WAY OF LIFE

WAY OF LIFE
CHAPTER 67



Sudah seminggu Dafina beserta timnya berada di negeri Emirate ini. Ia berada di Dubai karena undangan dari Presiden Indonesia & Korea Selatan sebagai perwakilan negara. Raja Dubai menyelenggarakan perayaan pertemanan antar negara. Pastinya dihadiri oleh para presiden dari seluru negara serta mengajak masyarakat mereka sebagai perwakilan negara untuk mementaskan sesuatu.


Jujur, semakin hari, Negeri Emirate ini semakin menunjukkan pesonanya. Selalu ada hal menarik yang selalu ditunjukkan kepada para turis. Selain menghadiri perayaan yang diadakan dua hari yang lalu, mereka berempat beserta manager pribadi juga menghabiskan waktu luang dengan berkeliling. Mereka tak mau melewatkan kesempatan untuk bisa menjelajahi tempat-tempat indah di Dubai.


Walau sekarang Dubai sedang memasuki musim panas, mall menjadi tempat hangout terbaik. Sooya paling menyukai Mall Dubai. Disana mereka dapat makan sambil melihat berbagai jenis ikan yang berada di dalam aquarium besar yang terdapat di Mall Dubai.


Namun sangat disayangkan, hari ini sebenarnya hari terakhir mereka berada di Dubai, karena keluarga kerajaan hanya menyewakan tempat tinggal kepada mereka selama satu minggu full. Dan sekarang sudah satu minggu dan sudah waktunya semua tamu negara akan pulang ke negaranya masing-masing. Tapi Dafina sudah memutuskan tetap di negara Emirate ini selama dua minggu. Ia akan melakukan ibadah haji dan Umroh bersama keluarganya. Ngomong-ngomong soal keluarga, Dafina sudah memesankan tiket penerbangan untuk seluruh anggota mereka dan kemungkinan mereka akan sampai besok hari di Arab. Jadi...,tujuan Dafina saat ini adalah Bandara. Ia dan Claura akan pergi menuju Arab Saudi menggunakan pesawat setelah itu mereka akan booking hotel di dekat tempat ibadah sebagai tempat tinggal mereka nanti.


"Udah siap semuanya, Fin? Gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Claura memasukkan handphone ke dalam tas kecil.


"Hm Insyaallah gak ada. Udah yuk ke bandara," jawab Dafina sembari mennggeret koper miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dafina dan Claura telah tiba di kota Arab Saudi. Mereka segera bergegas berjalan keluar bandara dan memesan taksi untuk mengantarkan mereka ke hotel. Perjalanan dari bandara menuju hotel hanya memakan waktu setengah jam lebih.


"Thank you sir for the ride," ucap Dafina kepada sopir taksi dan memberikan bayaran serta tips untuk beliau.


Mereka berdua saat ini berada di depan lobby dari tempat penginapan mereka. Mereka telah melakukan booking kamar sebanyak 10 yang disetiap kamar ditempati 2-3 orang dengan harga 3.5 juta rupiah per-malam. Dafina memang sengaja memesan Hotel Swissotel Al Maqam Makah dikarenakan hotel tersebut dekat dengan Makkah, tempat ibadah yang akan segera di lakukan.



Kamar mereka tertelak di lantai 5. Kamar yang di pesan oleh Dafina ada sepuluh kamar, yang dimana lima kamar saling berhadapan satu sama lain (5 kiri 5 kanan). Dafina dan Claura satu kamar. Mereka segera memasuki kamar ketika bunyi pintu kamar terbuka.


"Fyuh gue bisa tiduran di tempat favo akhirnya. Badan gue pegel-pegel njay padahal cuma duduk doang," ujar Claura.


"Rebahannya ditunda dulu bege. Beresin tuh semua pakaian dan barang-barang kita yang ada di koper. Masa seminggu semuanya cuma ada di dalam koper, gunain lemari pakaian yang disediakan di kamar hotel kita."


"Ck malas ah gue. Lu aja sono."


"ENAK AJA NYET! GUE MAJIKAN LU YE! CEPET BERESIN!"


"IYE IYE BAWEL AMAT DAH." Claura beranjak dari kasur dengan ogah-ogahan. Mereka berdua memindahkan pakaian mereka ke dalam lemari dan meletakkan barang-barang mereka di atas balas atau meja.


"Lu mau ngapain hm?"


"Bobo lah," jawab Claura cepat.


"Gak ada bobo dulu ye. Sholat dulu baru bobo. Udah masuk waktu shalat Maghrib woy." Dafina menarik tangan Claura ke dalam kamar mandi. "GECE WUDHU NYA BESTIE." Setelah itu ia meninggalkan Claura sendirian di kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini mereka semua akan berangkat ke kota suci Makkah untuk melakukan ibadah haji dan umrah. Mereka memakai pakaian khusus selama melakukan ibadah. Pakaian ihram merupakan pakaian yang dipakai oleh orang yang melakukan ibadah haji dan umrah dengan ketentuan. Untuk pakaian ihram bagi laki-laki adalah dua helai kain yang tidak berjahit. Cara memakainya dengan satu kain diselendangkan di bahu, kemudian satu kain lainnya lagi disarungkan menutupi pusar sampai dengan lutut.





"Gimana ibadah umrah tadi?" tanya Dafina kepada anggota keluarganya.


"Mama seneng banget Kak bisa melakukan ibadah umrah dan haji. Makasih udah ajak kami menginjakkan kaki di tempat suci ini," ucap Fani menangis.


Dafina tersenyum haru mendengar perkataan mamanya. "Sama-sama, Ma. Alhamdulillah kakak dapat rezeki banyak jadi bisa berangkatin kalian ibadah haji dan umrah bersama-sama."


"Sekarang mau kemana nih? Mau makan di Restaurant?" lanjutnya.


"Boleh aja kalau di traktir Kak Fina," jawab Om Enden tertawa.


"Iya aku yang bayar. Selow ae. Kalau gitu sebentar kakak nyari restaurant terlebih dahulu."


Dafina membuka handphone dan mulai mencari restaurant terdekat dari tempatnya saat ini. Jari-jarinya sibuk menscroll daftar list Restaurant yang muncul.


"Kita makan di Retaj Al Bait Restaurant ya. Restaurantnya dekat dengan tempat kita saat ini. Banyak orang yang melakukan ibadah haji makan siang maupun malam di sana," ucap Dafina memberitahu.


"Sip Bu Bos."


"Clau, telpon sopir dan mobil yang udah gue sewa saat masih di Dubai. Suruh mereka semua jemput di depan pintu keluar!" Perintah Dafina kepada Claura yang langsung dilakukan olehnya.


"Tunggu dulu ya semuanya. Claura lagi nelpon sopir dan mobil dulu untuk jemput kita di depan pintu keluar."


Claura berjalan menghampiri mereka setelah selesai menelepon. "Udah saya telepon mereka. Mereka sedang otw ke sini. Lebih baik kita menunggu langsung di pintu keluar."


Mereka berjalan menuju pintu keluar Makkah. Mereka menunggu jemputan di sana. Setelah menunggu sepuluh menit, lima mobil Alphard berderet di depan pintu keluar. Dafina telah menyewa 5 mobil Alphard yang digunakan untuk mereka selama di kota Arab Saudi. Empat mobil berisi lima orang dan satu mobil berisi tiga orang belum termasuk sopir.


Mobil mulai melaju menuju restaurant yang telah Claura sebutkan kepada lewat telepon tadi. Jarak tempuh menuju Retaj Al Bait Restaurant hanya menempuh waktu tujuh menit. Dafina menyuruh mereka semua berserta para sopir untuk ikut masuk ke dalam restaurant. Ia ingin mentraktir mereka makan sore disini. Banyak orang yang dari beribadah haji yang berada di restaurant tersebut.



Retaj Al Bait Restaurant berlokasi di Abraj Al Bait Shopping Center Makkah, restoran ini menawarkan berbagai sajian internasional maupun dengan citarasa Timur Tengah dalam konsep open buffet. Harganya pun termasuk terjangkau, yaitu sekitar 75 SR per orang, sudah termasuk minuman panas dan air putih. Hanya saja, untuk minuman bersoda, ada biaya tambahan lagi.


Nah, karena konsep restorannya, tempat ini biasa dikunjungi pada saat para jamaah haji ingin mencari makan siang atau makan malam yang mengenyangkan. Belum lagi, kalau Anda juga ingin bersantai sejenak jauh dari keramaian rombongan jamaah yang memenuhi kota, Retaj Al Bait Restaurant menawarkan lokasi dengan suasana yang tenang dan jauh berbeda dibandingkan tempat makan favorit jamaah haji lainnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf semuanya, tidak aku buatkan scene saat ibadah haji dan umrah dikarenakan aku tidak tahu prosesnya😭😭 Aku belum pernah ke sana. Doakan aku punya rezeki hingga bisa ibadah haji dan umrah bersama seluruh keluarga besar. Aamiin YRA!