WAY OF LIFE

WAY OF LIFE
pindah



" adiva ... kmu adiva "ucap seseorang yg baru sja datang, adiva bingung siapa orang ini seperti tdk asing baginya


"ya anda siapa ya" ucap adiva dengan wajah bingung, dan berusaha mengingat orang itu


"adiva.. ini Tante dera dan ini om Arya kmi mendapatkan informasi kalau orang tua mu mandapat kan musibah,dan kmi adalah sahabat papa kmu, kita sebelumya pernah ketemu adiva tpi mungkin saat itu kmu terlalu kecil sehingga tidak mengenal kmi, orang tua mu sangat baik pada kmi , merekalah yg menolong perusahaan om dan Tante, kalau gk, mungkin kita gk akan kyk sekarang,kita emang gk pernah ketemu lagi tpi om dan Tante tetap berbicara lewat komunikasi, dan suatu hari papa mu pernah pesan pada kmi 'tolong jaga adiva di kalau sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada kmi karna adiva tdk mempunyai siapa" lagi selain kmi' dan kmi menepati janji itu, ayo adiva setelah ini kmu bisa tinggal bersama kmi"


"hmmm, kalau untuk tinggal sama Tante aku gk bisa, aku masih bisa tinggal sendiri kok Tante" ucap adiva dengan matanya yg masih sembab karna menangis


" iya adiva kita gk akan maksa, tpi kalau kmu ada masalah kmu boleh tinggal di rumah tante " Tante dera memberikan alamat rumah nya pada ku"itu alamat rumah Tante kalau ada apa" kmu kerumah Tante aja Bahkan tinggal di sana"


"iya Tante trimakasih"


tak lama kemudian meli pun datang


" maaf ya gw telat gw turut berduka cita Lo atas semuanya, yg sabar ya ,gw bakal minep di sini dulu kok nemenin Lo"


" makasih ya Lo emang sahabat gw yg paling baik"


"iya ya udah kita sekarang urus pemakaman nya aja yokk, dah dong jangan sedih semua orang punya nyawa dan pasti akan meninggal itu udah takdir tuhan"


hatiku sedikit tenang mendengar perkataan meli, karna meli adalah shbt yg slalu ada senang mau pun duka


beberapa jam kemudian setelah pemakaman, pemakamannya di lakukan malam itu jga atas jadi skarang jam menunjukan pukul11 malam


setelah di kamar meli dan adiva membersih kan diri setelah itu


"adiva Tante sma om yg tdi itu sp, kyk nya syg banget sma Lo, bukanya elo gk punya spa" lagi ya" ucap meli dengan bingung


"ohh itu ......meli pun menceritakan semua yg terjadi saat om Arya dan Tante dera datang meli hanya diam dan menyimak


"oohh, gtu knp Lo gk tinggal sama mereka aja"


"gue gk mau nyusahin orang mel"


"ya sih, dah lah gw mau tdr, dan gw mau ngikhlasin semuanya"


"ya yok"


keesokan harinya pukul 7 pagi adiva terduduk di ruang tv nya meli sudah pergi ke kampus karna ada kelas pagi dan adiva ambil cuti karna masih berduka dia hanya diam di rumah dan tak selang beberapa menit seseorang datang...


permisi....


permisi....


adiva sontak bangun dan membuka pintu nya


"ya sp ya"tanya adiva


"apa benar ini rumah almarhum pak Rendra"


"ya benar ada apa ya"


"maaf boleh kita berbicara sebentar"


"baik silah kan masuk"


"begini papa mu meninggal kan hutang yg sangat banyak sehingga rumah beserta isinya serta aset semua papa kmu harus di sita karna untuk membayar hutang" papa kmu yg berada di bank, kalau Anda tdk percaya silahkan di baca" orang itu memberikan sebuah berkas yg isinya di mana bukti hutang tersebut, adiva masih tdk percaya dengan semua ini orang tuanya baru saja meninggal lalu masalh lagi datang adiva mematung di tempat nya


"apa gk bisa di undur pak"


" maaf tdk bisa karna ini sudah melebihi waktunya,harap nanti sore anda sudah meninggal kan rumah ini, sy permisi"


adiva terdiam dan tanpa ia sadari pipinya sudah basah karna air matanya dia masih tdk percaya tpi apa daya semua sudah takdir dan diva harus mengikhlaskan nya dia segera mengemasi baju " nya..........