WAY OF LIFE

WAY OF LIFE
CHAPTER 68



Berita Dafina yang melaksanakan ibadah haji dan umrah bersama seluruh keluarganya telah tersebarnya di seluruh media. Semua orang bisa melihatnya dari berbagai belahan dunia hanya lewat internet saja. Banyak sekali yang mengirimkan komentar positif dan dukungan serta doa untuknya.


Sedangkan perempuan yang namanya sedang menjadi trending nomor 1 saat ini sedang bersiap-siap untuk pergi. Ia sedang memilih pakaian yang untuk digunakan.


"Lu repot sendiri perasaan, dari tadi belum nemu mau make yang mana?" dumel Claura.


"Hm lo bisa liat sendiri." Dafina memijat keningnya yang pening.


"Aelah sini dah gue pilihin. Lu duduk aja sana!" seru Claura final. Perempuan itu mengecek seluruh pakaian yang Dafina bawa. Dia menyesuaikan satu persatu agar terlihat serasi.


Claura memberikan satu set pakaian ke Dafina. "Nih coba pake. Emangnya lo mau kemana hari ini?"


"Ke mall maybe? Gue mau beli hadiah buat Rouse atas debut Solonya," jawab Dafina. Ngomong-ngomong soal Rouse, YG Entertainment telah mengupload MV solo dari Rouse 24 jam yang lalu. MV tersebut telah ditonton sebanyak 250 juta dalam waktu 24 jam dan trending no.1 di seluruh negara.


"Oh. Ya udah coba pakai tuh pakaian yang gue pilihin."


Dafina mengambil pakaian yang dipilih Claura. Ia membawanya ke kamar mandi untuk di coba. Semoga saja pilihan Claura cocok dengan dirinya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin yang terdapat di kamar mandi. Outfit yang simple dan tidak membuatnya kepanasan di musim panas saat ini.


"Gimana pilihan gua? Cocok gak? Menurut gua sih cocok banget. Ini tuh style simple dan cocok di musim panas." Claura menuntun Dafina untuk duduk di depan meja rias, sementara dirinya akan memasangkan anting, jam tangan, dan gelang tangan emas.


"Ayo sekarang berdiri!" Claura memberi perintah Dafina untuk berdiri. Dafina pun menuruti perintah dari perempuan itu.


Claura menilai style yang ia pakaian di badan Dafina. "Hmm ada kurang. Tas belum, sebentar gua lihat-lihat dulu ada tas yang cocok apa kagak." Perempuan itu membuka lemari dan koper yang mereka bawa untuk mengecek apakah ada tas yang cocok untuk dipakai dengan outfit yang dikenakan Dafina.


"NAH YEAYY ADA TAS YANG COCOK BUAT DIPAKE LU," ucap Claura riang. Perempuan itu memberikan tas selempang berwarna hitam kepada Dafina.


Claura menatap Dafina dari atas hingga bawah. Cukup lama untuk perempuan itu memberikan nilai. "Sudah perfect habis cin. Cocok buat jadwal lu yang mau belanja di Dubai."



"Tencu bestie." Dafina memeluk Claura erat dan menggoyangkan badan perempuan itu. Ia terkekeh melihat wajah kesalnya.


"Udah woy meluknya! Gua kagak bisa napas tai," kesal Claura. Dafina yang sudah puas melihat wajah kesalnya, segera melepaskan pelukannya.


"Udah sono pergi dah. Sekalian beliin gua ye," cengir Claura tanpa dosa.


"YEEE OGAH. UNTUNG DI LU BUNTUNG DI GUE."


"Najis pelit amat lu. Kalau lu beliin gue nih, gue doain dah ada orang Arab atau Dubai yang naksir lu," cibir Claura.


"BODO AMAT LALALALA." Dafina segera bergegas pergi meninggalkan perempuan gila itu. Ups, maksudnya Claura hehe.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mobil Alphard berhenti tepat di depan lobby Red Sea Mall, yang merupakan tempat perbelanjaan terkenal di Arab Saudi. Lokasinya terdapat di Jeddah, Arab Saudi. Mall ini hanya memiliki tiga lantai saja. Desain dasarnya adalah bangunan melengkung (120°) dengan pintu masuk utama di tengah kurva bagian dalam yang mengarah ke satu set lapangan pusat.


Pada tahun 2018, Red Sea Mall telah memenangkan beberapa penghargaan di GCC & Penghargaan Keunggulan Bisnis Timur Tengah. Beberapa Penghargaan yang pernah diraih antara lain: Red Sea Mall Cup, ICSC Foundation Award, The Best Shopping Center of the Year untuk proyek ITAAM yang bertujuan untuk mengurangi pemborosan makanan dan pemanfaatan sisa makanan yang tidak terpakai dengan mendistribusikan kepada fakir miskin, kampanye keluarga produktif, & masih banyak lagi.



Dafina melangkahkan kakinya memasuki mall tersebut. Red Sea mall dibuka dari jam 10 pagi waktu Arab Saudi setiap harinya. Dari hasil riset yang ia cari, Red Sea mall terdapat banyak sekali brand-brand ternama di seluruh dunia dan terdapat promo atau tawaran yang spesial.


Dafina mengelilinginya setiap stan yang terdapat di sana. Dia bingung harus membeli apa untuk Rouse. Sementara unnie-nya itu sudah bisa memiliki semuanya.


"Kalau tau gitu, gue ngajak Claura atau gak ayah muhan dah. Setidaknya kalau ajak salah satu dari mereka, gue gak bingung gini. Mana orang-orang disini pada ngelirik gue walaupun hanya bentaran," gerutu Dafina.


"Bingung bingung harus beli apa untuk hadiah Rouse. Pakaian? Fashion? Make up? Semuanya udah ada. Pengen nangis gue demi. Langit....," Dafina menatap ke atas. "Bisakah kau kirimkan aku hujan? Untuk membantu ku memilihkan hadiah."


"Memangnya hujan bisa ngebantu lo nemuin hadiah?"


"Iya ini gue. Emang lo ngarepin siapa hm?"


"Claura dan bokap gue. Napa emangnya?"


Rifqi terkekeh, "Masih ketus aja sama gue."


"Bodo ah." Dafina mengibaskan tangannya dan berlenggang pergi. Namun belum sampai langkah ketiga, lengannya ditahan oleh pria itu.


"Eh mau kemana lu-nya? Jangan ketus mulu dong. Sini dah gue bantuin masalah yang sedang menimpa lo."


"Gue gak butuh bantuan lo njing! Gak usah sok akrab dah sama gue. Enek gue liatnya." Dafina menyingkirkan lengan Rifqi yang menahan lengan tangannya. Tapi bukan Rifqi namanya jika tidak keras kepala.


Pria itu tersenyum misterius. "Kanat zawjati eabisatan watalabat miniy 'alaa 'atbieha. Hal 'ana mukhti fi alraghbat fi atibae zawjati alsaghirati? Ealaa alraghm min 'anah kan ghadban miniy, walakin 'alays min alkhata 'an yaetani alzawj bizawjatih wayusaeidiha?" ucap Rifqi kencang kepada semua orang yang sedang melihat ke arah dirinya dan Dafina.


(Istri saya sedang ngambek dan dia meminta saya untuk tidak mengikutinya. Apakah saya salah jika ingin mengikuti istri kecil saya ini? Walaupun dia sedang marah sama saya, tapi tidak salah bukan seorang suami menjaga dan membantu istrinya?)


Dafina baru menyadari bahwa beberapa pengunjung menatap ke arah dirinya dan Rifqi. Dan tadi pria itu bilang apa sampai para pengunjung membalas ucapannya? Dafina tidak mengerti bahasa yang digunakan olehnya.


Rifqi tersenyum senang melihat raut bingung di wajah mantan pacarnya ini. Ia tahu bahwa Dafina tidak mengerti bahasa Arab. Jadi, hal begini digunakan olehnya.


"Min almusif 'ana zawjati la tatakalam alearabiatu. Hal yastatie 'ayun minkum altahaduth bial'iinjiliziat 'aw al'iindunisiat 'aw alkuriati? 'iidha kan al'amr kadhalik , min fadlik 'akhbar zawjati bikayfiat astikhdam tilk allugha," ucap Rifqi kepada pengunjung mall dengan nada sedih.


(Sayang sekali istri saya tidak bisa bahasa Arab. Apa dari kalian bisa bahasa Inggris, Indonesia, atau Korea? Jika iya, tolong kasih tau istri saya menggunakan bahasa itu).


Dafina mencubit lengan pria itu saking emosinya. "Lo ngomong apaan sama para pengunjung mall ini? Jangan aneh-aneh ya Rif! Awas aja kalau aneh-aneh lu!" ancam Dafina menatap tajam Rifqi.


Rifqi mendekatkan wajah pada telinga Dafina dan berkata, "Nanti lo juga tau." Setelah berkata itu, pria itu menjauhkan kembali dirinya.


Dafina menatap permusuhan pada pria di depannya yang sedang terkekeh. Dasar anjing! Biadab! Gak ada akhlak! Kata-kata mutiara berkeliaran di batin Dafina. Ia mengumpati pria itu.


Beberapa pengunjung menghampirinya mereka lebih tepatnya Dafina. Dafina bingung kenapa mereka menghampirinya.


"You are lucky to have a romantic husband," ucap seorang wanita berumur empat puluhan.


(Kamu beruntung ya punya suami yang romantis).


"Just forgive your husband's mistake. Give him a chance. It's rare to get a husband who is as romantic, gentleman, and loving as your husband." Kali ini yang berbicara adalah seorang anak muda.


(Maafin saja kesalahan suamimu itu. Beri dia kesempatan. Jarang-jarang dapat suami yang romantis, gentleman, dan penyayang seperti suamimu itu.)


Dafina bertambah tidak mengerti dan dibuat pusing oleh orang-orang ini. Apa maksud mereka semua? Suami? Ia saja belum menikah bagaimana ada suami. Astaghfirullah Gusti!!


"Sorry, but what do you mean? I do not understand."


(Maaf, tapi maksud kalian itu apa ya? Saya tidak mengerti.)


"You just forgive your husband. He is very affectionate, romantic, and considerate of you. Even though you are fighting, it is not permissible in Islam for someone to fight for more than three days. Sorry, if you are Muslim then you understand," ujar seorang pria yang memakai sorban di atas kepala.


(Kamu maafin suamimu saja. Dia sangat sayang, romantis, dan perhatian padamu. Walaupun kalian sedang berantem tapi tidak boleh di agama Islam seseorang berantem lebih dari tiga hari. Maaf, jika kamu Islam maka kamu mengerti).


Dafina menatap ke arah Rifqi meminta bantuan. Ia pusing dengan ucapan orang-orang itu. Namun, Rifqi hanya diam dan menatap balik Dafina dengan tatapan menggoda.


WTF?!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...