WAY OF LIFE

WAY OF LIFE
CHAPTER 35



Dafina sedang memoleskan bedak dan lipstick tipis pada wajahnya. Setelah selesai, dia langsung mengambil tas kecil dan berjalan keluar dari dorm. Gadis itu memakai Polyvore featuring H&M, Ash, Louis Vuitton, Pascale Monvoisind and Lucky Brand.



Rencana pada siang hari ini, Dafina akan datang ke MBC K-Pop untuk menemani Zennie yang sedang menjadi MC di acara tersebut. Dia sudah membawa permen dan minuman banyak yang akan dibagikan kepada para staff dan unnienya.


Mobil yang dinaiki Dafina telah sampai di gedung MBC K-Pop, banyak orang yang mengambil foto maupun video yang menyebabkan mobilnya melaju dengan pelan dan lebih hati-hati.


Klik.


Dafina melambaikan kedua tangannya ke arah luar setelah memencet tombol pembuka jendela.


"DAFINA!!"


"ONNIE!"


Banyak teriakan, sapaan, serta sebuah kalimat atau kata-kata yang mengatakan bahwa mereka mencintai dan menyayangi dirinya. Dafina hanya bisa melambaikan tangan dan menyapa para penggemarnya dari dalam mobil.



Mobil Honda Accord Sport terparkir di depan lobby utama MBC K-Pop. Dafina membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil dan menatap sekeliling, banyak orang dan media yang meneriaki serta mengambil foto atau video dirinya.


Setelah itu Dafina melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam gedung MBC K-Pop yang dimana tempat unnie-nya sedang menjadi pembawa acara pada siang hari ini. Dafina diantarkan oleh staff MBC untuk melihat Zennie yang sedang menjadi MC bersama Zaeelan Husein, member Big Shake.


"Onnie fighting!" Dafina menyemangati unnie-nya.


"Daf, ini permen yang lo minta." Claura memberikan paper bag berwarna hijau pada Dafina yang langsung diterima olehnya. "Mau dibagiin kapan?"


"Sekarang aja, lo bantuin gue ya."


"Sip dah."


Dafina dan Claura membawa dua paper bag masing-masing di tangan mereka yang berisikan beberapa botol plastik yang di dalamnya sebuah permen. Mereka membagikan semua permen itu kepada semua staff yang ada.


"Kamshamnida."


Dafina mengangguk, "Nee onnie."


"DAFINA-SSI!!"


Dafina menengok ke arah belakang yang dimana Zennie sedang berlari ke arahnya.


"No yogi wanni? Onnirang gachi isso?" Sooya langsung memeluk Dafina hangat.


(Kamu datang ke sini? Menemani Unnie?)


"Aniya. naneun mulron jameul jaro watkko nae aewan goyangireul boro wattta," jawab Dafina sebal.


(Tidak. Aku ke sini tentu saja untuk tidur dan menemui kucing peliharaanku).


"Onjebuto yogi goyangiga issonni? Geurom kwintineun odisso?" Zennie mencari keberadaan kucing kesayangan dari adiknya ini.


(Sejak kapan ada kucingnu disini? Kalau begitu, dimana Queenty?)


Queenty merupakan salah satu kunci peliharaan milik Dafina. Setahun yang lalu setelah pulang dari pemotretan, Dafina tidak sengaja melihat seekor kucing yang sedang tiduran di jalanan. Dia merasa iba dengan kucing tersebut, lalu Dafina membeli empat potong ayam dan memberikannya langsung kepada kucing itu dengan menggunakan piring.


Dafina pun juga menunggui hewan imut itu menghabiskan empat potong ayam goreng dengan lahap. Setelah itu Dafina menggendong kucing itu dan mengelus bulunya. Saat itu juga Dafina memutuskan untuk merawatnya. Dia menghabiskan berbagai milliar dollar untuk menyembuhkan dan memeriksa kucing jalanan itu.


"Kwintiga odi inneunji bogo sipo?" Tanya Dafina yang diangguki Zennie.


(Unnie mau lihat dimana Queenty?)


"Wait a moment."


Dafina mengambil handphone di dalam tas miliknya, lalu mencari sesuatu di dalam handphone-nya. Setelah menemukan yang ia cari, Dafina langsung menunjukkan ke Zennie.



"Yogi nae adeul kwintiga ittta."


(Ini dia anak ku Queenty.)


"Aishh onnineun kwintiga yogi inneun jul arasso."


(Aish unnie kira Queenty ada disini.)


"Gedaga onnido naega jibe opttaneun gol jikjjop *** su isseul ttae nahante geuron jilmuneul haesso," ujar Dafina terkekeh.


(Lagian unnie kocak kasih pertanyaan kaya gitu ke aku padahal unnie bisa ngeliat sendiri bahwa aku ada disini bukan dirumah).


"I agineun geurota...onnineun geunyang nohante haneun maril ppuniya."


(Bayi ini ya...unnie kan hanya basa basi saja sama kamu.)


"Onni igo mogeulrae? onnippunman anira yogi gyesin modeun seutaepeubundeulkke teukppyolhi chaenggyodeuryonneundeyo," tanya Dafina pada Zennie.


(Unnie mau permen ini tidak? Aku membawanya khusus untuk semua staff yang ada disini serta unnie).


"Du gae juseyo."


(Berikan dua padaku.)


"Ne." Dafina membuka botol plastik itu lalu memberikan dua permen pada Zennie.


"Gomawo jagiya."


"Onni ireun da kkeunnaenni?"


(Apa tugas unnie udah selesai?)


Zennie diam sebentar, ia mencoba mengingatnya. "Hana do namassoyo geuraesoyo?"


"Gwaenchanayo geunyang onni bangeuro gaja."


(Tidak apa-apa cuma ayo kita ke ruangan unnie.)


Ruangan yang dimaksud Dafina adalah backstage. Setiap bintang tamu, staff, dan MC memiliki masing-masing ruangan pribadi yang digunakan untuk istirahat, menghafal atau berlatih, makeover.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Joa geurom haegyolhaja. Ruseuga parieso hangugeuro doraon hu gateun nal jenineun pariro ttonal gosida. Suya wa dapina do machangajiida. I syoeso ne buneun pari paesyon wikeue beuraendeu hongbodaesaimnida. Timwondeul gyonghowondeul maenijodeulgwa hamkke chulbalhasyonneunde," ujar Hwang Bo Kyung yang merupakan CEO baru di YG Entertainment yang menggantikan CEO sebelumnya.


(Ok jadi fix ya. Setelah Rouse pulang dari Paris ke Korea Selatan maka di hari yang sama Zennie akan berangkat ke Paris. Begitupun juga dengan Sooya dan Dafina. Dalam acara ini, kalian berempat mewakili brand ambassador kalian di acara Paris Fashion Week. Kalian berangkat bersama beberapa team, bodyguard, dan manager).


"But Dafina has an invitation to do a photo shoot with Gucci. They wanted to take videos and photos with all their models and brand ambassadors in New York." ucap Claura sambil mengangkat tangan.


(Tapi Dafina memiliki undangan untuk melakukan pemotretan bersama Gucci. Mereka ingin mengambil video dan foto bersama seluruh model dan brand ambassador mereka di New York).


"Three more days."


"Just cancel it and tell me that the agency did not give Dafina permission to attend their event due to COVID-19 and all members of The Queen have an event at Paris Fashion Week," ucap Yang Hyun Suk.


(Batalkan saja dan beritahu bahwa pihak agency tidak memberikan izin Dafina untuk menghadiri acar mereka dikarenakan COVID-19 dan seluruh member The Queen memiliki acara di Paris Fashion Week).


"If we don't accept their invitation then there will be bad news about YG Entertainment!" ucap Claura.


(Kalau kita tidak menerima undangan mereka maka akan muncul berita yang buruk mengenai YG Entertainment!)


"I know you are Dafina's personal manager and you are carrying out your duties. But you must still refuse their invitation with the reasons I gave. Surely they understand why the agency did not give permission."


(Saya tahu kamu memang manager pribadi Dafina dan kamu sedang menjalankan kewajiban kamu. Tetapi kamu harus tetap menolak undangan dari mereka dengan alasan yang saya kasih. Pasti mereka mengerti kenapa pihak agency tidak memberikan izin.)


"Aish orang tua ini menyebalkan sekali!" Claura berdecak kesal.


"But Dafina left for Paris still after Sooya onnie came home from Paris, and even then it was still next week. So it never hurts to accept their invitation. Their photo shoot and video took less than a week, after that Dafina will go straight to Paris."


(Tapi Dafina berangkat ke Paris masih setelah Sooya onnie pulang dari Paris, itupun masih minggu depan. Jadi tidak ada salahnya untuk menerima undangan mereka. Pemotretan dan pengambilan video mereka tidak sampai seminggu, setelah selesai di sana Dafina akan pergi langsung menuju Paris.)


"You just do what Yang Hyun Suk told you to do. If that's the case, I'm afraid Dafina's condition will decline," ujar Hwang Bo Kyung.


(Sudah kamu tinggal laksanakan saja apa yang diperintahkan Yang Hyun Suk kepadamu. Jika seperti itu takutnya kondisi Dafina bisa menurun).


Serah lu serah!


"Hweiga kkeunnasseuni han myongssik bangeso nagado josseumnida." Hwang Bo Kyung membubarkan seluruh staff yang hadir dalam rapat tersebut.


(Karena rapat telah selesai maka dari itu kalian dipersilahkan keluar dari ruangan satu persatu.)


Sementara di sisi lain, Dafina dan Zennie berjalan beriringan ke lobby gedung YG Entertainment. Beberapa pasang mata orang melihat ke arah mereka yang sedang berjalan masuk ke dalam gedung. Dafina dan Zennie saling melingkarkan tangan mereka satu sama lain.


Mereka telah masuk di dalam gedung agensi dan melihat para staff keluar dari ruangan rapat. Dafina mengernyit heran kenapa Claura keluar dari ruangan rapat dengan wajah kesal?


"Claura!" panggil Dafina sambil melambaikan tangan.


Claura memberhentikan langkah saat mendengar seseorang memanggil dirinya. Dia mengedarkan pandangannya untuk mencari orang itu. Setelah mengetahui siapa yang memanggilnya, Claura berlari menghampiri mereka berdua.


"Tuh muka kenapa?" tanya Dafina langsung setelah Claura berada di hadapan dirinya dan Zennie.


"Gue kesel sama CEO lama dan CEO baru disini," jawab Claura terus terang.


Dafina terkekeh melihat raut wajah manager pribadinya itu. "Memangnya apa yang terjadi disana?"


Claura menceritakan apa yang terjadi selama di dalam ruang rapat tersebut pada Dafina menggunakan bahasa Indonesia supaya tidak ada yang bisa mengerti saat dia berkata kasar yang ditunjukkan untuk CEO agensi.


"Nohi dureun museun mareul haneun goya? Solmyong jom haejusigessoyo?" Tanya Zennie yang sedari tadi tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


(Kalian berdua berbicara apa? Apa kalian bisa menjelaskan ke saya?)


"Uri maenijoga banggeum hweisireso museun iri issonneunji malhaejwosso, onni."


(Uri manager hanya menceritakan apa yang terjadi di ruangan rapat, unnie.)


"Gogiso museun iri issottton goya?"


(Memangnya apa yang terjadi di sana?)


"Keulrauraneun hwei naenae uri ne myongi pari paesyon wikeue daehaesoman yaegihaetttago malhaettta. Geurigo got uri dul da beuraendeu hongbodaesaro parie gal goya. Nunaneun parieso hangugeuro doraoneun rujeuonniwa sam il hue pariro ttonanda." Dafina menjelaskan kepada Zennie walaupun tidak menceritakan bagian Claura yang berdebat dengan CEO.


(Claura hanya bilang bahwa selama rapat hanya membahas tentang acara Paris Fashion Week kita berempat. Dan sebentar lagi kita berdua akan pergi ke Paris sebagai brand ambassador. Unnie akan berangkat ke Paris tiga hari lagi bertepatan dengan Rouse unnie yang pulang dari Paris menuju Korea Selatan.)


Melihat Zennie yang mengangguk mengerti membuat Dafina tersenyum lega.


"What are you two doing here?" Tanya Claura pada Zennie dan Dafina.


(Kalian berdua ke sini ngapain?)


"We just stopped by the cafe to buy coffee, so we all went to the agency," jawab Zennie.


(Kami tadi habis mampir ke cafe membeli kopi, jadi sekalian berkunjung ke agensi).


"Then what are you going to do next?"


(Lalu selanjutnya apa yang akan kalian lakukan?)


"Back to the dorm making a video call with Rouse and Sooya unnie."


(Kembali ke dorm melakukan video call bersama Rouse dan Sooya unnie.)


"Then let's go back to the dorm."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...