apa dia tidak melihat jam tadi saat memesannya". Umpetan hati dari iko.


lagian ko iko merasa heran kenapa yang tadinya bersemangat sekali memakannya tiba-tiba sudah tidak nfsu katanya.


"tapi bos dari 100 tusuk yang saya pesan anda hanya memakan 3 tusuk sate bos, dan anda bilang sudah kenyang astaga bos ini kenapa."


"ntah lah saya tidak tau tapi memang tadi saya kepengen sekali makan itu tapi saat sudah memakannya sudah kenya."


"ya sudah lah bos terserah anda lebih baik saya makan sate-sate ini sendiri."


sambil memasukan satenya ke dalam mulut, iko hanya mendumel yang tidak jelas karna tingkah bosnya malem ini.


"loh tuna iko ada di sini ternyata." suara bibi dari dapur niat hanti mau minu tapi ada iko bibi samperin akirnya.


"eh bibi iya bi ini si bos mau sate tapi masa saya sudah pesan 100 tusuk yang di makan hanya 3 tusuk bi." melanjutkan makannya.


"ko tumen tuan bara makan sate bukannya dia tidak suka sate yah."


"ntah lah bi saya tak tau, bibi mau kalo mau sini bareng saya makan sate bi lumayan geratis."